• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Skill Bantuan Hidup Dasar Bagi Relawan Bencana
Berita Kegiatan, Pilihan

Pentingnya Skill Bantuan Hidup Dasar Bagi Relawan Bencana

Tim Bantuan Medis Mahasiswa Humerus (TBMM Humerus) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) Sariharjo, Sleman mengadakan pelatihan terkait kebencanaan puting beliung pada Minggu (23/01) di Balai Desa Sariharjo. Materi disampaikan oleh dr. Wira Muhammad Rindra terkait bantuan hidup dasar (BHD) yang bisa dilakukan saat terjadi bencana.

Bantuan hidup dasar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat korban bencana mengalami keadaan yang mengancam jiwa. Saat terjadi bencana alam tidak hanya relawan yang turun ke lapangan untuk membantu proses penanganannya. Banyak pihak yang terlibat dalam tanggap bencana, seperti komunitas atau kelompok relawan.

“Apabila tidak memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai, keterlibatan relawan akan memunculkan masalah yang dapat menghambat proses penanganan bencana alam, seperti masalah kesehatan, keamanan, dan keselamatan dirinya sendiri,” jelasnya.

Wira menjelaskan hal pertama yang bisa dilakukan relawan saat mendapati korban bencana alam yang tidak sadar adalah memeriksa apakah korban mengalami henti jantung atau tidak. Caranya bisa dilakukan dengan menepuk bahu dan memanggil korban. Apabila masih tidak ada respon bisa mencubit atau menepuk korban. “Sebelum mendekati korban pastikan lingkungan sekitar korban aman,” jelasnya.

Setelah dipastikan lingkungan sekitar korban dan penolong aman dilanjutkan dengan pemasangan alat AED (automated external defibrillator). AED adalah sebuah alat medis yang dapat menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung jika dibutuhkan guna menolong korban henti jantung.

Dia menambahkan langkah selanjutnya yang harus dilakukan penolong adalah memeriksa pernapasan korban. Penolong awam dapat melakukan kompresi dada dengan memberikan penekanan daerah bawah sternum (tulang dada yang menonjol) dengan teratur. Manfaatnya menciptakan aliran darah ke jantung.

Senada, Windyan Kestri Herdhani, Ketua Penyelenggara juga menganggap pelatihan BHD kepada relawan sangatlah penting. “Kami juga melakukan latihan simulasi dengan harapan peserta dapat memiliki skill tepat, baik, dan cepat,” jelasnya.

TBMM Humerus juga memberikan bantuan alat pertolongan seperti tandu, bidai, dan mitella yang bisa digunakan misal terjadi bencana. Windyan berharap acaranya ini dapat menebarkan manfaat dan memotivasi fakultas kedokteran lain terkait perannya di masyarakat. “Dalam rangkaian acara ini kami juga memberikan materi mengenai kesehatan mental saat bencana,” jelasnya.

Ia menyinggung bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas dan kerugian fisik namun juga berdampak pada kesehatan mental seperti timbulnya trauma. “Saat bencana puting beliung warga akan panik dan cemas. Salah satu teknik yang bisa dilakukan agar tetap tenang adalah dengan butterfly hug,” jelasnya.

Ketua Destana Desa Sariharjo, Aris Mawardi menyampaikan rasa terima kasihnya, ”Kami senang sekali diberikan pemaparan yang begitu detail, simulasi latihan, dan juga bantuan alat medis.” (UAH/ESP)

25 Januari 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/01/Pentingnya-Skill-Bantuan-Hidup-Dasar-Bagi-Relawan-Bencana.jpg 450 757 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-01-25 14:51:342022-01-25 14:57:57Pentingnya Skill Bantuan Hidup Dasar Bagi Relawan Bencana

Berita Terakhir

  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tiga Guru Besar UII Sampaikan Pidato Pengukuhan Link to: Tiga Guru Besar UII Sampaikan Pidato Pengukuhan Tiga Guru Besar UII Sampaikan Pidato Pengukuhan Link to: Pencegahan dan Penanganan Tindakan Bully di Lingkungan Kampus Link to: Pencegahan dan Penanganan Tindakan Bully di Lingkungan Kampus Pencegahan dan Penanganan Tindakan Bully di Lingkungan Kampus Scroll to top Scroll to top Scroll to top