• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Zero Waste Community, Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah Kampus
Berita Kegiatan, Pilihan

Zero Waste Community, Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah Kampus

Persoalan sampah memang tidak ada habisnya karena setiap harinya sampah selalu dihasilkan. Sayangnya, tidak banyak orang peduli tentang sampah. Terlebih tentang bagaimana mengelola sampah agar menjadi ramah lingkungan. Di kampus pun, hal ini masih terbatas diperbincangkan. Sehingga melalui forum diskusi tentang permasalahan sampah munculah gagasan untuk membentuk Zero Waste Community.

Disampaikan Syahruli, selaku Ketua Zero Waste Community bahwa komunitasnya berupaya memberikan edukasi bagaimana sampah dapat diolah semaksimal mungkin dan meminimalisir sampah masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Berdirinya Zero Waste Community UII sendiri dimulai pada 4 April 2016, yang diprakarsai oleh Fajri Mulya Iresha, ST., M.T, Dosen Teknik Lingkungan bersama mahasiswa Teknik Lingkungan yang peduli tentang sampah”, ungkap mahasiswa UII itu.

Saat ini Zero Waste Community telah mampu menjaring 73 orang anggota yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa Teknik Lingkungan UII. Komunitas ini dipayungi oleh Divisi Pengabdian Masyarakat di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) FTSP.

“Kami membagi tempat sampah menjadi 4 klasifikasi yaitu sampah organik, sampah daur ulang, residu, dan kertas. Jadi kita menyebar tong sampah sesuai stikernya dengan harapan yang membuang sampah bisa langsung memilihanya sendiri, dan tong sampah tersebut kita letakkan di tempat-tempat yang strategis yang bisa terjangkau”. Ungkap Syahruli.

Upaya itu menurutnya lebih efektif ketimbang membiarkan sampah tercampur aduk dalam satu tong sampah tanpa stiker. “Karena sampah tersebut telah tercampur, jadi harus dicuci lagi. Padahal tujuannya untuk memisahkan sampah organik, sampah anorganik, sampah daur ulang, dan sampah plastik. Sehingga fokus penyelesaian diubah ke sumbernya yaktu tong sampah”, jelasnya.

Bergelut Bersama dengan Sampah

Rahmad, salah satu anggota di komunitas tersebut, mengaku sangat  antusias dengan kegiatan yang diusung Zero Waste Community. Awalnya ia merasa jengah melihat banyaknya sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga ia merasa terpanggil untuk menanggulanginya.

Dijelaskan Rachmad, kegiatan rutin yang diikuti anggota komunitas mulai dari memilah sampah (Senin-Kamis). Mereka juga mensosialisasikan program zero waste ke cleaning service untuk mengangkut sampah dari sumber ke rumah kaca (basecamp) untuk selanjutnya dilakukan pemilahan sampah.

“Kalo ngumpul kita itu biasanya menyebutnya Ngompos yaitu ngombrol persoalan sampah, biasanya kita memilah sampah-sampah yang ada kampus itu kan, lalu kita pisahkan yang plastik dan sampah sisa makanan untuk olah”. Ungkap Rachmad.

Sampah Disulap Jadi Aneka Produk Kreatif

Setelah dipisahkan dan dibersihkan, sampah ternyata dapat disulap menjadi aneka produk kreatif. Syahruli mencontohkan sampah organik seperti daun atau makanan dapat dijadikan Biopori dan kompos. Biopori berfungsi sebagai lubang untuk resapan air ke dalam tanah.

“Cara pembuatannya bisa menggunakan pipa ukuran 3,5 inchi lalu menggali lubang sesuai ukuran pipa, selanjutnya pipa tersebut dimasukkan ke tanah yang sudah dilubangi dan dimasukkan sampah organik, lalu di atasnya ditutup namun hasrus dilubangi seperti pori-pori agar udara bisa masuk”, terangnya.

Sedangkan untuk sampah anorganik seperti plastik, dapat dibuat Ecobrick. Ecobrick dapat digunakan sebagai media tanam bagi tanaman tertentu, seperti anggrek dan pakis. Cara pembuatannya cukup mudah yakni dengan memasukkan plastik kering ke dalam botol lalu dipadatkan hingga tidak ada rongga.

Ecobrick juga bisa dibuat dengan menggulung plastik hingga membentuk bulatan lalu direkatkan dengan api hingga menyerupai kerikil dan ditambah dengan air sumur. Setalah itu lalu dimasukkan biji. Ecobrick dapat mendaur ulang limbah plastik yang sulit diurai.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa manusia tidak hanya menghasilkan sampah, namun mempunyai PR bagaimana mengelola sampah yang telah kita hasilkan. Bukan hanya sekedar membuang, tetapi mengolah juga”, Pungkas Syahruli. (NA)

5 Oktober 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/IMG_7370.jpg 330 489 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2017-10-05 14:40:062017-10-05 14:48:46Zero Waste Community, Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah Kampus

Berita Terakhir

  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Perlu Strategi Jitu Hadapi Perubahan Iklim Link to: Perlu Strategi Jitu Hadapi Perubahan Iklim Perlu Strategi Jitu Hadapi Perubahan Iklim Link to: Pentingnya Menjaga Moralitas dan Profesionalitas Hakim Link to: Pentingnya Menjaga Moralitas dan Profesionalitas Hakim Pentingnya Menjaga Moralitas dan Profesionalitas Hakim Scroll to top Scroll to top Scroll to top