• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Proyeksi Kesiapan Implementasi Merdeka Belajar
Berita Kegiatan

Proyeksi Kesiapan Implementasi Merdeka Belajar

Gagasan Merdeka Belajar memungkinkan mahasiswa untuk mengambil dasar kelimuan yang sepenuhnya berbeda dengan apa yang telah dipelajari di jurusan yang ditempuh. Ibarat berenang dengan berbagai gaya, mahasiswa kini diharapkan dapat membuat keputusan dengan berbagai macam pertimbangan.

Terlepas dari itu, kampus perlu menyesuaikan dan meregulasi jalannya prosedur Merdeka Belajar secara teknis agar tidak terjadi salah sasaran dalam memilih bidang keilmuan. Topik ini menjadi bahasan dalam diskusi Strategi Program Studi Menyongsong Implementasi Pembelajaran Luar Kampus (Merdeka Belajar) yang diadakan oleh Program Studi Teknik Lingkungan pada Sabtu (16/5) secara daring.

“Segala bentuk kegiatan pembelajaran luar perguruan tinggi (PT) harus dilaksanakan pada institusi yang telah direkognisi oleh program studi dan memiliki dokumen kerja sama formal baik dengan universitas, fakultas, atau program studi,” ungkap Agung Nugroho Adi, S.T, M.T. “Pilihan mata kuliah luar program studi dapat dibagi ke dalam beberapa klaster seperti humaniora, komunikasi, teknologi dan komputasi, ilmu alam, ekonomika,” tuturnya walaupun klaster tersebut masih sebagai gambaran besar.

“Sedangkan untuk kegiatan pembelajaran luar kampus non-PT, dapat dilaksanakan minimal satu semester dalam bobot 20 sks,” jelasnya. Agung mengaku salah satu yang menjadi topik hangat dalam rapat adalah asesmen penilaian. “Sebenarnya asesmen bisa dilakukan seperti biasa melalui tes tertulis, lisan, observasi dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Program Studi Informatika Program Sarjana UII, Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D. menyebutkan telah mengkaji ulang kurikulum yang telah diterapkan di program studi informatika UII sejak tahun 2016 yang bernama 3+1. “Artinya tiga tahun belajar di dalam kampus, dan satu tahun belajar di tengah masyarakat,” tuturnya. Dhomas menambahkan bahwa profil lulusan informatika diharapkan menjadi insan solutif yang menghadirkan solusi dalam konteks teknologi dan informasi di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Dhomas mengungkapkan ada lima jalur yang dapat ditempuh mahasiswa di tahun keempat, di antaranya adalah jalur (1) Research, (2) Community Development, (3) Business start-up, (4) Study abroad, (5) Internship. “Kelima jalur ini tentu memiliki syaratnya masing-masing. Untuk jalur research, mahasiswa perlu menyiapkan judul research yang akan dilakukan minimal sebelum memasuki tahun keempat. Judul ini nantinya akan dibawa ke dalam rapat dan akan didiskusikan oleh pakar apakah judul tersebut memungkinkan untuk dilanjutkan atau tidak,” jelasnya.

Adapun untuk jalur Community Development, mahasiswa perlu membentuk kelompok dalam dua sampai tiga orang. “Berbeda dengan Business Start-up, mahasiswa harus memiliki kelompok berisi tiga orang. Karena dalam jalur ini, mahasiswa telah ditentukan perannya sebagai hipster, hustler, dan hacker. Disini mahasiswa juga dimungkinkan mendapat coaching, dalam hal ini Simpul Tumbuh,” ungkapnya. Sedangkan jalur Internship dan Study abroad, mahasiswa harus mendaftarkan dirinya secara individu. “Untuk magang, kita membuka perusahaan yang bermitra dengan UII dalam rangka memudahkan memonitoring mahasiswa,” tuturnya.

Dhomas mengaku bahwa kekhawatiran mahasiswa adalah apakah mereka dapat melanjutkan studi S2 setelah memilih jalur yang dianggap tidak menunjang di seleksi beasiswa. Merespon kekhawatiran tersebut Dhomas menekankan bahwa apapun jalur yang dipilih oleh mahasiswa, pada akhirnya semuanya akan mengumpulkan hasil pembelajarannya dalam bentuk tulisan atau laporan. “Laporan ini yang nantinya menunjang mahasiswa dalam seleksi beasiswa,” ungkapnya.

Kelima jalur yang telah diberlakukan sejak 2016 tersebut, menurut Dhomas telah menyesuaikan panduan Merdeka Belajar dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 yang berisi delapan jalur. (IG/RS)

18 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-2.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-05-18 23:45:312020-05-19 01:10:10Proyeksi Kesiapan Implementasi Merdeka Belajar

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menilai RUU Cipta Kerja untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Link to: Menilai RUU Cipta Kerja untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menilai RUU Cipta Kerja untuk Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaPeran Pemuda Link to: Membentuk Karier di Era 4.0 Link to: Membentuk Karier di Era 4.0 Membentuk Karier di Era 4.0 Scroll to top Scroll to top Scroll to top