Asia-Europe Foundation (ASEF) kembali menggelar konferensi para rektor dan forum mahasiswa Asia dan Eropa di Bucharest, Romania. Ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuh dan selalu dibarengkan dengan pertemuan para menteri pendidikan anggota Asia Europe Meeting (ASEM). Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi salah satu peserta dalam konferensi tersebut dengan undangan dari ASEF.

Acara yang digelar pada 13-14 Mei 2019 di Palace of Parliament diikuti lebih dari 200 delegasi dari 51 negara anggota ASEM. “Selama dua hari, diskusi difokuskan pada beragam tema yang terkait dengan peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Fathul Wahid, Rektor UII, yang mengikuti acara tersebut. Selain UII, dari Indonesia, hanya dua universitas lain yang mengikuti acara dua tahunan ini, yaitu UGM dan Unair.

Pada penyelenggaraan kali ini, mahasiswa UII dari Program Studi Hubungan Internasional, Brandon Firman Cahyadi, mewakili Indonesia dalam forum mahasiswa. Sebanyak 51 mahasiswa yang terpilih dari 6,000 pelamar dari 51 negara, selama lima hari bertukar pikiran terkait dengan pembangunan berkelanjutan.

Konferensi para rektor dan forum mahasiswa menghasilkan dokumen rekomendasi yang akan dibahas dalam pertemuan menteri pendidikan yang diselenggarakan di tempat yang sama, pada 15 Mei 2019. “Bagi UII, konferensi ini adalah forum berbagi yang menginspirasi. Banyak pelajaran dari universitas lain di Eropa dan Asia yang dapat dikontekstualisasi di Indonesia,” ujar Fathul.

Sementara disampaikan Brandon, jalannya kegiatan diawali dengan sambutan dari rektor National University of Political Studies and Public Administration (SNSPA), serta perwakilan pemerintah Romania. Agenda dilanjutkan dengan perancangan draft rekomendasi kebijakan pada masing masing working group. “Pembahasan draft rekomendasi kebijakan mempertimbangkan konteks yang dialami oleh masing-masing negara dari asia-eropa,” ungkap Brandon.

Lebih lanjut disampaikan Brandon, konferensi ini bertujuan untuk menggabungkan perspektif antara mahasiswa dan rektor dalam melihat peran universitas terhadap SDGs serta bagaimana cara mewujudkan kualitas pendidikan yang terjangkau dan adil. Gagasan dari hasil diskusi mahasiswa dan rektor pada akhirnya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan kepada 51 menteri pendidikan yang menghadiri agenda 7th Asia-Europe Minsiters’ Education Meeting.

Pada akhir dari konferensi ini telah dirumuskan dua paket rekomendasi kebijakan yang dibuat oleh mahasiswa dan rektor. “Penyerahan rekomendasi kebijakan diberikan oleh mahasiswa dan rektor kepada menteri pendidikan Romania, yang selanjutnya akan disampaikan pada rapat menteri pendidikan dua tahunan yakni pada 7th Asia-Europe Minsiters’ Education Meeting,” ujar Brandon.