• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / TBMM Humerus Edukasi Masyarakat Tentang Sindrom Metabolik
Berita Kegiatan

TBMM Humerus Edukasi Masyarakat Tentang Sindrom Metabolik

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat di Dusun Karangtalun, Imogiri, Kabupaten Bantul, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang tergabung dalam organisasi Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM Humerus) sampaikan promosi kesehatan peningkatan pengetahuan di depan bapak ibu kader desa, Sabtu (19/2). “Khususnya tentang sindrom metabolik dan cara pencegahannya,” kata dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc selaku pemateri.

Kegiatan promosi kesehatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan secara langsung atau sosialisasi kepada bapak ibu kader. Materi disampaikan oleh dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc (dosen FK UII).

“Kami melihat masyarakat masih banyak yang belum mendapatkan edukasi,” ungkap Ghifar Fawwazi selaku ketua pelaksana, yang menerangkan acara tersebut dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan di masyarakat.

Disampaikan dr. Titis, Sindrom metabolik menjadi pembunuh diam-diam (silent killer) dalam masyarakat yang jarang disadari. ”Karena penyakit berkembang pesat dalam tubuh manusia biasanya tanpa gejala,” ungkapnya.

Hal itu, tambah dr. Titis, sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang seseorang. Menimbulkan keadaan kadar darah tinggi, kadar gula naik, penyumbatan pembuluh darah, dan kelebihan berat badan. Dampak terparahnya adalah serangan jantung, diabetes, stroke, hingga kematian mendadak.

Bagi dr. Titis, kondisi sindrom metabolik dipengaruhi oleh berbagai faktor layaknya usia. Seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun hampir setengahnya terkena penyakit ini. Juga bagi seseorang yang sejak muda sudah mengkonsumsi alkohol serta menderita diabetes. Maka risiko untuk menderita penyakit sindrom metabolik saat tua akan sangat tinggi.

Menurut dr. Titis, sindrom metabolik berkaitan erat dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti gemar bermalas-malasan. Jarang berolahraga dan pola makan sembarangan akan menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya sel dalam tubuh tidak lagi bisa mengolah gula dengan baik. Gula tidak bisa diserap dan muncullah diabetes.

Disampaikan lebih lanjut, penyakit ini bisa dikenali dengan lingkar perut yang semakin besar. Batas lingkar perut wanita yang sehat adalah 80 cm dan pada pria adalah 90 cm. mudah merasa haus diiringi frekuensi kencing yang juga meningkat. Tubuh sudah tidak lagi bugar dan cenderung mudah sekali merasa lelah hanya karena melakukan aktivitas yang ringan. Mudah merasa pegal-pegal juga bisa menjadi indikasi menderita sindrom metabolik. “Karena gejalanya seolah biasa, sindrom metabolik seringkali terdeteksi saat sudah komplikasi,” tandanya.

dr. Titis menganjurkan kepada masyarakat yang sudah memiliki faktor risiko seperti diabetes dan berlebihan berat badan untuk segera melakukan pemeriksaan skrining ke dokter berupa cek tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala. Berat badan berlebih bukan lagi hal yang bisa disepelekan. Segera mendatangi fasilitas kesehatan dan mendapatkan program diet makanan yang seimbang. “Lebih cepat dideteksi maka risiko keparahannya akan lebih kecil,” jelasnya.

Tanda kegawatan pada sindrom metabolik adalah ketika seseorang tiba-tiba merasakan kelemahan pada ototnya. Acapkali kehilangan keseimbangan, rasa terbakar atau tertindih di dada yang menyebar ke leher, serta adanya gangguan dalam bicara.

dr. Titis berpesan kepada masyarakat agar menjaga berat badan tetap idel, gemuk bukan lagi tanda kemakmuran seseorang. Stigma masyarakat perlu diluruskan, kelebihan berat badan adalah penyakit. Perbanyak aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Bagi yang merokok atau mengkonsumsi alkohol segera dihentikan.

“Perlu adanya pemberian pengetahuan terkait sindrom metabolik serta cara pencegahan dalam bentuk penyuluhan atau promosi kesehatan,” ungkap dr. Titis. (UAH/RS)

21 Februari 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-scaled.jpg 1707 2560 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-02-21 10:51:072022-03-11 10:52:59TBMM Humerus Edukasi Masyarakat Tentang Sindrom Metabolik

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Problematika Lingkungan dan Ekonomi Intai Pemindahan IKN Link to: Problematika Lingkungan dan Ekonomi Intai Pemindahan IKN Problematika Lingkungan dan Ekonomi Intai Pemindahan IKN Link to: Kenal Lebih Dekat Big Data Bersama Magister Farmasi UII Link to: Kenal Lebih Dekat Big Data Bersama Magister Farmasi UII Kenal Lebih Dekat Big Data Bersama Magister Farmasi UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top