• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengukur Kebermanfaatan Inovasi dengan Katsinov Meter
Berita Kegiatan, Pilihan

Mengukur Kebermanfaatan Inovasi dengan Katsinov Meter

Universitas Islam Indonesia (UII) telah mampu menunjukkan kiprahnya melalui berbagai produk inovasi, baik dengan kegiatan penelitian maupun pengabdian masyarakat. Namun, kebermanfaatan produk inovasi bagi pengguna belum dapat dipastikan oleh dosen peneliti. Karenanya, Katsinov Meter hadir sebagai solusi untuk mengukur kesiapan suatu teknologi dari suatu program inovasi teknologi di industri/institusi/ maupun lembaga.

“Inovasi harus memberikan nilai komersil. Oleh karena itu, semoga kegiatan ini dapat diperluas manfaatnya agar Katsinov dapat dijadikan bagian yang melekat bagi proses penelitian yang ada di lingkungan UII,” ungkap Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch, Ph.D dalam sambutannya pada Workshop Pengukuran Tingkat Kesiapan Inovasi Perguruan Tinggi Menggunakan Alat Ukur Katsinov Meter, Senin (21/12).

Katsinov Meter merupakan alat ukur atau metode pengukuran untuk menghitung kesiapan suatu teknologi dari suatu program inovasi teknologi di industri/institusi/ maupun lembaga. Katsinov Meter menjadi upaya menjawab tuntutan kebutuhan alat ukur yang dapat menggambarkan perkembangan inovasi dan mengimplementasikan inovasi dengan siklus hidup yang lebih efektif. Metode ini telah dirilis dengan Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2019. Katsinov Meter dilengkapi tujuh aspek penilaian yaitu teknologi, pasar, organisasi, kemitraan, risiko, manufaktur, dan investasi. Masing-masing aspek memiliki enam tingkat kesiapan yaitu katsinov 1 hingga katsinov 6.

Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Yudi Widyanto, S.Si., M.Si., menyampaikan perbedaan inovasi dan invensi. Invensi diperoleh dari ide yang dituangkan pada kegiatan pemecahan masalah. Sedangkan inovasi menjadi lanjutan dengan mengeluarkan prototype yang harus bersentuhan dengan pasar atau pengguna. Mengapa mengukur inovasi menggunakan Katsinov Meter menjadi penting? Yudi Widyanto menjelaskan beberapa alasan yang membuat Katsinov Meter harus melekat pada proses penciptaan inovasi.

Alasan pertama adalah sebagian besar invensi gagal masuk pasar. Sebuah survei menunjukkan, dari 100.000 invensi hanya 310 produk yang berhasil masuk pasar. Hal ini tak hanya terjadi di negara berkembang layaknya Indonesia, namun juga di negara-negara maju yang gencar melakukan inovasi. Tetapi jangan malah berpikir untuk tidak melakukan penelitian lagi, Justru ketika punya banyak riset, kita punya banyak stock untuk menghasilkan inovasi yang mampu dikomersilkan.

Alasan kedua adalah kebanyakan invensi masih berfokus pada pengembangan teknologi tanpa memikirkan aspek pasar. Sehingga ketika masuk pasar, gagal karena tidak memahami kebutuhan pasar. Survey menunjukkan 20% kegagalan startup berawal dari tidak adanya kebutuhan pasar. “Banyak ide yang digelontorkan tapi cenderung dari sisi supplier. Inovasi tidak boleh dilepaskan dari calon pengguna,” terang Yudi Widyanto.

Alasan penting lain adalah saat ini kita dihadapkan pada era dimana suatu produk memiliki siklus hidup yang singkat. Sehingga katsinov akan membantu mengimplementasikan inovasi dengan siklus hidup yang lebih efektif. “Jangan sampai selesai penelitian produknya sudah usang”, jelas Yudi Widyanto. Katsinov Meter membantu dengan mengukur kemajuan kinerja teknologi, merencanakan secara strategis, serta meramalkan teknologi kompetitor.

Pelaksanaan pengukuran menggunakan Katsinov Meter melibatkan empat tim, yaitu penanggung jawab pengukuran dan penetapan, tim sekretariat pengukuran dan penetapan katsinov, tim penilai katsinov, dan koordinator kegiatan inovasi. Analis Kebijakan Muda Direktorat Sistem Inovasi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristek/BRIN, Sania Diaurrahmi BS, S.Pt., ME., menyampaikan seluruh proses dimulai dengan tim sekretariat mendaftar secara resmi ke pihaknya. Selanjutnya mengisi data lengkap sekretariat dan lembaga. Tahapan ini telah diverifikasi UII.

“Selanjutnya sekretariat juga bertugas untuk mengisi program-program yang akan diukur dengan Katsinov Meter sesuai kategori. Sekretariat juga membuat akun-akun bagi pihak UII yang terdiri dari penanggung jawab, inovator, maupun verifikator. Sehingga mereka tidak perlu mendaftar resmi ke Kemenristek, jelasnya. (VTR/RS)

22 Desember 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/Analis-Kebijakan-Ahli-Madya-BPPT-Dr.-Yudi-Widyanto-S.Si_.-M.Si_..png 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-12-22 04:39:162020-12-22 04:39:16Mengukur Kebermanfaatan Inovasi dengan Katsinov Meter

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Keutamaan Inner Beauty dalam Islam Link to: Keutamaan Inner Beauty dalam Islam Keutamaan Inner Beauty dalam Islam Link to: Guru Yang Memberdayakan Potensi Masyarakat Link to: Guru Yang Memberdayakan Potensi Masyarakat Guru Yang Memberdayakan Potensi Masyarakat Scroll to top Scroll to top Scroll to top