,

Wakaf Berperan Penting di Berbagai Bidang

Kurangnya pemahaman akan pengelolaan wakaf di Indonesia melatarbelakangi Badan Wakaf Indonesia mengadakan sosialisasi di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, salah satunya di Universitas Islam Indonesia (UII). Bertemakan “Perguruan Tinggi Sebagai Pelopor Transformasi Pengelolaan Wakaf Produktif di Indonesia,” sosialisasi yang digelar melalui kuliah umum ini berlangsung di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, pada Selasa (26/2).

Hadir sebagai pembicara Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof. Dr. H. Mohammad Nuh dan MB Hendrie Anto, S.E., M.Sc. dari Pusat Pengkajian dan Pegembangan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (P3EI FE UII) yang juga Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia DIY. Jalannya kuliah umum dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D.

Dalam sambutannya, Wiryono Raharjo menyakini bahwa hingga saat ini pengetahuan mengenai pengelolaan wakaf di Indonesia, bahkan di UII masih sangat minim. “Zaman sekarang ini, profesionalitas dalam mengelola wakaf masih sangat minim. Bahkan di UII pun masih minim. Oleh karena itu, acara ini sangat menarik untuk dapat dijadikan momen refleksi diri, menata diri dan mengembangkan kemampuan pengelolaan wakaf,” tuturnya.

Disampaikan Wiryono Raharjo pengetahuan akan pengelolaan wakaf merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam meningkatkan kewirausahaan terutama bagi mahasiswa. Ia berharap melalui kuliah umum yang diselenggarakan dapat membuka wawasan kepada masyarakat di lingkungan UII.

Mohammad Nuh dalam kesempatannya menyampaikan beberapa alasan perguruan tinggi, khusunya UII sebagai mesin transformasi pengelolaan wakaf. Ia menuturkan setidaknya ada empat alasan, yaitu yang pertama kemajuan wakaf sebagai simbol peradaban. Kedua, kampus sebagai komunitas well educated dan intellectual sources sekaligus sebagai generasi penerus. Ketiga, kampus sebagai sustainable process yang terukur dan teruji.

“Terakhir, Yayasan Badan Wakaf UII telah menunjukkan keberhasilannya dalam mengelola perguruan tinggi (UII) dan Rumah Sakit (RS JIH). Sebagai salah satu Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit terbaik di Indonesia,” paparnya.

Sementara MB Hendrie Anto yang juga merupakan dosen FE UII menyampaikan betapa pentingnya wakaf di Indonesia karena dapat digunakan di berbagai sektor. “Wakaf berperan penting diberbagai bidang. Seperti contohnya bidang ekonomi, politik, sosial, ibadah dan pendidikan seperti pesantren, sekolah-sekolah dasar hingga menengah dan juga perguruan tinggi,” ujarnya.

MB Hendrie Anto menambahkan, bahwa endowment fund (dana abadi) atau dana wakaf dikumpulkan oleh sebuah organisasi nirlaba yang kemudian diinvestasikan. “Pokok dana investasi akan dijaga abadi sementara hasil investasinya akan digunakan untuk pembiayaan organisasi tersebut. Dana abadi bisa berasal dari alumni, orang tua mahasiswa, perusahaan, pemerintah bahkan perorangan,” tuturnya. (NI/RS)