Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKKS) SMA se-Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menjajaki kerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Jumat (29/11). Pertemuan kedua belah pihak diagendakan di Gedung Prof. Sardjito lantai 2 UII. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SMA Kabupaten Bengkalis dan pimpinan UII beserta jajaran Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Dalam sambutannya, Dr. Zainal Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier UII, menyambut hangat kedatangan rombongan MKKKS SMA se-Kabupaten Bengkalis. Melengkapi sambutannya, ia sangat senang jika penjajakan kerja sama ini menghasilkan kolaborasi yang sama-sama kontributif bagi kedua belah pihak.

“Selamat datang di kampus kami, kampus tertua yang didirikan oleh pendiri bangsa. Di UII lah bergabung nilai keislaman dan nasionalisme. Kami berharap ke depan bisa memperluas jaringan UII guna melebatkan manfaat,” ungkapnya dalam sambutan.

Sebagai pimpinan delegasi MKKS, selain berterima kasih atas sambutan yang hangat dari UII, Sugito juga menyambut baik niat kerja sama dengan UII. Ia mengungkapkan bahwa di Kabupaten Bengkalis terdapat 47 SMA yang terdiri dari 34 SMA Negeri dan 13 SMA Swasta. Dengan begitu, peluang membuka mitra kerja sama bisa mewujud.

“Bengkalis memang sengaja memilih berkunjung ke UII karena melihat UII sebagai kampus bereputasi dan menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Di tempat kami, banyak lulusan UII yang langsung bisa masuk ranah kerja,” pungkasnya.

Sesi diskusi penjajakan kerja sama diawali oleh presentasi Ketua PMB UII, Beni Suranto, M.Soft.Eng. Ia memaparkan bahwa terdapat 4 jalur penerimaan mahasiwa baru. Di antaranya 4 jalur tersebut adalah Computer Based Test (CBT), Paper Based Test (PBT), Penelusuran Hafiz Alquran (PHA), dan Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB).

“Khusus untuk 6 kategori PSB, tiga kategori hanya mendapatkan keistimewaan saat masuk UII, Kategori Siswa Berprestasi Bidang & Akademik, Kategori Siswa Berprestasi Bidang Olahraga dan Seni, dan Kategori Prioritas Daerah Tertinggal, Terluar & Terdepan (3T). Sedangkan kategori 3 lainnya mendapatkan beasiswa UII dengan kategori nilai masing-masing,” jelasnya mempresentasikan.

Pertemuan ini ditutup dengan Sugito yang mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menindaklanjuti kerja sama ini dengan melihat kondisi lapangan terlebih dahulu. Ia berharap mampu kembali lagi ke UII dengan membawa berita baik.

“Kami perlu mempertimbangkan hal teknis di setiap lokasi di Kabupaten Bengkalis, semoga nanti bisa kembali lagi untuk tindak lanjut yang lebih ke depan. Segala sesuatu yang baik jika dilakukan dengan tergesa-gesa, maka hasilnya tidak akan maksimal.” pungkasnya menutup diskusi tersebut. (APB/ESP)