• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pemisahan Tempat Ibadah Berdasar Gender Tarik Minat Peneliti AS
Berita Kegiatan, Pilihan

Pemisahan Tempat Ibadah Berdasar Gender Tarik Minat Peneliti AS

Pemisahan tempat ibadah berdasar gender lazim ditemui di berbagai masjid atau mushala di Indonesia. Rupanya hal itu memantik rasa ingin tahu peneliti perbandingan agama asal Amerika Serikat. Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (HI UII) menggelar kuliah umum bertemakan “Religion and Gender: Comparative Studies between The US and Indonesia” pada Rabu (11/4), di Auditorium Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Kegiatan ini mengundang Bethany Elias Jenner, seorang kandidat Ph.D dari Arizona State University sebagai pembicara. Kegiatan ini terselenggara sebagai hasil kerjasama Prodi HI UII dan American Institute for Indonesian Studies.

Bethany selaku pemateri, merupakan lulusan pascasarjana Arizona State University dengan fokus religion studies yang kini sedang menyelesaikan disertasinya di universitas yang sama. Ia konsen meneliti gendered spaces bagi wanita Muslim. Kajiannya fokus pada pengaruh pemisahan tempat ibadah berdasarkan gender dalam kaitannya dengan interaksi terhadap kesakralan, diseminasi pengetahuan agama dan peluang kepemimpinan. Pada kesempatan yang sama, ia juga bercerita mengenai ketertarikannya terhadap studi agama serta pengalaman risetnya di Indonesia.

Salah satu tempat penelitian Bethany di Yogyakarta adalah Musholla Khusus Wanita Aisyiyah yang terdapat di Kauman dan Karangkajen. Sebagaimana disampaikan Bethany, ia memandang adanya kaitan antara pemisahan ruangan khusus wanita di ruang ibadah dengan pemberdayaan wanita. Selanjutnya secara spesifik ia menjelaskan bagaimana pemisahan ruang ibadah secara fisik, mempengaruhi pengalaman wanita muslim baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat.

Dari hasil penelitiannya, Bethany juga mengungkapkan perbedaan-perbedaan signifikan yang ia jumpai di Indonesia maupun Amerika. Salah satu paparannya yang menarik adalah di Qal’bu Maryam Women’s Mosque, Berkeley, yaitu musholla yang didirikan untuk memberdayakan perempuan.

Di sana wanita bahkan diperbolehkan berkhotbah dan mengimami jamaah laki-laki. Dalam praktik berjamaah juga tidak ada pemisah antara jamaah laki-laki dan wanita. Menurutnya, hal tersebut tentu saja sangat berbeda dengan yang ia temui di Indonesia.

Saat ditanyai apakah fenomena musholla khusus wanita merupakan wujud feminisme dalam arti bagaimana wanita memperoleh dan memperjuangkan hak-haknya, Bethany membantah hal tersebut. Menurutnya, apa yang ia peroleh dari risetnya, terutama dari Musholla Khusus Wanita Aisyiyah bukanlah wujud perlawanan wanita terhadap hak, melainkan wujud optimalisasi dan maksimalisasi hak-hak yang memang sudah seharusnya. “The woman, they don’t fight for the rights, because the rights have always been there,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Bethany mengungkapkan perlunya toleransi dan upaya saling memahami perbedaan, terutama perbedaan lintas agama dalam mewujudkan harmoni antar sesama. Ia menekankan pentingnya setiap orang untuk tidak menutup mata namun terbuka dan mau mempelajari hal yang lain. (MIH/ESP)

12 April 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/04/IMG_0310.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-04-12 10:50:402018-04-12 10:51:37Pemisahan Tempat Ibadah Berdasar Gender Tarik Minat Peneliti AS

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Zakat Profesi Punya Potensi Makin Berkembang Link to: Zakat Profesi Punya Potensi Makin Berkembang Zakat Profesi Punya Potensi Makin Berkembang Link to: Generasi Milenial Harus Siap Bersaing di Kancah Internasional Link to: Generasi Milenial Harus Siap Bersaing di Kancah Internasional Generasi Milenial Harus Siap Bersaing di Kancah Internasional Scroll to top Scroll to top Scroll to top