• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA
Berita Kegiatan

Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali mengharumkan almamater. Kali ini mahasiswa angkatan 2020 yaitu Muhammad Rafi Falah, Fajrian Haikal Faros, dan Tsaniya Ahda Indrayani mengukir prestasi sebagai juara 3 dalam acara Poster Public Competition yang diadakan oleh Standing Committee on Medical Education Center for Indonesian Medical Students Activities (SCOME CIMSA) Nasional 2021. Tema lomba tersebut adalah mengenai persebaran dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia. Kompetisi berlangsung secara daring dari 15 Februari – 3 Maret 2021 dengan diikuti mahasiswa dari rumpun kesehatan di seluruh Indonesia.

“Kami mengambil keputusan untuk memilih subtema mengenai “Multidiscipline Strategies To Tackle The Maldistribution Of Doctors Toimprove Equal Quality Of Healthcare” karena melihat fakta jumlah dokter di Indonesia sebagai care provider dalam persebaran nya masih belum merata. Indonesia juga belum mememenuhi standar yang sudah ditentukan dari WHO mengenai pelayanan dokter kepada masyarakat. Sehingga kami ingin menemukan solusi atas permasalahan tersebut yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” papar Tsaniya Ahda Indrayani.

Poster dengan judul “Katakan Keren untuk Maldistribusi Dokter di Indonesia” menjelaskan bahwa jumlah keseluruhan dokter di Indonesia saat ini adalah 81.011, artinya 1 dokter harus melayani 3.332 pendudukan. Kota Jogjakarta sendiri dengan jumlah penduduk mencapai 3.680.000 hanya memiliki 2414 dokter yang perbandingannya adalah 1: 1500. World Health Organization (WHO) menerapkan standar idealnya pelayanan dokter adalah 1:1000 dibanding penduduk. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menjelaskan jika persebaran dokter belum merata terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Jumlah dokter di Pulau Jawa mencapai 46.225 sangat timpang dengan jumlah dokter yang ada di Pulau Papua yang hanya berjumlah 1.112. Hal tersebut terjadi karena berbagai faktor seperti kondisi sosial ekonomi yang kurang terutama di daerah pedalaman yang membuat dokter enggan untuk mengabdi disana. Selain itu juga kurangnya fasilitas memadai mulai dari fasilitas kesehatan itu sendiri dan juga fasilitas umum. “Kami tentu sangat prihatin, karena bagaimanapun dokter bukanlah sekadar pekerjaan namun juga panggilan jiwa. Bukan masyarakat yang mendekati kita, tapi harusnya kitalah yang mendatangi mereka,” jelas Fajrian Haikal Faros.

Melalui poster ini kami mencoba memberikan solusi untuk masalah diatas dengan mengembangkan kebijakan penempatan dokter terutama dokter internship yang difokuskan di daerah 3T. Selain itu stigma buruk mengenai daerah 3T juga harus dihilangkan. Daerah 3T justru merupakan tempat yang harus kita semua rangkul, agar masyarakat tidak merasa dikucilkan. Standarisasi dokter dan pengiriman tim professional dokter yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan perawat agar dapat mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

“Mungkin yang paling sulit adalah rasa tulus dalam menjadi dokter. Bayangan tentang menjadi dokter dengan fasilitas nyaman serta gaji yang besar akan berbanding terbalik saat kita mengabdi pada daerah 3T. Namun, kita harus mengingat kembali niat kita saat kuliah kedokteran. Dalam hadits disebutkan jika sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Lewat profesi ini kita membantu orang lain barangkali hanya bantuan kecil. Tapi, betapa banyak kebaikan lain yang akan lahir lewat tubuh yang sehat,” tutup Muhammad Rafi Falah. (UAH/RS)

8 Maret 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/Mahasiswa-FK-UII-Raih-Juara-3-Nasional-Poster-Publik-SCORE-CIMSA.jpg 450 812 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-03-08 13:49:082021-03-08 13:49:08Mahasiswa FK UII Raih Juara 3 Nasional Poster Publik SCORE CIMSA

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Program Internship Sebagai Media Akselerasi Skill Link to: Program Internship Sebagai Media Akselerasi Skill Program Internship Sebagai Media Akselerasi Skill Link to: Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam Link to: Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam Menjadi Kimiawan dengan Fondasi Islam Scroll to top Scroll to top Scroll to top