• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 2020
humas
Berita Kegiatan

Perbankan Syariah Belum Mampu Dominasi Sektor Jasa Keuangan

Market share keuangan syariah di Indonesia sebagai negara berpopulasi muslim terbesar terus mengalami peningkatan dibandingkan sektor keuangan konvensional. Khususnya pertumbuhan market share perbankan syariah, dinilai tetap solid di tengah krisis dan justru semakin menanjak. Pewarisan sistem yang baik dari perbankan syariah ini perlu dijaga konsistensinya dari tahun ke tahun.

Sebagaimana disampaikan Banjaran Surya Indrastomo, Ph.D dalam diskusi daring bertajuk “Merger Tiga Bank Syariah BUMN, Apa Manfaatnya Bagi Bangsa?”. Kegiatan ini diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Advokat Alumni FH UII. Narasumber lain yang turut hadir yakni Dosen FH UII, Dr. Siti Anisah, M.Hum.

Read more

17 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/06/new-normal-uii.jpg 450 739 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-17 14:37:322020-11-18 09:02:53Perbankan Syariah Belum Mampu Dominasi Sektor Jasa Keuangan
humas
Berita Kegiatan, Covid19

Tips Produktif Menulis di Tengah Pandemi

Menulis merupakan suatu pemberian manfaat kepada orang lain. Sama halnya dengan meneliti, hasil karya yang ditulis merupakan suatu karya monumental sumbangsih dari si penulis bagi pembacanya. Karena di dalamnya lahir gagasan dan pemikiran. Keterampilan menulis sebagian besarnya dapat diperoleh dengan banyak membaca. Dengan membaca mampu memperkaya kosa kata.

Read more

16 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/kreativitas-uii.jpg 450 647 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-16 19:30:572020-11-18 09:02:12Tips Produktif Menulis di Tengah Pandemi
humas
Berita Kegiatan

Mempertahankan Esensi Internasionalisasi

Mahasiswa FIAI Sabet Juara 1 Artikel Ilmiah Nasional

Keterbatasan di tengah pandemi Covid-19 menciptakan tantangan baru bagi internasionalisasi perguruan tinggi. Pasalnya, mobilitas fisik di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di situasi pandemi pun terpaksa memanfaatkan fasilitas dunia maya. Dr. Ir. Ridwan., M.Sc. Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan muncul tantangan baru, yaitu bagaimana program ini (internasionalisasi) bisa dilaksanakan dengan baik tanpa mengurangi nilai, esensi, kualitas dan luaran mutu kegiatan meskipun dilakukan secara daring”.

Read more

16 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Perpustakaan-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-16 13:56:222020-11-16 13:56:22Mempertahankan Esensi Internasionalisasi
humas
Berita Kegiatan

Penerapan TIK di Ranah Kesehatan

Pernyataan Sikap UII

Tiap tahun, bulan November dijadikan sebagai Bulan Mutu Nasional. Dalam rangka memperingatinya, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar webinar tentang standardisasi di ranah pelayanan kesehatan, Rabu (11/11). “Standar dan Penilaian Kesesuaian sebagai Enabler Layanan Kesehatan Berbasis TIK” menjadi tema pada kesempatan tersebut.

Read more

16 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-16 13:53:212020-11-16 13:53:21Penerapan TIK di Ranah Kesehatan
humas
Berita Kegiatan

Peran Penting Apoteker dalam Praktik Kefarmasian

Apoteker memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan praktik kefarmasian. Peran penting apoteker diantaranya seperti dalam pembuatan sediaan farmasi termasuk pengendalian mutu, hingga keamanannya ketika sudah beredar di masyarakat. Karenanya seorang apoteker terlebih dahulu diambil sumpah sebagai komitmen terhadap keahliannya.

Read more

16 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/Rektor-UII-Prof.-Fathul-Wahid-S.T.-M.Sc_.-Ph.D..png 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-16 13:50:182020-11-16 13:50:18Peran Penting Apoteker dalam Praktik Kefarmasian
humas
Berita Kegiatan, Pilihan

UII Website Appreciation 2020: Penghargaan Website Berkemajuan di UII

Website ibarat jendela bening sebuah rumah. Ketika orang lalu lalang melewatinya, mereka dapat melihat dengan jelas apa saja yang terdapat di dalam rumah itu. Begitu pun si empu rumah yang juga dapat memperlihatkan apa saja yang bisa ia tawarkan kepada khalayak di dalam rumahnya. Oleh karena itu, keberadaan website sangatlah penting dalam menampilkan sekaligus menjaga citra institusi saat ini.

Read more

13 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/UII-Website-Appreciation-2020.jpg 450 562 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-13 21:00:092020-11-15 07:48:43UII Website Appreciation 2020: Penghargaan Website Berkemajuan di UII
humas
Berita Kegiatan

CILACS UII Gandeng RELO Sosialisasikan Beasiswa Bahasa Inggris

Kesuksesan seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan perubahan dalam hidupnya. Karena kesuksesan hidup tidak ditentukan semata oleh keilmuan yang dimiliki, tapi terlebih pada sikap mental yang dimiliki dan jaringan sosial yang ada untuk membuka jalan keberhasilan. Hal ini sebagaimana tergambar dalam event Info Session English Access Microscholarship Program 2020-2022 yang diadakan Cilacs UII secara daring pada Selasa (10/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi tentang program beasiswa bagi mahasiswa jurusan pendidikan maupun sastra bahasa Inggris di wilayah Yogyakarta. English Access Microscholarship Program 2020-2022 itu sendiri merupakan program kerjasama Cilacs UII dengan Kementerian Luar Negeri/Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui Regional English Language Office (RELO) dan di Indonesia dikelola oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF).

