• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Karakter Kaum Milenial
Berita Kegiatan

Membangun Karakter Kaum Milenial

Peran Pemuda

Entrepreneur Nasional Sandiaga Salahuddin Uno menyebut empat langkah pertama yang dapat dilakukan oleh kaum milenial dalam membangun karakter. Keempat langkah ini yakni dengan mengembangkan potensi diri, terus berkembang dan membuat perubahan, bertumbuh dengan menjadi individu yang membawa pengaruh positif, serta memilih lingkaran pertemanan yang baik.

Hal tersebut dikemukaan Sandiaga Uno saat menjadi pembicara Sharing Session: Milenial Vs Adaptasi Baru yang dihelat oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII), pada Sabtu (24/10) secara daring. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Days of Charity Art Sport and Education (D’CASE) ini juga menghadirkan Founder KAHMI Preneur, Kamrussamad dan Alumni Penerima Beasiswa LPDP Hardvard University, Nadhira Nuraini Afifa. Jalannya diskusi dipandu Tomy Ristanto, alumni FH UII yang saat ini sebagai News Anchor & Producer NET.

Sandiaga Uno melanjutkan, karakter dibangun dengan etos 4 AS yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Selain itu ia menyebut 3C yang harus dilakukan untuk menjemput kesuksesan. Pertama character, karakter yang dimiiki seseorang sangat mempengaruhi kebiasaan. Selanjutnya consistence, konsisten menjadi salah satu kunci keberhasilan, dengan konsisten kemampuan semakin terasah.

Terakhir adalah competence, kompetensi merupakan sikap yang menunjukkan performa seseorang baik atau buruk. Pentingnya membekali diri dengan penguasaan literasi agar mampu bersaing dengan kompetitif. “Pembekalan literasi harus hadir untuk merespon perkembangan zaman 4.0, ada literasi teknologi, literasi data teknologi, literasi terhadap human skill,” tandas Sandiaga Uno.

Pembicara lainnya, Kamrussamad mengatakan seorang entrepreuner harus menguasari rumus ABC. Pertama, Artifical Intelligence yang merupakan kecerdasan yang ditambahkan oleh manusia ke dalam suatu sistem teknologi. Kedua, Big Data yang menyangkut sebuah konsep tentang kemampuan untuk mengelolah, menganalisa dan mengerti jumlah data yang cukup besar.

Ketiga, Collaboration di dalam situasi saat ini banyak pihak bertemu untuk mencapai tujuan bersama. “Dengan menguasai ABC ini, seorang entrepreneur mampu melihat, memaparkan trend teknologi yang sedang berkembang, untuk melihat kecenderungan yang ada,” tuturnya.

Pembicara beriktunya, Alumni Penerima Beasiswa LPDP Hardvard University Nadhira Nuraini mengemukakan semakin bertambahnya umur maka goals (tujuan) juga harus semakin tinggi. Jika seseorang hanya bermimpi itu tidaklah cukup, perlu kerja keras untuk mengejar dan mewujudkan mimipi tersebut. Ia berpesan untuk mengubah pola pikir menjadi growth mindset, yaitu mindset yang selalu mau menerima tantangan baru dan target pencapaian yang terus tumbuh.

Pentingnya mengasah soft skill karena kemampuan ini akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja maupun interaksi sosial. “Menurutku mimpi itu sesuatu yang tidak realistis, tapi kalau kita ubah menjadi goals, itu jadi realistis. Kalau kita ubah menjadi to do list akan lebih mudah untuk mengerjakannya,” tandas Nadhira Nuraini. (HA/RS)

26 Oktober 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/04/fh-tamsis-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-10-26 15:43:542020-10-26 15:43:54Membangun Karakter Kaum Milenial

Berita Terakhir

  • UII Buka PPDS Patologi Klinik, Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Sragen
  • UII dan Badilag MA RI Gelar Seminar Nasional, Bahas Arah Baru Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Era Digital
  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Peran UII dalam Dakwah Islam di Indonesia Link to: Peran UII dalam Dakwah Islam di Indonesia Peran UII dalam Dakwah Islam di Indonesia Link to: Berhati-hati dalam Memilih Teman Link to: Berhati-hati dalam Memilih Teman Berhati-hati dalam Memilih Teman Scroll to top Scroll to top Scroll to top