Universitas Islam Indonesia (UII) meresmikan kerjasama dengan Tongmyong University, Korea Selatan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual pada Senin (14/6). MoU antar kedua universitas akan berfokus pada upaya membangun kerjasama akademik dan pendidikan. Kedua aktivitas tersebut sangat erat kaitannya untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya antara kedua bangsa sekaligus mempromosikan kemajuan aktivitas pembelajaran.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan perasaan bahagia dan bangga bisa atas terjalinnya kerjasama antara kedua universitas. “Kami sangat bersyukur atas kepercayaan Tongmyong University kepada kami untuk melaksanakan kerjasama kedua universitas ini.” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, kedua pihak sepakat ke depan akan membahas lebih insentif bagaimana mewujudkan program seperti joint degree dan double degree bagi mahasiswa program studi Akuntansi, Manajemen, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. UII tengah melakukan finalisasi kurikulum yang akan digunakan dalam proses double degree sehingga segera dapat ditawarkan kepada para mahasiswa dari program studi terkait.

Ia juga menambahkan bahwa nantinya kerjasama ini bisa menjajaki program non gelar seperti sharing budaya secara virtual yang mulai ramai dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

Di samping Korea Selatan, UII juga telah bekerja sama dengan berbagai universitas di dunia yang berasal dari Australia, Belanda, Thailand dan beberapa negara lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Semoga pengalaman tersebut bisa mempermudah kolaborasi kita di masa yang akan datang. Kami menunggu untuk diskusi lebih lanjut.”, imbuh Fathul Wahid.

Senada, Presiden Tongmyong University, Dr. Ho Hwan Chun dalam sambutannya turut menyampaikan pihaknya sangat bahagia berkesempatan membuat pekerjaan dengan salah satu universitas swasta yang besar dan memiliki sejarah yang lebih panjang. Ia juga menyampaikan harapan untuk bisa bertemu secara langsung dengan sivitas akademika UII baik di Indonesia maupun Korea Selatan jika pandemi berakhir.

Ho Hwan Chun meyakini kerjasama tersebut akan bermanfaat bagi mahasiswa UII karena terdapat industri besar yang bisa membantu mahasiswa magang dan bekerja di perusahaan Korea. Ia juga menambahkan pihaknya siap membantu mahasiswa UII untuk mengenal budaya Korea dengan lebih dekat. “Kita bisa melaksanakannya dengan cara yang konkret.”, katanya.

Ditambahkan Dekan Kantor Urusan Internasional Tongmyong University, Dr. Kweon, Joong-Rak, pihaknya telah mendesain program pembelajaran dwi bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Korea untuk proses pembelajaran selama menempuh program gelar ganda di sana. Ia juga siap mengajarkan Bahasa Korea bagi para mahasiswa UII agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan setempat.

Hal yang menarik adalah, seorang dosen di Tongmyong University beragama Islam, Prof. Je, Dae-Sik yang turut hadir dalam pertemuan, menawarkan bantuan bagi mahasiswa muslim UII untuk memenuhi kebutuhan sholat dan makanan halal yang sering kali menjadi kendala mereka. “Saya yang juga beragama Islam siap membantu semua mahasiswa.” pesannya. (AP/ESP)