• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Tetap Enjoy dengan Pembelajaran Daring
Berita Kegiatan

Tetap Enjoy dengan Pembelajaran Daring

Pembelajaran Daring UII

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengadakan seminar online pengabdian masyarakat seri 1 pada Sabtu (13/2). Dekan FK UII Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK. dalam sambutannya menyampaikan setiap tahun FK UII menghasilkan sekitar 200 dokter. Di tengah situasi pandemi ini ia berharap mahasiswa tidak kehilangan semangat belajar.

“Kita harus beradaptasi selama pandemi, termasuk dalam hal pembelajaran daring. Proses pembelajaran seperti ini memang tidak mudah. Diperlukan kerjasama dari orangtua dan dosen. Kami harap acara seminar online ini akan memberikan wawasan dan menjadi cara baru yang akan bermanfaat bagi masyarakat semua,” tuturnya.

Materi pertama seminar berjudul “Waspadai Gangguan Kejiwaan Pada Remaja Selama Sekolah Daring” disampaikan dr. Baiq Rohaslia Rhadiana M.Sc. Menurutnya remaja merupakan aset bangsa dengan karakteristik yang unik. Menurut WHO remaja merupakan manusia dengan rentang usia 10-19 tahun. Pada usia ini muncul perasaaan ingin diakui dan diterima. Senang mencoba hal-hal baru dan mengembangan diri.

“Selain itu biasanya remaja lebih cenderung suka berkelompok dan menentang orang dewasa di sekitarnya. Hal tersebut bukan karena ingin melawan, namun karena gaya komunikasi yang berbeda. Sehingga orangtua harus menyesuaikan gaya bicara agar memperkecil konflik,” paparnya.

dr. Baiq Rohaslia dalam pemaparannya juga menegaskan perbedaan remaja selama pandemi dan non pandemi. Diakatakan, sebelum pandemi remaja bebas beraktifitas, bermain dan bersosialisasi bersama teman, dan variasi kegiatan di sekolah dengan tatap muka. Selama pandemi satu tahun terakhir ini banyak aktifitas yang berubah seperti terisolasi di rumah bersama keluarga. Bagi remaja yang memiliki masalah komunikasi dengan keluarga, hal tersebut menjadi tantangan yang berat.

“Komunikasi bersama teman berubah dengan virtual. Hal tersebut akan memicu rasa bosan dan keinginan untuk sharing sesama teman. Hal lain yang berubah adalah pembelajaran daring, dimana kita semua diharuskan beradaptasi, yang sebelumnya luring lalu sekarang lebih banyak di depan gadget,” ungkapnya.

“Pandemi membuat 65% remaja mengeluh kurang belajar karena efek pandemi, 9% percaya bahwa mereka akan gagal, 50% remaja berisiko depresi, dan 17% menderita gangguan mental,” tegas dr.Baiq Rohaslia. Gejala depresi yang muncul saat remaja seperti tampak sedih berkepanjangan, kehilangan minat, dan mudah lelah. Selain itu juga tidur terganggu, gagasan tentang rasa bersalah, dan perbuatan membahayakan/bunuh diri. dr. Baiq Rohaslia menjelaskan, kita harus waspada sejak awal dan membantu remaja melewati kondisi tersebut.

“Sebagai orang tua kita harus mulai melihat pandemi dari sisi yang berbeda. Kita juga harus merangkul remaja lebih dekat dan banyak mendengarkan. Mengajak kebiasaan baru yang positif seperti berkebun, memasak, serta menonton film bersama,” imbuhnya.

Sementara materi kedua berjudul “Bosan? Capek? Tak Punya Teman Selama Sekolah Daring” disampaikan dosen Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, Ratna Syifa’a Rachmahana S.Psi., M.Si. Dalam pemaparannya, Ratna Syifa’a mangatakan permasalahan tersebut lebih banyak dialami oleh siswa yang baru naik jenjang seperti kelas VII SMP atau X SMA.

Disampaikan Ratna Syifa’a pembelajaran jarak jauh (PJJ) menekankan pada kemandirian siswa. Biasanya siswa yang tidak mandiri akan lebih banyak yang merasa kesulitan. Ada beberapa metode pengajaran yang akan membuat siswa cepat beradaptasi adalah dengan studi kasus, karya tulis, proyek penelitian, dan e-learning.

Lebih lanjut disampaikan Ratna Syifa’a PJJ memerlukan peran yang sangat besar dari orang tua. Mulai dari terlibat aktif dalam mendampingi proses belajar anak. Tentunya berbeda menangani siswa SD dengan SMA. Sebagai orang tua kita bisa memberikan proyek life skill yang bisa dipelajari di rumah. “Hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan batasan waktu dan konten dalam penggunaan gawai dari internet. Kita jelaskan apa efek positif dan negatif dari penggunaan internet tersebut,” pesannya.

Ratna Syifa’a menegaskan gaya parenting yang ideal adalah supportive. “Kita tetapkan batas aturan serta ada alasannya. Agar anak-anak bisa secara sadar menentukan sikap serta memiliki rasa tanggung jawab. Sedangkan yang perlu dihindari adalah kebiasaan menuntut prestasi akademik yang tinggi. Hal ini akan memicu siswa menjadi pencontek dengan alasan ingin membahagiaan orang tua. Orang tua diharapkan bisa bersinergi dengan guru/sekolah agar tercapai kondisi ideal untuk siswa, orangtua, dan guru,” tutupnya. (UAH/RS)

15 Februari 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Dosen-Fakultas-Psikologi-dan-Ilmu-Sosial-Budaya-UII-Ratna-Syifaa-Rachmahana-S.Psi_.-M.Si_..png 450 826 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-02-15 15:40:332021-02-16 09:49:29Tetap Enjoy dengan Pembelajaran Daring

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Ustadz Sulaiman Rasyid Ungkap Kriteria dalam Mencari Pasangan Link to: Ustadz Sulaiman Rasyid Ungkap Kriteria dalam Mencari Pasangan Ustadz Sulaiman Rasyid Ungkap Kriteria dalam Mencari Pasangan Link to: UII 1464: Imaji Satu Abad Link to: UII 1464: Imaji Satu Abad UII 1464: Imaji Satu Abad Scroll to top Scroll to top Scroll to top