Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A mengapresiasi langkah Universitas Islam Indonesia (UII) yang membuka platform pasar daring Warung Rakyat selama pandemi. Platform tersebut digunakan para pelaku usaha lokal untuk memasarkan barangnya secara online. Setidaknya sekitar 500 lebih pengusaha di beberapa wilayah di Jogja sudah tergabung dalam platform ini.

Hal itu disampaikannya dalam Webinar Growth Festival IBISMA UII yang diselenggarakan secara daring di UII belum lama ini. “Warung rakyat menjadi gambaran bagian dari peran perguruan tinggi untuk membangkitkan pelaku usaha yang sekarang semuanya mengalami kontraksi berbeda-beda. Dari kontraksi yang berbeda-beda antar pelaku usaha diharapkan menciptakan kolaborasi yang baik. Ada tujuan yang harus kita capai bersama-sama, siapa yang harus berbuat apa, apa yang harus dilakukan agar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menciptakan kolaborasi yang baik, hal yang paling penting adalah data. Data sangat penting terhadap kejelasan arah kebijakan yang akan diambil. Data harus bisa menggambarkan dan bisa  bicara dalam arti dapat mengaktualisasikan terhadap kondisi nyatanya. Dengan ini diharapkan apa yang dilakukan dapat tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat hal.

“Pemda DIY melakukan sisi pemberdayaan dan pembinaan mendampingi para pelaku usaha bagaimana agar usaha punya izin di UMK. Namun karena keterbatasan sumber daya yang ada di pemerintahan, penting berkolaborasi bersama perguruan tinggi dengan menerjunkan mahasiswanya untuk membina secara langsung ke pelaku usaha khususnya di bidang digitalisasi usaha”, imbuhnya.

Sementara itu, Wawan Hermawan selaku Wakil Ketua KADIN Sleman percaya bahwa UKM bisa bersinergi dan bahkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi bersama. Wawan menambahkan strategi yang harus dilakukan ketika pandemi tidak usah muluk-muluk yakni bagaimana agar jualan laku dan dapat meningkatkan penjualan. Pemerintah dapat membantu di bagian dana apabila pelaku usaha membutuhkan subsidi usaha.

“Dinas DIY di kabupaten dan provinsi semua melakukan langkah yang sangat luar biasa untuk UKM yang ada di daerah masing-masing. Yang diperlukan adalah kesatuan arah yang tidak jalan sendiri-sendiri. Misalnya kabupaten dapat bersinergi dengan provinsi sehingga sinergi menjadi kata kunci utama dalam peningkatan saat ini”, pesannya.

Kolaborasi yang sudah dilakukan pihaknya dengan Dinas Disperindag meliputi kerjasama yang meliputi identifikasi produk pengembangan, pelatihan dan oengembangan, konsultasi persiapan ekspor, memfasilitasi produk yang siap ekspor, dan monitoring. (HN/ESP)