• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Ketahanan Keluarga
Berita Kegiatan

Membangun Ketahanan Keluarga

Satu dari lima keluarga melakukan pengurangan porsi makan sebagai dampak dari pandemi. Hal ini salah satunya didasari oleh pendapatan ekonomi keluarga yang menurun. Hal ini adalah salah satu temuan dari survey yang dilakukan oleh Prof. Dr. Euis Sunarti, M.Si terhadap lebih dari 2000 orang. Guru Besar Ketahanan IPB ini melihat adanya ancaman kebutuhan pokok keluarga. Ancaman ini menjadi salah satu indikator kerentanan keluarga yang dapat berakibat pada krisis. Hal ini disampaikan Webinar “Ketahanan Keluarga Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender UII pada Minggu (30/8).

Pandemi Covid-19 menciptakan berbagai kecemasan dalam keluarga. Kecemasan yang paling utama yaitu kecemasan akan terpapar virus corona sebesar 77,7% dan kecemasan akan kondisi ekonomi sebesar 57,7%. Meski demikian, dalam surveynya Euis Sunarti menemukan bahwa sebagian besar keluarga yakin akan kemampuannya untuk bangkit dari segala disrupsi akibat Covid-19. Selain itu, Euis Sunarti juga melihat angka sumbangan sosial di masa pandemi yang masih tinggi. Hal ini diartikan sebagai nilai religiusitas keluarga yang meningkat di masa pandemi. Ia menyebut, “Mungkin karena melihat banyak korban jiwa dari pandemi ini, sehingga hati mereka terketuk untuk meningkatkan religiusitasnya”.

Dalam beberapa hal, pandemi Covid-19 memperluas kerentanan dan meningkatkan potensi krisis keluarga. Oleh karena itu lah perlu adanya antisipasi untuk menurunkan dan mencegah potensi krisis tersebut. Lalu bagaimana caranya? Menurut Euis Sunarti, diperlukan empat hal dalam melakukan ketahanan keluarga, yaitu “Ketahanan fisik ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan psikologis, dan yang tak kalah penting adalah kelentingan keluarga”.

Ketahanan keluarga merupakan hal yang bersifat dinamis. Ketahanan keluarga dimulai dari kehidupan pra pernikahan. Sebelum menyelam ke pernikahan, seseorang agaknya perlu memperhatikan kesiapan pernikahan. Euis Sunarti menganalogikan ketahanan keluarga sebagai suatu rumah. Untuk membangunnya diperlukan kekuatan dari semua komponen termasuk pondasi. Input yang diperlukan dalam membangun ketahanan keluarga nilai, tujuan, serta sumber daya manusia.

Selain itu, perlu adanya perhatian dalam mengelompokkan fungsi dan peran dari masing-masing anggota keluarga. Mulai dari ayah, ibu, hingga anak-anaknya. Dalam prosesnya membangun ketahanan keluarga, perlu memperhatikan manajemen sumber daya manusia dan pengelolaan masalah-masalah yang timbul dalam keluarga. Keluarga juga perlu memperhatikan komunikasi yang terbangun baik antar anggota keluarga maupun ekologi keluarga yang lain, seperti lingkungan dan sosial. Ketahanan keluarga ini akan memberikan output berupa kesejahteraan.

Euis Sunarti menambahkan, ketahanan keluarga tidak sesuai dengan kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender menuntut porsi yang sama antara kaum wanita dengan kaum laki-laki. Sedangkan ketahanan keluarga justru menuntut pembagian yang jelas mengenai peran dan fungsi ibu dan ayah. Sebagai contoh, ketika ayah pergi ke kantor, maka peran ibu harus memberikan pengawasan terhadap kemungkinan dampak negatif dari paparan internet. (VTR/RS)

31 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus-UII-5.jpg 412 598 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-31 10:25:192020-08-31 10:25:19Membangun Ketahanan Keluarga

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Iman Seseorang di Saat Meninggal Link to: Iman Seseorang di Saat Meninggal Iman Seseorang di Saat Meninggal Link to: Implementasi ISO 45001 Cegah Kecelakaan Kerja Link to: Implementasi ISO 45001 Cegah Kecelakaan Kerja Implementasi ISO 45001 Cegah Kecelakaan Kerja Scroll to top Scroll to top Scroll to top