• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Remaja Diminta Pintar Kelola Pergaulan Dengan Nilai Islami
Berita Kegiatan

Remaja Diminta Pintar Kelola Pergaulan Dengan Nilai Islami

La Ode Munafar merupakan penulis 54 buku yang kerap membahas tentang dakwah. Sosok asal Pulau Muna, Sulawesi Tenggara ini baru saja menyelesaikan bukunya yang ke 55 dengan judul Indonesia Tanpa Pacaran. Judul pada buku ini ia tetapkan setelah membaca 25 judul buku dengan tema pacaran yang berlatarbelakang dari berbagai perspektif.

Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) berkesempatan mengundang penulis untuk mengulik latar belakang maupun isi dari buku tersebut. Acara yang menjadi rangkaian Gema Muharram 1439 H ini diadakan pada Senin (16/10) di Masjid Ulil Albab UII.

Menurut La Ode Munafar, ide dibuatnya buku berasal dari sebuah komunitas bernama “Gerakan tanpa Pacaran”. Komunitas yang berdiri pada tahun 2015 ini terbentuk berawal dari kekhawatiran mulai berkurangnya minat pada Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

“Sekarang komunitas yang ada justru kebanyakan mengarahkan kepada hal praktis seperti One Day One Juz, Baca Qur’an setelah itu lapor selesai. Atau tidak berkesinambungan yang bersifat dakwah.”Tutur La Ode Munafar.

Lebih dalam membahas tentang buku ini, La Ode Munafar memaparkan argumennya dari berbagai aspek seperti ekonomi, ilmiah,  psikologis, dan biologis. Ia telah mengambil 700 sampel analisa para aktivis pacaran dengan ketepatan 82%. Dimulai dalam ranah psikologi dengan muncul pertanyaan “Kenapa di Indonesia banyak terjadi pembunuhan yang berawal dari pacaran?”. Bahkan pada tahun 2012 terjadi 44 kasus.

“Secara psikologis laki-laki mempunyai sifat dasar yang disebut edipoesa atau maskulin (menganggap dirinya lebih kuat daripada wanita). Dengan sifat dasar ini laki-laki akan melakukan tindakan agresif jika kemauannya tidak dituruti oleh wanita”, katanya. Naluri laki-laki yang membawa sesuatu dengan logika akan mudah membuat rasa bosan. Unsur-unsur inilah yang nantinya akan membawa dampak kriminal termasuk pembunuhan.

“Di Balikpapan dalam satu tahun terjadi 9.000 lebih kasus percerian dan wanita sebagai pihak penggugat karena tidak kuat dengan perlakuan suaminya. Namun sifat edipoesa yang dimiliki oleh laki-laki akan mengeluarkan ancaman atas tindakan si perempuan”, Tuturnya.

Dalam analisis lainnya, ia menggunakan indikator efisiensi waktu. Menurut survey, orang yang berpacaran telah menghabiskan 45 jam waktunya dalam seminggu. Didukung dengan survey yang lainnya tentang keberlanjutan ke jenjang pernikahan bahwa 84% orang berpacaran tidak sampai menikah.

“Coba jika 45 jam waktunya dalam seminggu digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna seperti membaca, menulis atau membuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Dan akan percuma jika pada akhirnya nanti waktu yang telah anda gunakan itu hanya untuk menjaga jodoh orang lain.” Tuturnya.

Ia menutup paparannya dengan nasihat agar audiens mengelola hubungan dengan prinsip-prinsip Islami. Maksudnya, hubungan dengan lawan jenis hendaknya tidak mengarah pada hal-hal negatif. Apabila merasa telah mampu, menikah adalah solusi terbaik. (BKP)

17 Oktober 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/IMG_20171016_195728.jpg 330 490 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2017-10-17 09:44:452017-10-17 09:46:40Remaja Diminta Pintar Kelola Pergaulan Dengan Nilai Islami

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Sereal Susu Biji Mangga Hantarkan UII Juara 1 Olinamasi 2017 Link to: Sereal Susu Biji Mangga Hantarkan UII Juara 1 Olinamasi 2017 Sereal Susu Biji Mangga Hantarkan UII Juara 1 Olinamasi 2017 Link to: Adu Keterampilan Diplomasi Melalui Simulasi Sidang ASEAN Link to: Adu Keterampilan Diplomasi Melalui Simulasi Sidang ASEAN Adu Keterampilan Diplomasi Melalui Simulasi Sidang ASEAN Scroll to top Scroll to top Scroll to top