,

192 Wisudawan UII Raih Predikat Cumlaude

Sejumlah 192 wisudawan Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih predikat cumlaude pada pelaksanaan Wisuda UII jenjang Doktor, Magister, Sarjana, dan Ahli Madya, Periode III Tahun Akademik 2017/2018. Wisuda yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir UII, Sabtu (27/1), diikuti oleh 702 wisudawan dari berbagai bidang keilmuan.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada Program S-1 pada penyelenggaraan wisuda UII kali ini, berhasil diraih Meika Arista dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dengan IPK sempurna atau 4. Sementara waktu tempuh studi tercepat S-1, yaitu tiga tahun tiga bulan diraih oleh Achmad Aji Pangestu dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi.

Disampaikan Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., MHum., PhD., dalam sambutannya, periode wisuda UII kali ini juga diikuti  tujuh orang wisudawan dari Program Studi Pendidikan Kimia, dan menjadikannya sebagai lulusan pertama sejak Program Studi ini didirikan pada 1 Juli 2014. “Dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan UII telah berjumlah 89.765 orang,” ujarnya.

Disampaikan Nandang Sutrisno, tantangan di dunia kerja ke depan boleh dikatakan akan semakin berat dengan persaingan dan derasnya arus perubahan. Dunia kerja yang konvensional saat ini sudah mulai tergeser dan ditinggalkan. Penyedia jasa yang dulu ada dan banyak menyerap tenaga kerja sekarang mulai berkurang dan bahkan hilang. “Perusahan-perusahaan yang dulu jaya di bidangnya saat ini juga tidak sedikit yang menutup bisnisnya, dan bahkan sudah tidak tendengar lagi,” ujarnya.

Namun demikian Nandang Sutrisno menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti menandakan kesempatan para wisudawan untuk bekerja dan berkarir juga ikut hilang, namun justru telah digantikan dengan kesempatan-kesempatan kerja yang baru. Dimana kesempatan kerja yang baru ini tentunya sangat berbeda karakteristiknya dengan pekerjaan yang lama.

Wisudawan UII harus dapat memainkan perannya, tidak hanya mengandalkan ijazah atau dengan IPK yang tinggi, tetapi harus disertai dengn jiwa kreatif, inovatif juga mempunyai passion yang lebih. “UII telah berusaha mengantisipasinya dengan memberikan bekal-bekal soft skill dan juga hard skil menyesuaikan dengan arah perubahan sekarang dan yang akan datang,” tandasnya.

Sementara disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah V DI. Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA., para wisudawan secara akademik sudah mempunyai academic skill. Namun dalam kehidupan selanjutnya wisudawan juga harus meningkatkan life skill, communication skill, technical skill, dan global skills.

Ia menuturkan, saat ini kita tidak hanya hidup dengan tetangga lokal di Jogja, tetapi juga nasional masuk pada Masyarakat Ekonomi ASEAN dan bahkan sudah dengan masyarakat dunia. “Oleh karena itu dengan ilmu yang sudah dipunyai, kembangkan lagi skill yang lain agar bisa membantu dalam mencapai karir yang diharapkan,” paparnya.

Bambang Supriyadi menambahkan, sebagai lulusan perguruan tinggi wisudawan harus berani menjunjung tinggi kebenaran berdasarkan ilmu yang dimiliki. Jangan hanya terbawa arus, jangan hanya terbawa oleh lingkungan tetapi hendaknya berprinsip  dengan ilmu yang diperoleh dan dipahami untuk membuat diri lebih tegar dalam menjalankan tugas apapun yang harus diselesaikan.

Sebagaimana dijelaskan Bambang Supriyadi, saat ini kita telah masuk pada zaman revolusi industri yang ke 4, dimana kehadiran industri digital tidak bisa dipungkiri atau kita halang-halangi. Dengan teknologi kemajuan ke depan akan merubah dari apa-apa yang mungkin saat ini kita lihat.

“Ke depan mungkin kita akan melihat mobil tanpa pengemudi berjalan di jalan raya, ada robot yang akan membantu menyelesaikan tugas-tugas bagi para agriculture memanen atau menanam pepohonan atau lainnya,” jelasnya.

Sementara wakil alumni UII Dodik Setiawan Nur Heriyanto, SH., MH., LLM., P.HD. di
hadapan para wisudawan menuturkan, perlunya membuat perencanaan yang berbasis waktu, baik perencanaan dalam jangka pendek (6 bulan – 1 tahun), jangka menengah (5-10 tahun), dan jangka panjang (untuk masa depan).

Ia mencontohkan, jika target jangka panjang wisudawan adalah seorang pengusaha yang sukses maka rencanakan dalam waktu terdekat untuk mencoba berbisnis meskipun hanya skala kecil. “Namun targetnya adalah mencari pengalaman. Gunakan metode perencanaan yang SMART (specific, measurable, attainable, relevant, dan time bound),” jelasnya.

Dodik Setiawan yang juga  alumni UII program internasional menyampaikan nasehat kepada para wisudawan untuk tidak pernah menyerah. Ia menegaskan, tidak selamanya rencana akan berjalan mulus. Tidak semua strategi yang digunakan akan mampu memudahkan kita menggapai target-target kesuksesan di dunia. Jangan pernah menyerah akan kegagalan yang ada alami.

Ia menegaskan agar wisudawan senantiasa ingat akan janji Allah SWT bahwa setelah ada kesulitan akan ada kemudahan. “Ambil hikmah di setiap kegagalan yang kita alami. Gagal bukanlah akhir dari segala upaya dan usaha, sikapi kegagalan dengan pemikiran yang positif,” ungkap Dodi Setiawan yang saat ini mengemban amanah sebagai dosen di Fakultas Hukum UII.

Selain itu Dodik Setiawan juga berpesan agar para wisudawan tetap menjalin komunikasi dan persaudaraan khususnya kepada sahabat atau teman seperjuangan sewaktu kuliah. Menurutnya, bisa saja terjadi sahabat tersebut kelak yang akan membawa kepada jalan kesuksesan.