Kuliah di luar negeri tentunya menjadi peluang mempelajari budaya baru, menemukan semangat baru, mendapatkan teman baru, dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional. Namun di masa pandemi, ada beberapa hal yang harus dihadapi seperti perbedaan zona waktu, jadwal perkuliahan, dan beberapa masalah lainnya. Berangkat dari hal tersebut Universitas Islam Indonesia (UII) menyambut para mahasiswa mancanegara pada acara ‘International Students Welcome Days 2021 UII’ pada Sabtu (11/09) secara daring. Acara ini juga bertujuan mempersiapkan mahasiswa mancanegara agar siap menjalani perkuliahan di UII.

“Semoga pandemi segera berakhir agar Anda semua bisa berkuliah secara luring di kota Yogyakarta dan merasakan hangatnya kota ini. Kami siap mendukung Anda untuk keberhasilan studi Anda di UII,” ucap Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan pada sambutannya.

Perwakilan mahasiswa internasional tahun akademik 2021/2022, Julian Bernhard Mangold asal Jerman, menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bersyukurnya bisa menjadi bagian keluarga UII. 

Julian yang juga penerima beasiswa UII Future Global Leaders Scholarships berharap dapat memenuhi standar dan nilai-nilai yang diajarkan UII. Selain itu, ia berharap agar kesempatannya menempuh studi di UII bisa menjadi sarana untuk bertukar budaya antar negara dengan teman-teman barunya nanti.

Direktur Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII, Dr.rer.nat Dian Sari Utami, S.Psi., M.A. menguraikan beberapa dukungan pelayanan bagi mahasiswa mancanegara diantaranya; dukungan imigrasi, dukungan akomodasi, kesepakatan dengan mitra internasional dan domestik, informasi dan kegiatan multikultural. 

Sebagai tambahan, Nihlah Ilhami, S.Pd. selaku Kepala Divisi Mobilitas Internasional UII memaparkan mahasiswa berpeluang mengikuti program gelar ganda, maupun transfer kredit, program pendek (summer program, passage to ASEAN, dll), serta konferensi/seminar/kompetisi internasional.

Mahasiswa mancanegara juga dapat mengakses layanan Culture and Learning Center (CLC). Fasilitas ini sangat bermanfaat membantu mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan universitas dan membantu mahasiswa mencapai kesuksesan akademik. Beberapa fasilitas CLC UII seperti Proofreading, Find a tutor, Request workshop agenda, dan Downloadable materials. Layanan CLC UII tersedia secara daring melalui tautan https://learning.uii.ac.id.

“Banyak mahasiswa yang belajar di luar negeri menemukan beberapa masalah terutama mengenai culture shock. Oleh karena itu, kita perlu memahami budaya akademik pada perguruan tinggi yang sedang ditempuh,” tutur dosen CLC UII, Rina Desitarahmi, S.Pd., M.Hum. 

Pada dasarnya, UII memadukan sains dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman untuk mengembangkan akhlak mulia dan integritas. Budaya akademik di UII bisa digambarkan dengan hubungan antara dosen/staf dan mahasiswa dekat tetapi saling menghormati, memiliki pemikiran analitis kritis rasional dengan tanggung jawab moral, dan juga pembelajaran aktif (active learning). 

“Yang perlu Anda lakukan adalah menjadi tangguh dan jangan menyerah. Selalu ingat starting point, apa alasan Anda kuliah di UII,” tutup Rina pada acara International Students Welcoming Day 2021.

Sementara itu, Willy Ashadi S.HI., M.A., dosen jurusan Hubungan Internasional memberikan pemaparan tentang sejarah UII kepada para mahasiswa internasional.

“UII adalah Pelopor Perguruan Tinggi di Indonesia, yang merupakan perguruan tinggi swasta nasional di Jogja yang berdiri pada tanggal 8 Juli 1945 sebelum hari kemerdekaan Indonesia,” jelas Willy. 

“Awalnya UII bernama Sekolah Tinggi Islam (STI) namun berganti nama menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) pada November 1947. Saat itu UII memiliki 4 fakultas; Fakultas Agama, Fakultas Pendidikan, Fakultas Hukum, dan Fakultas ekonomi.”  Pendiri UII pun terdiri dari tokoh religius dan nasionalis yaitu Dr. Muhammad Hatta, KH. Wahid Hasyim, Mr.Roem, Muhammad Natsir, dan Prof. Abdul Kahar Muzakir.

UII mengedepankan nilai-nilai yang menjunjung tinggi Al-Quran dan As-Sunnah, yaitu; A) Pendidikan adalah hal yang paling utama bagi setiap orang (Q.S. 58:11), B) UII bercita-cita menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia (Q.S. 21:107), C) Mengajak pada al-maruf atau kebaikan dan larangan pada al-munkar atau keburukan (Q.S. 3:110), dan D) Menjunjung tinggi Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber dan kebenaran mutlak dan berkah bagi alam semesta (Q.S. 2:2). (MRS/ESP)