• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Menepis Cultural Shock Saat Belajar Di luar Negeri
Berita Kegiatan, Pilihan

Menepis Cultural Shock Saat Belajar Di luar Negeri

Belajar di negara lain memiliki banyak tantangan bagi mahasiswa internasional. Selain jauh dari keluarga, perbedaan budaya juga menjadi tantangan tersendiri. Seperti tergambar dalam webinar “We are Multiculturalism: Indigenization and Internationalization”. Acara yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia dan Universitas Telkom ini bertujuan memberikan gambaran dan persiapan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri. Narasumber yang hadir yakni Emir Mahira, mahasiswa di University of British Columbia, Kanada. Emir juga merupakan mantan aktor di beberapa film terbaik di Indonesia dan sudah berpengalaman 10 tahun bersekolah di luar negri di tiga negara yang berbeda sejak SMP.

Emir mengawali webinar dengan menceritakan pengalamannya saat pertama kali pindah sekolah ke Singapura. Awalnya ia cukup takut karena dirinya termasuk orang yang introvert saat itu. Ditambah lagi dengan belum lancarnya berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Namun dukungan dari orang tuanya sangat membantu Emir untuk belajar berkomunikasi dan akhirnya dapat menyesuaikan budaya dan bahasa di sana.

“Pertama kali tinggal di luar negri memang menjadi sangat menantang, karena kita akan dipaksa untuk belajar budaya dan berkomunikasi dengan gaya bahasa mereka. Saya sangat beruntung memiliki orang tua yang sangat mendukung dan beberapa teman disana yang sangat membantu saya cepat beradaptasi.”, kisahnya.

Setelah menamatkan SMP di Singapura, Emir pindah ke Malaysia untuk melanjutkan pendidikan SMA. Emir mengaku budaya di Singapura dan Malaysia memang cukup berbeda tapi tidak jauh dari budaya di Indonesia.

“Saat bersekolah di Malaysia saya kembali belajar lagi budaya dan bahasa mereka. Walaupun bahasa mereka cukup mirip dengan bahasa Indonesia tapi saya lebih memilih untuk tetap menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Saya rasa budaya Malaysia tidak begitu berbeda dengan Indonesia.”, imbuhnya lagi.

Emir melanjutkan studinya untuk kuliah di Kanada, dengan mengambil jurusan marketing di University of British Columbia. Menurutnya kuliah di Kanada adalah pengalaman terbaiknya dalam belajar di negara lain karena di Kanada budaya yang ada jauh berbeda.

“Di Kanada benar-benar terasa cultural shock-nya, budaya di Indonesia, Singapura dan Malaysia cenderung tidak terlalu jauh. Sedangkan di Kanada sangat berbeda baik dari cara berbicara, kebiasaan, dan kepercayaan. Di Kanada masyarakatnya cenderung sangat kritis dan open minded, tapi sangat respectful. Namun juga tidak mudah mendapatkan teman, sehingga adaptasi saya memang cukup lama.”, ceritanya lagi.

Emir mengakhiri diskusi dengan memberikan wejangan kepada para mahasiswa yang hadir. “Pada akhirnya dimanapun negara yang menjadi tempat belajar kita pasti menghadapi cultural shock, jauh dari orang-orang dekat ke sebuah tempat yang kita tidak di kenal akan menjadi tantangan dan pengalaman yang sangat menarik. Jadi tetaplah ramah dan terus berusaha beradaptasi dan mendapatkan teman-teman antar negara akan menjadi pengalaman yang tidak mungkin dilupakan.” tutup Emir. (MH/ESP)

5 Desember 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/Screenshot-94.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2020-12-05 14:17:482020-12-07 14:23:59Menepis Cultural Shock Saat Belajar Di luar Negeri

Berita Terakhir

  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Apresiasi Karya Mahasiswa Lewat StuFest 2020 Link to: UII Apresiasi Karya Mahasiswa Lewat StuFest 2020 UII Apresiasi Karya Mahasiswa Lewat StuFest 2020 Link to: Pemberdayaan Berbasis Kebermanfaatan Link to: Pemberdayaan Berbasis Kebermanfaatan Pemberdayaan Berbasis Kebermanfaatan Scroll to top Scroll to top Scroll to top