• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Perlukah Konsumsi Vitamin D Bagi Masyarakat Tropis? 
Berita Kegiatan, Covid19

Perlukah Konsumsi Vitamin D Bagi Masyarakat Tropis? 

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menyelenggarakan seminar online pengabdian masyarakat ke-8 bertema “Vitamin D dan Kesehatan Kulit” pada Sabtu (4/9). Seminar ini dilatarbelakangi perubahan perilaku masyarakat pasca pandemi. Masyarakat mengkonsumsi berbagai suplemen yang dianggap dapat meningkatkan imunitas, tak terkecuali vitamin D.

Tentunya banyak masyarakat mempertanyakan perlukah kita sebagai warga negara Indonesia yang tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun untuk mengkonsumsi suplemen tambahan vitamin D dan apa saja efeknya terhadap kesehatan kulit.

Vitamin D merupakan salah satu unsur penting dalam tubuh yang perlu diaktifkan oleh sinar matahari. Dr. dr. Betty Ekawati Suryaningsih, Sp. KK menjelaskan sumber vitamin D selain dari sinar matahari bisa berasal dari diet makanan seperti kuning telur, salmon, mackerel, dan hati. Terakhir kita bisa memperolehnya melalui suplemen.

Sinar ultraviolet ada berbagai jenis yaitu UVA, UVB, dan UVC. Sinar UVB sanggup menembus sampai lapisan epidermis, sedangkan UVA mampu terserap ke lapisan yang lebih dalam biasanya sebagai penyebab penuaan dini. 

Ia menambahkan proses penyerapan vitamin D ke dalam kulit manusia. Diawali saat kandungan UV dari sinar matahari terkena kulit, vitamin D3 (cholecalciferol) akan terbentuk dalam jumlah yang besar. Vitamin D3 ini adalah bentuk awal dari vitamin D yang akan langsung dikirim ke organ hati dan ginjal untuk menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh.

Membicarakan mengenai kesehatan kulit, vitamin D dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi kulit dari penuaan dini. Selain itu juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit pembuluh dan jantung karena dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah.

“Khususnya saat pandemi Covid-19, peran vitamin D yang sangat kita butuhkan adalah peran penyerapan kalsium yang dapat meningkatkan daya tahan imun dan memperbaiki sistem imun,” jelasnya.

Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan rambut rontok. Gejala lainnya adalah kulit kering, jerawat, infeksi. Akibat yang lebih parah adalah munculnya kanker kulit.

“Kebutuhan vitamin D sehari-hari 600-700 IU perhari, untuk lanjut usia 800 IU, sedangkan untuk pasien Covid-19 5.000 IU,” pesan dr. Betty.

Senada dengan penjelasan dr. Betty, dr. Edi Fitrianto, M. Gizi menyampaikan pentingnya vitamin D. Kekurangan vitamin D seringkali tidak bergejala atau bergejala yang biasanya kurang bisa dipahami oleh masyarakat umum seperti mudah sakit, gangguan mood, sesak nafas, dan kejang.

Edy menjelaskan jika salah satu fungsi vitamin D adalah membentuk dan menjaga kesehatan tulang. Apabila jumlah vitamin D dalam tubuh rendah, maka penyerapan kalsium pun akan berkurang. Akibatnya terjadi pengeroposan tulang, utamanya pada wanita yang menopause. Hal itu merupakan alasan dosis pada orang lanjut usia lebih tinggi dari dewasa biasa. (UAH/ESP)

6 September 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/Perlukah-Konsumsi-Vitamin-D-Bagi-Masyarakat-Tropis-.jpg 450 802 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2021-09-06 14:26:322021-09-08 14:30:28Perlukah Konsumsi Vitamin D Bagi Masyarakat Tropis? 

Berita Terakhir

  • UII Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Temanggung dan IKA UII Jawa Tengah
  • UII Umumkan Pemenang Sayembara Mural Nasional Milad ke-83
  • UII Perluas Kemitraan dengan Pemkab Temanggung
  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani
  • UII Gelar Bedah Buku Mahfud MD, Angkat Dinamika Hukum dan Politik Nasional

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Maha Data dalam Layanan Kesehatan Digital Link to: Maha Data dalam Layanan Kesehatan Digital Maha Data dalam Layanan Kesehatan Digital Link to: Mahasiswa UII Raih Juara Lomba Esai Nasional Link to: Mahasiswa UII Raih Juara Lomba Esai Nasional Mahasiswa UII Raih Juara Lomba Esai Nasional Scroll to top Scroll to top Scroll to top