Pembangunan infrastruktur yang begitu pesat disinyalir belum diikuti dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. Tidak jarang masyarakat menilai pembangunan yang dilakukan tidak memperhatikan lingkungan di sekitarnya, dan menyebabkan berbagai macam persoalan muncul. Sperti contoh pasokan air di sungai menurun setelah pembangunan hotel di sekitarnya.

Bermula dari persoalan tersebut, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) menggelar Sakapari 2019, dengan mengusung tema “Sustainability in Architecture”. Kegiatan ini merupakan tanggapan akan presepsi masyarakat yang menilai arsitek turut berkontribusi merusak lingkungan dengan karya-karyanya.

 

Sebagai bagian dari kegiatan Sakapari 2019, diadakan Sharing Session dan Pameran Karya yang di Mezzanine Eatery & Coffee pada 28-30 Januari 2019. Selain itu, beberapa karya Jurusan Arsitektur juga dipamerkan pada kegiatan Open House yang diselenggaran pada hari yang sama di Gedung Moh. Natsir, Kampus Terpadu UII.

Disampaikan Sekretaris Sakapari 2019, Yulia Pratiwi S.T., M.Eng., tema Sustainabily in Architecture merupakan tanggapan akan isu-isu di masyakarat yang menilai arsitektur turut berkontribusi terhadap perusakan lingkungan, dengan pembangunan-pembangunan yang tidak menggunakan konsep Go Green.

“Oleh Karenanya, salah satu kegiatan Sakapari 2019 ini, kami mengadakan pameran yang diisi berbagai macam karya arsitektur, yang dapat berkontribusi mengurangi masalah lingkungan,” ujar Yulia Pratiwi.

Sebanyak 27 karya professional arsitektur dipamerkan di Gedung Moh. Natsir UII. Sementara 13 karya ramah lingkungan yang terdiri dari 3 karya Ikatan Arsitektur Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (IAI DIY), 7 karya Program Profesi Arsitektur, 3 karya mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur dipamerkan di Mezzanine Eatery & Coffee.

Penentuan karya-karya yang dipamerkan berdasarkan pada konsep sustainability berupa penghematan energi dan penggunaan material yang ramah lingkungan. “Bangunan yang mengusung konsep sustainability, dapat terlihat pada penghematan energi dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Semua karya tersebut sudah memenuhi kriteria sehingga layak untuk dipamerkan,” ungkap Yulia Pratiwi.

Sharing session yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini menghadirkan Ketua IAI DIY yang juga Ketua Program Profesi Arsitek UII, AR. Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T., IAI., AA., Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham, PhD., IAI., Sekretaris Program Studi Arsitektur UII, Arif Budi Sholihah, S.T., M.Sc., PhD. serta Sekretaris Program International Class Arsitektur UII, Dr. Ing. Putu Ayu P. Agustiananda, S.T.

Pada sharing session hari pertama terdapat pemaparan 3 karya dari pemenang Sayembara Desain Kawasan Kalibuntung, Sleman yaitu Widodo Agung Nugraha, IAI, Peda Bayu, IAI, dan Theo Rifai, IAI. Selanjutnya pada hari ke 2, diisi oleh paparan dari mahasiswa Program Profesi Arsitektur UII yaitu Haifa Azizah Utaryanto, S.Ars. (Perencanaan Kampus V UAD), Dina Sari Surbakti, S.Ars. (FRC: Gedung Sekolah Dasar), dan Adil Mushaithir Darmawan, S.Ars (Perancangan Rumah Kost Muntilan).

Selain itu pada sharing session hari kedua, juga dipaparkan karya dari Tri Astuti R. N, S.Ars (Perancangan Kantor Kecamatan Ampel Boyolali), Yushna Septian Adyarta, S.Ars (Jombor CoWorking Space), Aryani Puspitasari, S.Ars (Perancangan Ruko Bapak Andhik), serta Annisa Finy P.P, S.Ars (Ganis House “Eco Friendly Boarding House with Comfortable Sharing Atmosphere Taste Cafe”).

Sementara pada sharing session hari ketiga, diisi dengan paparan karya dari mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur UII, yaitu Ridho Pawenang, S.Ars (Pemenang Blue Ribbon Proyek Akhir Sarjana Arsitektur UII), Mutia Amelia Febriana dkk (Pemenang Sayembara Kawasan Tugu Simpang Lima Takengon Aceh), Muhammad Ihsan Hernanta dkk (Sayembara Livable Oasis).

Melalui kegiatan sharing session ini sendiri, diharapkan dapat menjadi sarana diseminasi karya arsitektur, baik untuk mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi ajang penyampaian inovasi, ide, gagasan dalam mewujudkan arsitektur berkelanjutan. (NI/RS)