Saya yakin, ketika bangun pagi ini, ada yang terasa berbeda. Hari ini menjadi sangat spesial bagi Saudara, para mahasiswa baru.

Hari ini adalah penanda langkah awal Saudara menjadi pribadi dengan gelar baru: mahasiswa, siswa yang maha dengan semua kelebihannya. Saudara dituntut lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola hidup, dan tidak lagi menjadi anak papa-mama yang manja.

Saat ini, Saudara adalah anak bangsa Indonesia yang beruntung. Hampir 70% anak bangsa seusia Saudara tidak pernah merasakan pendidikan tinggi. Karenanya, perbanyak ungkapan syukur kepada Allah.

Hari ini, kita menyelenggarakan kuliah perdana secara daring dengan bantuan teknologi informasi. Untuk menjaga keselamatan bersama, kita melakukan ikhtiar lain dalam menggelar penyambutan mahasiswa baru dan kuliah perdana, di masa pandemi Covid-19 ini

Saya berharap, situasi ini tidak mengurangi kebahagian dan semangat Saudara dalam menapaki hari-hari ke depan yang penuh dengan hal baru: kawan baru, ilmu baru, pengalaman baru. Kita semua berikhtiar dan berdoa, semoga pandemi segera berlalu.

Untuk menyambut hari yang ini indah ini, saya mengucapkan “selamat bergabung menjadi anggota keluarga besar Universitas Islam Indonesia”.

 

Pionir pendidikan tinggi

UII adalah pionir pendidikan tinggi Indonesia yang dilahirkan oleh para pendiri bangsa pada 27 Rajab 1364 hijriah yang bertepatan dengan 8 Juli 1945 masehi, sekitar 40 hari sebelum Indonesia merdeka.

UII merupakan rumah besar bersama anak bangsa yang datang dari beragam latar belakang, seluruh penjuru Indonesia, dan manca negara. Paling tidak, pada 2021 ini, terdapat 50 mahasiswa internasional baru lintasjenjang dari 15 negara berbeda yang bergabung bersama UII.

Di UII, Saudara tidak hanya belajar disiplin ilmu pilihan, tetapi juga memperdalam ilmu agama dan mengamalkannya, serta mengasah kepedulian sosial sebagai anak bangsa.

Di UII, semangat keilmuan, keislaman, dan kebangsaan dipertemukan dalam harmoni. Bekal hidup ini penting, karena saudara adalah calon pemimpin bangsa, aktor peradaban masa depan.

 

Perbanyak referensi desain

Karenanya, mulai hari ini, gambarlah diri Saudara yang baru, desainlah jalan hidup Saudara. Masa depan selalu dimulai dengan imajinasi.

Di sana, ada masa depan personal Saudara sebagai calon aktor peradaban dan ada masa depan kolektif sebagai bangsa.

Pejamkan sejenak mata Saudara. Bayangkan, peran apa yang akan Saudara mainkan di 20 tahun ke depan. Imajinasikan juga, kondisi bangsa ini saat itu.

Saya yakin, beragam desain masa depan akan terimajinasi.

Tidak perlu diseragamkan, selama setiap desain dibingkai dengan iktikad baik untuk menghadirkan sebanyak mungkin manfaat bagi sesama. Keragaman desain tersebut justru perlu dirayakan untuk saling melengkapi.

Untuk memperkaya referensi desain, perbanyaklah membaca, diskusi, dan jalan-jalan. Di masa pandemi seperti ini, di dalamnya, termasuk jalan-jalan virtual.

 

Kesadaran baru

Apapun desain masa depan yang terimajinasi, yakinlah bahwa masa depan membutuhkan manusia dengan karakteristik berbeda dengan masa kini, apalagi masa lampau.

Saudara, masa depan tidak memberi tempat untuk mereka yang tidak adaptif. Karenanya, Saudara harus menyiapkan diri menjadi pembelajar cepat. Kembangkan kemampuan menghubungkan antartitik, antarkonsep, untuk membangun jalinan cerita yang bermakna.

Masa depan tidak menoleransi respons yang lambat. Karenanya, Saudara dituntut menjadi pengambil keputusan yang cekatan dan tangguh. Untuk itu, Saudara perlu mengasah diri mengenali pola solusi dari beragam kelas masalah.

