• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menguak Fakta di Balik Ledakan Beirut, Lebanon
Berita Kegiatan

Menguak Fakta di Balik Ledakan Beirut, Lebanon

Ledakan besar yang terjadi di Lebanon pada 4 Agustus 2020 silam menyebabkan goncangan di dunia internasional. Banyak pihak masih berspekulasi mengenai penyebab terjadinya ledakan. Hal ini pulalah yang mendorong prodi Hubungan Internasional (HI UII) untuk mendiskusikannya lewat webinar bertema “Beirut Explosion & Indonesia-Lebanon Relations” pada Jumát (21/8). Acara ini menghadirkan dosen HI UII, Muhammad Zulfikar Rahmat, Ph.D sebagai narasumbernya.

Disampaikan Muhammad Zulfikar Rahmat, Lebanon merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang terkenal dengan keindahannya. Namun demikian, kemiskinan masih terhitung tinggi dan akses kesehatan masih sulit didapatkan. Bahkan kurs mata uang Lebanon terhitung nomor 3 terendah di dunia. Hal ini semakin diperparah dengan politik dan bisnis di Lebanon yang hanya dikuasai oleh orang tertentu serta tata kelola negara yang belum mapan.

“Ledakan pada 4 Agustus silam disebabkan oleh amoniun nitrat yang tersimpan di sebuah gudang di Beirut. Pada tahun 2013, terdapat sebuah kapal membawa amonium nitrat singgah di Beirut. Kapal itu dinyatakan tidak dapat berlayar lagi sehingga terhenti di sana. Muatan amonium nitrat kemudian dipindahkan ke gudang dan dibiarkan tersimpan di tempat itu”, ujarnya mengurai salah satu penyebab ledakan.

Akibat cara penyimpanan yang kurang memenuhi kaidah keselamatan, muncul percikan gas yang memicu ledakan non nuklir terbesar di sejarah. Kepulauan sejauh 250 km dari titik ledakan pun masih merasakan nuansa getarannya.

Ledakan itu turut memicu ketidakstabilan politik. Pasca ledakan, Hassan Diab selaku Perdana Menteri Lebanon mengundurkan diri sehingga ada kekosongan kekuasaan. Para ahli banyak berpendapat akan terjadi pemilu cepat untuk mengisi posisi pemimpin Lebanon.

Ledakan ini juga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya terluka. Tentunya mereka tidak dapat bekerja untuk sementara waktu. Karena ledakan terjadi di pelabuhan, para nelayan dan kegiatan ekspor impor ikut terkena imbas. Singkatnya, ledakan ini memberikan ancaman besar bagi perekonomian di Lebanon.

Hubungan Indonesia-Lebanon

Hubungan Indonesia dengan Lebanon terhitung baik. Pada saat terjadi ledakan, Indonesia dengan tanggap menunjukkan empatinya. Presiden Joko Widodo juga segera mengirim pasukan TNI untuk membantu korban ledakan di Lebanon. Ini dimungkinkan, karena Indonesia secara rutin mengirimkan kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Lebanon.

Sedangkan dalam ekonomi, Lebanon adalah mitra dagang strategis bagi Indonesia. Investasi di bidang perhotelan berjalan cukup baik. Hubungan kedua negara memang sejak lama tidak memiliki permasalahan berarti. Sehingga pasca ledakan, hubungan Indonesia-Lebanon diprediksi tidak akan terganggu, bahkan akan semakin erat. (FNJ/ESP)

23 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/08/ledakan-beirut-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-23 12:02:282020-08-24 12:04:10Menguak Fakta di Balik Ledakan Beirut, Lebanon

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Manfaatkan IT Untuk Lejitkan Bisnis Rintisan Link to: Manfaatkan IT Untuk Lejitkan Bisnis Rintisan Manfaatkan IT Untuk Lejitkan Bisnis Rintisan Link to: Mahasiswa Tiongkok Belajar Ekonomi Kreatif Indonesia Link to: Mahasiswa Tiongkok Belajar Ekonomi Kreatif Indonesia Mahasiswa Tiongkok Belajar Ekonomi Kreatif Indonesia Scroll to top Scroll to top Scroll to top