Menjadi pembelajar sukses adalah cita-cita setiap mahasiswa. Seringkali untuk mencapai cita-cita itu dibutuhkan beberapa skill kunci yang penting. Di antaranya kemampuan membaca, mendengar, mengingat, berpikir kritis, dan menulis. Hal inilah yang kemudian dibidik oleh UII Learning Center dengan menyelenggarakan workshop bagi mahasiswa dengan tema Learning Skills di Gedung GBPH Prabuningrat UII pada Kamis (27/2). UII Learning Center merupakan lembaga di bawah Kantor Urusan Internasional (KUI) UII.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber internasional yaitu Megan Mcintosh dari Arts Teaching Innovation, University of Melbourne, Australia yang membawakan materi berjudul “Increasing Students Succes With Active Learning”. Kemudian pemateri kedua diisi oleh Fabio De Oliveira Coelho dari USA yang saat ini aktif di Language Assessment Consultant, British Council. Ia mengisi materi berjudul “Critical Thinking and Internet Literacy In The Era 4.0”.

Siti Mahdaria, salah satu tutor di UII Learning Center menyampaikan UII Learning Center ingin agar semua mahasiswa UII lebih terpapar terhadap internasionalisasi khususnya di bidang pemahaman budaya dan aktivitas akademik. Untuk itu, mereka tidak segan mendatangkan langsung pembicara dari luar negeri.

Di samping workshop, UII Learning Center juga mengadakan serangkaian kegiatan lainnya seperti peresmian UII Learning Center pada Jumat, 28 Februari 2020 dan kegiatan learning week bertema Future Leader Come Aboard pada tanggal 2-4 maret 2020.

Sementara itu, Megan Mcintosh memotivasi mahasiswa agar terus aktif dalam belajar dengan berbagai tips yang diberikan. Ia juga menekankan sikap lebih percaya diri dalam menanyakan berbagai hal terhadap dosen. “Salah satu masalah mahasiswa yaitu tidak memahami suatu materi akan tetapi tidak cukup percaya diri untuk bertanya dan menyatakan pendapat kepada dosen”, ujarnya.

Sedangkan Fabio De Oliveira Coelho menggarisbawahi pentingnya mahasiswa untuk memanfaatkan era digital dengan sebaik-baiknya. “Pada masa sekarang apapun keperluan manusia akan lebih mudah terpenuhi sehingga mahasiswa tidak perlu gagap dengan teknologi dan harus bisa mengikuti perkembangannya”, pungkasnya. (FNJ/ESP)