• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / UII Kembali Cetak Arsitek Muda
Berita Kegiatan

UII Kembali Cetak Arsitek Muda

Sebanyak 14 arsitek yang terdiri dari 10 wisudawati dan 4 wisudawan muda Program Profesi Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) menjalani prosesi pengambilan sumpah profesi pada Kamis (13/8). Pengambilan sumpah profesi arsitek angkatan ke-5 tahun 2020 ini dilaksanakan melalui daring dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII Miftahul Fauziah, Ph.D. Sementara pengambilan sumpah profesi dipimpin langsung Ir. Ahmad Saifudin Mustaqi, MT, IAI, AA, selaku Ketua Ikatan Arsitek Indonesia DIY.

Usai pengambilan sumpah, Prof. Fathul Wahid, Ph.D selaku Rektor UII menyampaikan ungkapan selamatnya kepada para lulusan program Profesi Arsitek yang baru saja disumpah. Dalam sambutannya, ia berpesan kepada para arsitek muda untuk menemukan beragam konsep desain bangunan yang kreatif untuk merespon pandemi Covid-19.

Menurut Fathul Wahid, beberapa tahun ke depan banyak orang akan membutuhkan rumah multifungsi baik untuk tempat tinggal maupun tempat kerja. Ia berpendapat desain seorang arsitek bukanlah hanya sekedar bangunan, rumah, ataupun gedung.

“Sangat mungkin dibutuhkan rumah yang besar, mempunyai sirkulasi udara yang baik, desain gedung bangunan yang memastikan jarak fisik, memperhatikan betul alur mobilitas manusia, fleksibel sampai penggunaan teknologi bangunan yang modern,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fathul Wahid mengajak kepada para arsitek muda untuk menghindarkan diri dari contoh, melainkan naik ke abstraksi yang lebih tinggi. Sehingga memunculkan berbagai imajinasi yang luas dan ide menarik untuk memenuhi kebutuhan manusia ke depan. Terakhir, ia juga berpesan agar para arsitek muda lulusan profesi Arsitektur UII terus menebarkan pesan Rahmatan lil’alamin sebagaimana visi UII.

Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia Nasional I Ketut Rana Wiarcha, IAI, menyampaikan bahwa menjadi arsitek tidaklah mudah sebab dibutuhkan waktu panjang. Dalam kehidupannya, peran arsitek terus melakukan pengabdian kepada masyarakat yang lekat dengan perencanaan yang direalisasikan.

Ketua Umum IAI Nasional ini juga menyebut lulusan program profesi Arsitektur UII memiliki keunggulan karena akreditasi internasional dari Korea Architecture Accrediting Board (KAAB). Ini menjadi bekal mereka untuk bersaing hingga level internasional sehingga UII menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya.

Selain itu, Wakil Ketua III Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Dr. Ir. John Paulus Pantouw, mengatakan syarat para wisudawan dan wisudawati profesi arsitek UII telah lengkap dan diakui sebagai arsitek muda dengan akreditasi internasional dari KAAB.

John Paulus juga berpesan agar arsitek muda yang baru disumpah tidak berhenti belajar, sebab masih banyak hal yang perlu dikerjakan. Menurutnya pengambilan sumpah sebagai permulaan dalam meniti karir. Tempat belajar setelah di kampus menurutnya bisa diperoleh melalui webinar atau pelatihan arsitek baik online maupun offline. “LPJK telah memfasilitasi berbagai webinar sehari bisa dua hingga tiga. Manfaatkan pandemi ini untuk terus belajar dan berkarya terus,” pesannya.

Di akhir sesi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., mengingatkan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan agar terhindar dari pandemik. “Kesehatan dan keselamatan manusia menjadi konsen utama kita”, pungkasnya. (SF/ESP)

14 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/08/arsitektur-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-14 14:41:482020-08-14 14:44:44UII Kembali Cetak Arsitek Muda

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Islam, Kebangsaan, dan Peran Pemuda di Era Pandemi Link to: Islam, Kebangsaan, dan Peran Pemuda di Era Pandemi Islam, Kebangsaan, dan Peran Pemuda di Era Pandemi Link to: Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Link to: Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Scroll to top Scroll to top Scroll to top