• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Memulai Membaca dari yang Sederhana
Berita Kegiatan

Memulai Membaca dari yang Sederhana

Membaca merupakan salah satu cara seseorang memperoleh informasi atau mempelajari hal baru. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya membaca ini dinilai masih perlu menjadi perhatian bersama. Merespon hal ini, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar talkshow dan pameran poster bertajuk ‘Reading for Leading’ pada Jumat (20/12) di Auditorium Gedung Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya UII.

Kegemaran membaca dapat ditanam melalui proses kecil yang secara konsisten dibangun. “Kita perlu menikmati proses membaca,” ungkap Lanoke Intan Paradita, S.S., M.Hum. mengawali sesi. “Akan sulit bila buku pertama yang dibaca itu topiknya berat dan terlalu banyak. Jadi mulailah dari yang paling gampang dan dari topik yang paling disukai,” tuturnya.

“Kenapa ini menjadi penting bagi kalian mahasiswa PBI? Karena nantinya kalian akan menjadi guru, kalian akan memimpin, menjadi role model bagi siswa-siswi kalian di masa depan, terlebih dalam hal membaca,” pesan Lanoke.

Lanoke memaparkan pengalamannya mengikut mengikuti Extensive Reading World Kongres (ERWC). “Saya belajar banyak dari mereka (peneliti ahli topik extensive reading). Meskipun mereka ahli, mereka tetap memberikan Saya ruang untuk berbagi informasi yang masih rempah-rempah ini,” ungkapnya disusul gelak tawa.

“Saya bertemu Richard Day yang dalam temuan akademisnya menjelaskan 10 prinsip dalam mengajar membaca,” kata Lanoke. Berdasarkan Day dan Bamford (2002) 10 prinsip tersebut yakni:
1. The reading material is easy (diperlukan materi membaca yang mudah untuk mengajar membaca, terutama di tingkat awal)
2. A variety of reading material on a wide range of topics must be available (selain materi yang mudah dicerna, juga diperlukan materi yang bervarian, sehingga bahasan topik tidak monoton dan tidak terkesan terisolasi)
3. Learners choose what they want to read (siswa dibebaskan untuk memilih apa yang ingin dibaca)
4. Learners read as much as possible (siswa perlu membaca sebanyak-banyaknya)
5. The purpose of reading is usually related to pleasure, information and general understanding (tujuan utama dari membaca adalah murni karena kenikmatan, menambah wawasan, dan pemahaman)
6. Reading is its own reward (membaca menjadi hadiah para siswa itu sendiri)
7. Reading speed is usually faster rather than slower (kecepatan membaca biasanya meningkat dari biasanya)
8. Reading is individual and silent (siswa perlu membaca sendiri di suasana yang kondusif)
9. Teachers orient and guide their students (selain membahas materi, guru perlu membimbing siswa)
10. The teacher is a role model of a reader (guru perlu menjadi teladan bagi siswanya)

Selain dihadiri Sekretaris Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Sarjana, Rizki Farani, S.Pd., M.Pd., talkshow juga menghadirkan Achamd Sofari Usman, aktivis sosial dan budaya. Ia memaparkan bahwa kegemarannya berkontribusi dalam kegiatan sosial bermula dari Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dikatakan ada lima tahap yang perlu dilalui. “Perlu melakukan brainstorming, bila kalian belum tahu kegiatan sosial apa yang digemari,” tutur mahasiswa tingkat akhir yang akrab dipanggil Ari. Proses brainstorming membantu membuka peluang dan opsi dalam memilih.

“selanjutnya do some digging artinya lakukan sedikit riset, cari informasi lebih banyak, lalu daftarkan diri dan mulailah berkontribusi,” tuturnya. Ari juga menekankan pentingnya mengevaluasi diri di akhir proses melakukan aktvitas sosial dan mempertimbangkan keuntungan apa yang telah didapat. (IG/RS)

28 Desember 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/Memulai-Membaca-dari-yang-Sederhana.jpg 450 799 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-12-28 05:43:182019-12-28 05:43:36Memulai Membaca dari yang Sederhana

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Ada Pelajaran Bagaimana Berpikir Kritis dari Kisah Ibrahim Link to: Ada Pelajaran Bagaimana Berpikir Kritis dari Kisah Ibrahim Ada Pelajaran Bagaimana Berpikir Kritis dari Kisah Ibrahim Link to: Muhasabah Akhir Tahun Sebagai Upaya Penyucian Jiwa Link to: Muhasabah Akhir Tahun Sebagai Upaya Penyucian Jiwa Muhasabah Akhir Tahun Sebagai Upaya Penyucian Jiwa Scroll to top Scroll to top Scroll to top