• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Rektor UII Sampaikan Tantangan Perdagangan Bebas ASEAN – Tiongko...
Berita Kegiatan, Pilihan

Rektor UII Sampaikan Tantangan Perdagangan Bebas ASEAN – Tiongkok

Dalam kunjungannya ke Nanjing Xiaozhuang University, Tiongkok (China) Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Nandang Sutrisno, SH, L.LM., MHum., Ph.D. berkesempatan menjadi pembicara di sebuah forum yang dihadiri mahasiswa dan akademisi setempat. Nandang Sutrisno mengangkat topik tentang perkembangan terkini Kesepakatan Perdagangan Bebas antara ASEAN dan Tiongkok (ASEAN-China Free Trade Agreement – ACFTA). Topik ini sangat terkait dengan aktifitas ekonomi negeri tirai bambu yang semakin meningkat di kawan Asia Tenggara.

Disampaikan Nandang Sutrisno, sejak diimplementasikan pada tahun 2010, ACFTA telah mendorong terjadinya peningkatan volume perdagangan yang signifikan antara kedua pihak. Namun demikian, ia menilai terdapat beberapa catatan dan evaluasi yang perlu diambil agar kesepakatan ini dapat menguntungkan keduanya.

“Meski dinilai sukses mengurangi tarif perdagangan, namun negara-negara ASEAN kurang berhasil memaksimalkan surplus dari neraca perdagangannya. Indonesia misalnya mengalami defisit perdagangan yang jumlahnya semakin besar dengan Tiongkok”, jelasnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena menunjukkan masih minimnya produk ASEAN yang menembus dan diterima pasar Tiongkok.

Menurutnya, langkah yang perlu diambil negara ASEAN adalah dengan memperkuat dan membenahi sektor industri dalam negeri sehingga mampu menghasilkan produk kompetitif yang dapat dipasarkan di Tiongkok. Sektor agribisnis masih memainkan peranan penting dalam relasi perdagangan ini. Impor Tiongkok terhadap produk agribisnis negara ASEAN terus meningkat dengan rincian, Vietnam (28%), Thailand (26%), Indonesia (25%), dan Malaysia (15%).

Di samping itu, pemerintah ASEAN dinilainya juga perlu mencermati tren pertumbuhan turis asal Tiongkok yang mengunjungi tempat-tempat wisata di negara ASEAN. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah memungkinkan warganya untuk menjadi turis internasional yang dikenal royal membelanjakan uang. Pariwisata dapat menjadi sumber pemasukan yang potensial bagi kedua pihak.

Ditambahkan Nandang Sutrisno, untuk menyambut peluang itu negara ASEAN haruslah memiliki sektor industri jasa dan pariwisata yang saling terintegrasi. “Di tahun 2016 saja ada 19.8 juta turis Tiongkok yang berkunjung ke ASEAN, sedangkan turis ASEAN yang ke Tiongkok tercatat sebanyak 10.3 juta,” imbuhnya.

Terakhir Nandang Sutrisno menggarisbawahi perdagangan bebas yang semakin berkembang di kawasan ASEAN – Tiongkok akan membantu dalam menciptakan stabilitas keamanan regional di kawasan.

28 Maret 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/Rektor-UII-Sampaikan-Tantangan-Perdagangan-Bebas-ASEAN-Tiongkok.jpeg 325 488 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-03-28 16:12:132018-03-28 16:12:13Rektor UII Sampaikan Tantangan Perdagangan Bebas ASEAN – Tiongkok

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII dan Nanjing Xiaozhuang University Pererat Kerjasama Link to: UII dan Nanjing Xiaozhuang University Pererat Kerjasama UII dan Nanjing Xiaozhuang University Pererat Kerjasama Link to: FMIPA UII Selenggarakan Diskusi Integritas Impor Garam Link to: FMIPA UII Selenggarakan Diskusi Integritas Impor Garam FMIPA UII Selenggarakan Diskusi Integritas Impor Garam Scroll to top Scroll to top Scroll to top