Bencana banjir melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) atau meliputi Propinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, di awal tahun 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banjir dengan ketinggian bervariasi dari 30 cm hingga 200 cm. Demikian tertulis pada situs BNPB (5 Jumadil Awwal 1441 H/1 Januari 2020) mengakibatkan ribuan rumah terendam.

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Indonesia (UII) Wilayah DKI Jakarta, bergerak cepat membantu dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak mulai Ahad (9 Jumadil Awwal 1441 H/5 Januari 2020) bersama Tim Search And Rescue (SAR) Mapala Unisi dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Humerus (TBMM) Fakultas Kedokteran UII mulai menerjunkan relawannya ke wilayah bencana.

“IKA UII Wilayah DKI Jakarta, merasa sangat prihatin atas bencana yang terjadi di awal tahun 2020. Sehingga sejak awal bencana terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengumpulkan informasi mengenai kondisi korban dan kebutuhan yang diperlukan. Informasi yang telah dihimpun dari tim, saat ini para korban membutuhkan bantuan makanan, pakaian dan obat-obatan,” jelas Dr. Halim Alamsyah., S.E., S.H., M.A, Ketua Alumni IKA UII DKI Jakarta (9 Jumadil Awwal 1441 H/5 Januari 2020) di sela-sela aktivitas membantu korban di lokasi bencana Babelan Bekasi.

Data yang dihimpun BNPB hingga 4 Januari 2020 tercatat sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 544 rumah rusak ringan. Kemudian lima fasilitas umum rusak berat, tiga fasilitas pendidikan rusak ringan, dan dua rusak sedang, dua fasilitas peribadatan rusak sedang, dan 24 jembatan mengalami rusak berat.

Sebanyak 12 Pemerintah Daerah menetapkan status tanggap darurat setelah dilanda bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sejak 31 Desember 2019 lalu. Dari 12 itu, wilayah DKI Jakarta tak masuk daftar daerah yang menetapkan status darurat.

Penentuan lokasi respon bencana berdasarkan koordinasi dengan BPBD Jakarta, dan merujuk juga data dari BNPB, Qlue, Pasangmata.com, Zurich alert, Pacific Disaster Center, dan Humanitarian OpenStreetMap Team dengan dukungan dari USAID, dan UrbanRiskLab.

Dr. Halim Alamsyah mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Rektor Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D untuk menurunkan Tim SAR Mapala Unisi dan TBMM FK UII membantu korban terdampak di lokasi banjir.

Saat ini Tim IKA UII DKI Jakarta sudah berada di lokasi banjir wilayah Babelan, Bekasi, dan Sajira (Lebak, Banten). “Kami sangat mengapresiasi komitmen seluruh pihak dan berharap tim akan fokus penanganan pasca banjir, terutama penanganan kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok. Tidak tertutup kemungkinan tim IKA UII DKI tersebut membuka posko di lain tempat, dengan prioritas yang masih belum terjamah bantuan, terutama medis,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut.

 

Ia juga menambahkan, “Program peduli banjir tersebut bukan kali ini saja, tapi sudah dimulai sejak 2007 saat wilayah DKI dilanda banjir besar. Pihaknya kini juga masih menggalang dana untuk disalurkan ke korban banjir”. (RS)