Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2018. PHBD merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti dan diikuti oleh 8 tim mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang sudah terseleksi. Acara berlangsung pada Senin (22/10), di Gedung Kuliah Umum, Prof. Dr. Sardjito UII.

Dalam acara pembukaan PHBD 2018, Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng., selaku Direktur Pembinaan Kemahasiswaan UII mengatakan bahwa visi dan tujuan dari Program ini sangat baik yaitu pemberdayaan masyarakat. Program PHBD merupakan sebuah program yang sangat pas bagi mahasiswa sebagai wadah untuk mengembangkan masyarakat di sekitarnya.

“Karena ada beberapa kelompok masyarakat yang membutuhkan kehadiran dan bantuan dari mahasiswa untuk bisa menjadi masyarakat yang berkembang,” ujar Beni Suranto.

Beni Suranto menambahkan, yang dinilai dari capaian seorang mahasiswa adalah manfaat apa yang telah dilakukannya untuk masyarakat. Dan juga dalam program ini, yang dinilai adalah sejauh mana program dari masing-masing peserta bisa bermanfaat bagi masyarakat yang disasar.

“UII merasa bersyukur menjadi tuan rumah acara Pembukaan PHBD 2018 ini karena agar bisa mendorong UII kedepannya bisa lebih giat dalam mengikuti program-program yang sifatnya turun langsung ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Ir. Mintarti, M.Si., selaku Reviewer dari Kemenristekdikti mengatakan bahwa PHBD sudah berjalan selama 6 tahun sejak tahun 2012. Pada tahun ini ada 8 perguruan tinggi yang telah berhasil masuk seleksi dari sebanyak 2967 proposal yang masuk.

“Melihat dari banyaknya proposal yang dikirimkan bisa terlihat antusiasme dari perguruan tinggi, namun karena ada batasan kuota, jadi masing-masing hanya 2 proposal dari tiap perguruan tinggi yang terseleksi,” paparnya.

Selain itu, hal ini menurut Mintarti membuktikan bahwa mahasiswa berusaha menjadi agen perubahan di masyarakat. Jadi, Ilmu yang diperoleh mahasiswa harus disalurkan ke masyarakat. PHBD ini adalah salah satu implementasi bagaimana kita mencintai negara Indonesia melalui dua unsur yaitu memberdayakan dan berkelanjutan.

”Diharapkan pada program tahun depan, semakin banyak mahasiswa yang mengikuti Program ini dan mengajukan proposal program yang bisa memberdayakan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Lolos Seleksi PHBD 2018

UII menjadi salah satu perguruan tinggi yang lolos seleksi pada PHBD 2018 dengan mengangkat sebuah inovasi berjudul “Pengembangan Usaha Pemuda Mandiri Desa Trimurti Melalui Inovasi Penyulingan Minyak Atsiri Gaharu dan Aneka Aromatherapi.”

Hal yang melatarbelakangi inovasi dari mahasiswa UII ini adalah, selama ini pengusaha minyak atsiri hanya terbatas pada penjualan minyak mentah saja. Sedangkan sedikit sekali pengusaha dalam negeri yang melakukan pengolahan minyak tersebut. Sebagian besar pengolahan minyak tersebut dilakukan di Luar negeri.

Tujuan dalam PHBD ini, mahasiswa UII ingin memberdayakan peranan pemuda dalam wirausaha di bidang minyak atsiri gaharu dan aneka aromatherapy, dan juga merealisasikan program pemerintah One Village One Product (OVOP) di Desa Trimurti. Hasil jadi inovasi ini berupa pewangi ruangan, pewangi mobil dan sebagai aromatheraphy.