UII Perkuat Kolaborasi dengan MPR RI, Dorong Penguatan Wawasan Kebangsaan
Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan salah satunya lembaga tinggi negara. Kali ini UII menerima lawatan kerja sama dari Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) pada Selasa (14/03) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.
Dalam kesempatan tersebut, UII dan Setjen MPR-RI juga menyepakati kerjasama yang secara resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UII, Fathul Wahid dan Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah,S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah,S.E., M.M menegaskan bahwa kerja sama antara MPR RI dan Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan langkah strategis dalam memperkuat demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan. Siti Fauziah menyebut, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kajian konstitusi, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain yang relevan.
“Kerja sama ini tidak hanya pada kajian konstitusi, tetapi juga mencakup program magang mahasiswa, penguatan kehumasan, serta sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa menjadi penting sebagai upaya menanamkan pemahaman kebangsaan sejak dini, mengingat generasi muda memiliki peran strategis dalam keberlanjutan bangsa.
Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi UII dalam mencetak pemimpin masa depan bangsa. Menurutnya, UII memiliki kesiapan untuk berkontribusi melalui berbagai disiplin ilmu yang dimiliki.
“UII siap berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung program-program kebangsaan,” ungkapnya.
Ia juga berharap kolaborasi ini dapat membuka ruang sinergi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan sesi diskusi dan penandatanganan nota kesepahaman sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama ke depan. Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak berharap dapat menghadirkan berbagai program yang berdampak, khususnya dalam penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kapasitas generasi muda, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (AHR/RS)