Saudara, masa depan tidak menyisakan ruang untuk mereka yang gagap teknologi. Karenanya, Saudara harus meningkatkan literasi dan keterampilan teknologi. Seharusnya hal ini tidak menjadi masalah bagi Saudara. Saudara adalah pribumi digital, yang sejak lahir beragam teknologi informasi sudah berada dalam jangkauan. Namun, jika semua kawan Saudara adalah pribumi digital, pastikan Saudara terlihat bagai intan yang bersinar di antara bebatuan.

Masa depan bukan milik mereka yang hanya sanggup mengikuti narasi publik seperti buih. Karenanya, Saudara harus melatih diri menjadi pemikir mandiri.

Saudara, masa depan akan sangat diwarnai dengan banjir data yang berlalu-lalang atau mahadata, yang menunggu dicerna. Karenanya, Saudara juga wajib meningkatkan literasi data, dengan membiasakan diri mengenali pola dan menelisik makna dari data.

Masa depan tidak akan bersahabat dengan masa kini. Apa yang cukup untuk masa kini, sangat mungkin menjadi kedaluwarsa untuk masa depan. Karenanya, Saudara harus mengasah kreativitas untuk menghasilkan inovasi yang sanggup menjawab tantangan zaman yang terus berubah.

Saudara, masa depan tidak untuk mereka yang berpikir sempit dan berorientasi lokal. Karenanya, Saudara perlu menyiapkan diri menjadi warga global. Ikutilah kesempatan mobilitas global.

Insyaallah akan terbuka banyak peluang. Saat pandemi inipun, ada lebih dari 24 mahasiswa UII yang sedang dan akan mengikuti mobilitas global secara fisik di 15 universitas yang tersebar di 10 negara Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Saat ini pula, sebanyak 40 mahasiswa mengikuti program ganda dengan universitas mitra di 5 negara.

Di samping itu, selama pandemi ini, hampir 2.000 mahasiswa UII telah mengikuti aktivitas bersama internasional, baik yang melibatkan mobilitas fisik, maupun mobilitas maya.

 

Pengikat abadi

Meski demikian Saudara, ada satu karakteristik yang mengikat masa lampau, masa kini, dan masa depan; yaitu kemuliaan akhlak, keluhuran budi, atau ketinggian watak.

Sepintar apapun Saudara, sehebat apapun Saudara, tetapi tanpa bingkai watak yang tinggi, kehadiran Saudara tidak akan menjadi bagian dari solusi, tetapi sebaliknya, justru menjadi bagian dari masalah. Tentu, ini bukan yang Saudara inginkan.

Mulai hari ini, jadilah manusia baru yang lebih baik. Tinggalkan jejak, termasuk jejak digital, yang baik. Jika dulu, Saudara menikmati merundung orang lain, mulai hari ini jadikan itu masa lalu. Rundungan Saudara bisa jadi masih menyisakan trauma dan siksa bagi korban.

Jika di masa lampau, Saudara menjadi penyebar berita bohong dan penyuka ungkapan kebencian, mulai hari ini, akhiri. Jika Saudara merasa perlu, hapus jejak suram tersebut ketika masih terlacak.

Mengapa ini penting? Bisa jadi kawan atau bos masa depan Saudara akan menelusur jejak digital masa lampau Saudara. Jejak ini adalah cermin watak Saudara.  Sadarilah sebelum terlambat. Penyesalan selalu datang kemudian.

Mulai hari ini, tanamkan tekad untuk siap meninggalkan masa suram itu, jika ada.

Semoga Allah memudahkan Saudara dalam menuntut ilmu di UII sebagai bagian ibadah kepada yang Maha Mulia. Karenanya, luruskan niat. Percayalah dengan janji Allah yang disampaikan lewat Rasulullah.

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”.

”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu, niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”.

Jika perlu, cetak kedua pesan suci ini dengan huruf besar dan tempel di langit-langit kamar tidur Saudara, supaya selalu memompakan semangat membara dan mengingatkan ketika lelah mendera.

Sekali lagi, selamat bergabung menjadi keluarga besar UII. Masa depan ada di tangan Saudara, dan kami, insyaallah, siap menunjukkan jalannya.

Terima kasih kepada semua orang tua yang telah mempercayai UII mendampingi putra-putri tercinta. Mohon selalu dukungan dan kiriman doa, untuk mengiringi kami menjalankan amanah mulia ini.

Terima kasih Indonesia.

Semoga Allah senantiasa meridai UII.

Sambutan pada Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Universitas Islam Indonesia Tahun Akademik 2021/2022 yang diselenggarakan secara daring pada 8 September 2021.