Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII) tahun ini kembali menggelar Growth Festival. Seluruh acara, mulai dari rangkaian webinar, temu bisnis, pameran, hingga pitching dilakukan sepenuhnya secara daring, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret silam. Sambutan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Bupati Sleman Dr. H. Sri Purnomo M.Si., Selasa (17/11) menjadi pembuka agenda tahunan ini.

Dihelatnya Growth Fest oleh IBISMA UII dalam rangka memberikan kesempatan bagi seluruh ekosistem wirausaha yang ada di lingkungan UII, untuk mengenalkan kepada stakeholder agar tercipta sinergi dan kolaborasi. Tahun ini, Growth Fest mengangkat tema “Growing an Agile & Resilience Business in Turbulence”.

Apresiasi diberikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Dalam sambutannya, ia memandang Growth Fest sebagai kegiatan strategis dalam menghadapi tantangan bisnis saat ini dan di masa mendatang.

“Saya melihat event ini bermakna sangat strategis, khususnya bagi para pelaku usaha, pemilik bisnis, pendiri start-up teknologi untuk memulai dan mengembangkan usahanya, khususnya dalam menghadapi tantangan saat ini dan yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini dapat untuk semakin meningkatkan kualitas para mahasiswa dan juga jadi ajang pembelajaran terkait kewirausahaan. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan ini,” sebutnya.

Sebelumnya, Fathul Wahid selaku Rektor UII turut memberikan sambutan. Refleksi bisnis menjadi hal yang ia soroti. “Banyak pelajaran yang dapat diambil, yang pertama mari lakukan refleksi, mendesain industri dan organisasi menjadi lebih lincah dan baik. Pandemi saatnya berbenah, model bisnis baru sangat mungkin menjadi model permanen di masa depan dan model bisnis tertentu terputus dari sebelumnya,” ucapnya

Fathul Wahid pun mengingatkan pelaku usaha agar tidak berpangku tangan, berdiam diri mengharap pandemi Covid-19 usai. “Menunggu pandemi berakhir hanya diibaratkan menunggu bang toyib yang tidak pulang-pulang, waktu terus berlalu maka akan sayang dilewatkan jika tidak membawa perubahan yang tidak nyata,” tuturnya berpesan.

Koordinator International Council for Small Business (ICBS) DI Yogyakarta GKR Bendara menyapa 300 orang lebih peserta yang hadir, dan menjadi pembicara kunci. Ia membahas soal ekosistem kewirausahaan sosial yang kian berkembang dan berperan penting di tengah masyarakat. Sejumlah filosofi Jawa ia sebut dapat jadi pegangan bagi pelaku bisnis, khususnya wirausaha sosial.

“Sebenarnya di fisolofi Jawa banyak yang bisa kita korelasikan dengan sosial entrepreneur. Salah satunya adalah Hamemayu Hayuning Bawana, artinya ini adalah menjaga keserasian alam dengan seluruh isinya,” ungkapnya. Lalu ia bertanya, “Bagaimana sih penerapan ini kepada kita entrepreneur?”

“Kalau dipikir kok kayanya sulit banget ya kata-katanya. Tapi sebenarnya intinya adalah bagaimana kita membuat suatu produk atau suatu bisnis yang menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Karena jujur, kalau dilihat dari pandemi ini, kita membutuhkan alam lebih dari alam membutuhkan kita. Jadi sebisa mungkin kita harus menjaga, karena ini salah satu titipan dari Gusti Allah,” tutur putri Sultan Hamengkubuwono X itu.

Manunggaling Kawula Gusti menjadi filosofi lain yang ia sebutkan. Filosofi Jawa ini dikatakannya memiliki arti semangat gotong royong antara masyarakat dan juga dengan pimpinannya dalam mewujudkan satu tujuan. Hal ini berarti bagaimana usaha yang dijalankan dapat memberi dampak bagi masyarakat yang luas, khususnya lokasi di sekitar jalannya bisnis.

Rangkaian webinar dalam Growth Fest menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidangnya, mulai dari Ilham Akbar Habibie (Ketua Dewan Pembina Habibie Centre), GKR Bendara (Koordinator ICSB DI Yogyakarta), Jacky Mussry (Presiden ICSB Indonesia), Zaskia Adya Mecca (Pebisnis & Influencer), Srie Nurkyatsiwi (Kepala Dinas Koperasi & UKM DIY), John Jameson (Technology University of Dublin), Nadine Sulkowski (University of Gloucestershire), dan masih banyak lagi.

Sejumlah pembicara dari internal UII juga turut meramaikan webinar. Beberapa diantaranya yakni Wiryono Raharjo (Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan), Risdiyono (Presiden InTRIZ Indonesia), Arif Wismadi (Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII), dan Amarria Dila Sari (Direktur IBISMA UII). (HR/RS)