• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Memahami Makna Kebahagiaan yang Hakiki
Berita Kegiatan

Memahami Makna Kebahagiaan yang Hakiki

Sebagian orang menganggap bahwa kekayaan adalah kunci dari kebahagiaan. Nyatanya hal ini tidak sepenuhnya benar, ada hal lain yang lebih tinggi derajatnya ketimbang kebahagiaan itu sendiri. Demikian yang dikatakan Ustadz Muflih Safitra, M. Sc. pada kajian tematik bertemakan “Kebahagiaan Mengenal Allah”.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Korps Dakwah Universitas Islam Indonesia (Kodisia UII), ia juga menjelaskan, nilai utama kebahagiaan itu bukan terletak pada seberapa banyak harta yang seseorang miliki. Bahkan pada keadaan-keadaan tertentu, harta tidak bisa menjadi bahan alternatif untuk melakukan negosiasi.

“Semisal di masa pandemi ini, ada orang punya uang untuk bayar rumah sakit, dia punya uang untuk bayar oksigen yang langka, cuman masalahnya adalah yang sakit juga banyak, jadi ga bisa semena mena mendapatkannya dengan harta. Sehingga kita bisa menyatakan bahwa `bahagia dengan kaya itu ternyata ga cukup, itu bukan kebahagiaan yang hakiki,” ungkapnya pada Sabtu (14/8).

Ustadz Muflih Safitra juga menceritakan, saat ini ada banyak cara untuk mencapai kebahagiaan, akan tetapi kebahagiaan itu tidak hakiki. Seperti halnya ketika seseorang sudah mencapai target harapannya, orang itu hanya akan merasakan rasa puas dan bahagia yang hanya bersifat sementara.

“Saya ingat ketika saya lulus, IPK saya tertinggi, orang tua bahagia karena itu, tapi bahagianya hanya di hari itu, selanjutnya apakah saya kemana mana bawa ijazah?, ngga perlu, norak malah. Terus kebahagian di hari itu hanya kebahagiaan sesaat. Toh ketika meninggal kebahagiaan itu hilang, ijazah tidak lagi berguna,” ucapnya melalui media Zoom.

Ustadz Muflih Safitra pun mengatakan bahwa orang yang pacaran juga tidak semata mata bahagia. Bahkan terkadang lebih banyak sakitnya. “Engga, banyak sakit hatinya. Pas putus nangis, kelahi sama kekasihnya nangis, diselingkuhin nangis. Minta dijemput sudash dijanji janjiin ternyata ga dijemput juga akhirnya nangis. Sebenanrya itu ga bahagia,” ujarnya.

Sedangkan makna kebahagiaan yang hakiki itu dibagi menjadi tiga bagian, pertama adalah ketika seseorang mendapat nikmat maka dia bersyukur, kedua ketika mendapatkan musibah maka akan sabar dan tabah, ketiga ketika seseorang melakukan kesalahan maka dia akan meminta ampun dan beristigfar. Itulah makna kebahagiaan yang hakiki. (AMG/RS)

16 Agustus 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Ustadz-Muflih-Safitra-M.-Sc..jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-08-16 16:08:322021-08-16 16:08:32Memahami Makna Kebahagiaan yang Hakiki

Berita Terakhir

  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Alumni HI UII Raih the Mustafa Izzuddin Outstanding International Relations Graduate Prize Link to: Alumni HI UII Raih the Mustafa Izzuddin Outstanding International Relations Graduate Prize Alumni HI UII Raih the Mustafa Izzuddin Outstanding International Relations... Link to: Sudut Pandang Agama Akan Perawatan Jenazah Covid-19 Link to: Sudut Pandang Agama Akan Perawatan Jenazah Covid-19 Sudut Pandang Agama Akan Perawatan Jenazah Covid-19 Scroll to top Scroll to top Scroll to top