Tantangan dalam dunia pendidikan semakin rumit. Sejauh ini belum banyak perguruan tinggi yang bisa menghasilkan lulusan yang siap pakai di lapangan. Maka dari itu, mahasiswa dari prodi pendidikan Agama Islam dituntut lebih mengutamakan kualitas diri serta tidak lupa untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat. Dengan bersyukur dan terus memperbaiki diri maka akan menghasilkan pribadi yang baik dan juga berkualitas.

Demikian seperti disampaikan H. Sajian, S.Ag., M.Pd dalam acara Mujahadah dan Diskusi Ilmiah yang bertempat di Ruang Sidang FIAI, pada Rabu (30/1). Acara yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UII itu juga dihadiri Dekan FIAI UII, Drs. Tamyiz M.A., Ph.D, Kaprodi PAI UII, Moh. Mizan Habibi, S.Pd.I., M.Pd.I serta staf di lingkungan prodi.

Pada kesempatan ini, prodi PAI juga sekaligus memberikan sertifikat kepada mahasiswa yang telah berdedikasi dalam memberikan prestasi terbaiknya atas nama prodi.

Mizan Habibi mengungakapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa PAI yang telah berjuang mengharumkan nama prodi PAI yang juga dikarenakan adanya dorongan dari kaprodi yang lalu.

“Kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas dorongan dan segala sesuatunya termasuk kepada teman mahasiswa yang selama ini telah menjadi mitra berjuang di prodi PAI sehingga selama 2018 alhamdulillah secara umum programnya sudah berjalan dengan baik” ungkapnya.

Dalam acara ini terdapat 16 mahasiswa yang bisa hadir dari total 26 mahasiswa berprestasi PAI 2018 yang terdiri dari berbagai bidang seperti bidang karya tulis ilmiah, tahfidzul quran, bahasa Inggris, dakwah, dan bidang akademik.

Mizan juga mengungkapkan komitmennya agar tahun 2019 prodi PAI UII bisa lebih baik dalam segala aspek. Pada tahun 2019 prodi PAI bersama prodi lain akan mengadakan hajatan rutin lima tahunan menyambut re-akreditasi dan mengupayakan agar semua prosesnya berjalan dengan maksimal. (DRD/ESP)