• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Tangani Patah Tulang Dengan Baik, Guna Sembuh Maksimal
Berita Kegiatan

Tangani Patah Tulang Dengan Baik, Guna Sembuh Maksimal

Trauma pada tulang, sendi, dan otot sering terjadi akibat aktivitas biasa maupun kecelakaan. Penatalaksanaan awal atau pertolongan pertama pada trauma patah tulang sangat berpengaruh terhadap nyeri dan kemungkinan kecacatan yang timbul. Pengetahuan serta keterampilan dalam diagnosis dan penanganan harus dikuasai oleh para tenaga kesehatan yang berpengalaman.

Tito Sumarwoto, M.Kes, Sp.OT(K), Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), menyampaikan bahwa cedera pada anggota gerak atas (upper limb) terjadi pada 50% pada keseluruhan trauma otot dan tulang. Langkah dalam mendiagnosis adalah dengan mencari tahu bagaimana proses trauma bisa terjadi. Apakah trauma muncul akibat kecelakaan motor, jatuh dari tangga, atau tergelincir.

Selanjutnya adalah mengetahui waktu cedera, terutama adalah saat terjadi patah tulang yang terbuka. Patah tulang terbuka adalah saat kulit robek sehingga bagian bawah kulit seperti tulang terlihat. Kasus tersebut memiliki risiko infeksi yang cukup tinggi karena terpapar langsung dengan lingkungan luar. Semua kasus patah tulang terbuka harus dilakukan tindakan operasi.

“Berpegang pada two-view saat X-Ray,” jelas dr. Tito pada acara Scientific Update and Clinical Approach of Musculoskeletal Trauma (SKELETON) Continuous Medical Education(CME) FK UII pada Sabtu (17/09) melalui zoom.

Dia menegaskan bahwa pentingnya two-view atau melakukan x-ray dengan dua arah yang berbeda adalah untuk mencegah kesalahan diagnosis. Arah x-ray posterior bisa saja menunjukkan hasil yang negatif palsu pada beberapa kasus. Sehingga dibutuhkan arah x-ray yang lain seperti anterior.

Pasien seringkali bertanya mengenai timbulnya benjolan di daerah yang mengalami patah tulang. Menurut dr. Tito, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Sehingga pasien tidak perlu khawatir. Gejala yang perlu diwaspadai adalah timbulnya nyeri setelah proses terapi selesai.

Tidak berbeda jauh dengan trauma anggota gerak atas, menurut dr. Didyn Nuzul Ariefin, Sp.OT(K), Dokter Praktik RSUD Soedono Madiun, anggota gerak bawah (lower limb) juga berisiko tinggi untuk mengalami cedera. Anggota gerak bawah manusia tersusun dari tulang paha, tempurung lutut, betis, tulang kering, dan telapak kaki. Risiko untuk mengalami kecacatan yang dapat menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Secara tidak langsung akan memberikan dampak ekonomi dan psikososial.

“Produktivitas pasien akan menurun dan meningkatkan ketergantungan orang lain,” jelas dr. Didyn.Dia menjelaskan secara umum hal pertama yang harus dilakukan seorang dokter saat menjumpai pasien patah tulang adalah dengan “melihat”. Melihat apakah luka terlihat mengalami kerusakan, bengkak, dan pucat. 

Selanjutnya adalah dengan “meraba” apakah terasa dingin, hangat, dan gangguan saraf. Terakhir adalah dengan “pergerakan”. Pasien diberikan instruksi untuk menggerakan bagian yang mengalami cedera. Dilihat apakah pasien mampu menggerakan bagian anggota gerak secara aktif atau pasif. (UAH/ESP)

19 September 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/09/pexels-mart-production-7088530.png 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-09-19 15:28:392022-09-19 15:29:38Tangani Patah Tulang Dengan Baik, Guna Sembuh Maksimal

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kenali Penanganan Tepat Cedera Jaringan Lunak Link to: Kenali Penanganan Tepat Cedera Jaringan Lunak Kenali Penanganan Tepat Cedera Jaringan Lunak Link to: Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Link to: Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Tips Menghadapi Wawancara Kerja dengan Penuh Percaya Diri Scroll to top Scroll to top Scroll to top