Read more

11 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/cilacs-uii-info-session.png 450 637 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-11 15:05:542020-11-16 15:08:18CILACS UII Gandeng RELO Sosialisasikan Beasiswa Bahasa Inggris
humas
Berita Kegiatan

Cegah Stunting di Seribu Hari Pertama

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi “golden period” yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya, kegagalan optimalisasi di 1000 HPK dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan anak. Nutrisi dan stimulasi merupakan dua hal kunci yang perlu dimaksimalkan di 1000 HPK, “Jika kedua hal tersebut tidak terpenuhi, maka resikonya bisa berupa stunting pada anak”. Hal ini diutarakan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII), dr. Emi Azmi Choiruni, M.Sc., Sp.A, dalam Webinar Series 2 “Seribu Hari Pertama Kehidupan” pada Sabtu, 7 November 2020.

Read more

11 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus-UII-5.jpg 412 598 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-11 12:16:002020-11-11 13:05:54Cegah Stunting di Seribu Hari Pertama
985230102
Pojok Rektor

Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Desain Masa Depan

Diskursus dan ikhtiar integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai islami[1] sudah lama digaungkan, mulai sekitar lima dekade yang lalu, di awal 1970an. Istilah awal yang digunakan adalah islamisasi ilmu pengetahuan. Beberapa tokoh besar bisa dituliskan di sini, termasuk Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Naquib Al-Attas. Beragam pendekatan diusulkan. Al-Faruqi mengusulkan tiga tahapan dalam islamisasi, dengan menguasai disiplin modern, menguasai warisan disiplin islami, dan melakukan sintesis kreatif keduanya (Al-Faruqi, 1987). Al-Attas mengusulkan dua tahapan besar: isolasi elemen yang membentuk peradaban dan infusi elemen islami.

Inisiatif tersebut pun tidak serta merta disambut positif. Kritik dengan argumentasi beragam dialamatkan, mulai dari sudut pandang epistemologis, ranah disiplin, sampai dengan strategi praksis. Sesuatu yang sangat lazim dalam dunia akademik.

Tulisan singkat ini tidak dimaksudkan untuk masuk ke dalam ranah tersebut secara mendalam. Pembaca yang tertarik dengan diskursus ini dapat merujuk misalnya ke Rahman (1988), Nasr (1991), Stenberg (1996), dan Hashim dan Rossidy (2000).

 

Memperkuat alasan integrasi

Beragam alasan muncul dalam literatur mengapa integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai islami. Saya hanya ingin menekankan dua poin, di sini.

Pertama, integrasi harus diniatkan untuk meningkatkan kualitas. Pengembangan psikologi islami, misalnya, harus membuktikan bahwa sub-disiplin ini (jika kita ingin menyebutnya seperti itu) menawarkan perspektif baru yang menjawab masalah yang belum dapat dipecahkan secara baik oleh perkembangan disiplin psikologi mutakhir. Atau paling tidak, memberi alternatif baru untuk pemecah masalah yang lebih efektif di kelompok muslim. Tetapi lebih dari itu, validitas kontribusi psikologi islami seharusnya perlu diuji dengan penggunaannya di luar komunitas muslim, dengan penyesuaian yang diperlukan.

Kedua, integrasi bisa berkontribusi memperkuat landasan epistemologis atau bahkan landasan etis dan teologis pengembangan disiplin psikologi, terutama di kalangan muslim. Di sinilah, perlunya kalangan muslim mendesain masa depannya sendiri untuk berkembang bersama dengan peradaban lain saling berdampingan.

Dalam konteks ini, saya lebih suka mengedepankan semangat ko-eksistensi peradaban dibandingkan dengan benturan peradaban seperti diungkap oleh Huntington (1996). Catatan sejarah pengembangan ilmu pengetahuan di Zaman Keemasan Islam, nampaknya dapat menjadi argumen. Pada saat itu, banyak ilmuwan non-muslim yang terlibat dan bekerja sama dengan para ilmuwan muslim. Menurut Abdelhamid Sabra, sejarawan sains Islam dari Universitas Harvard, “Peradaban tidak berbenturan. Mereka saling belajar. Islam adalah contoh yang baik.” (Overbye, 2001). Tentu, sangat mudah dipahami bahwa pendapat ini dapat memantik diskusi lanjutan.

 

Mendesain masa depan

Pengembangan psikologi islami bisa menjadi bagian dari ikhtiar sepanjang hayat ini: mendesain masa depan baru, membangun peradaban baru. Umat Islam perlu meningkatkan literasi dan kemampuan dalam mendesain masa depannya sendiri. Dengan demikian, umat Islam diharapkan lebih proaktif terhadap perkembangan mutakhir dan tidak membocorkan banyak energi karena pendekatan “pemadaman api” karena bersifat reaktif atas satu tantangan ke tantangan lain dan bergerak dari satu jalan buntu ke jalan buntu lain. Menurut Sardar (2006), hal ini terjadi karena umat Islam tidak mampu mengapresiasi kekuatan dirinya sendiri, gagap dalam memahami realitas kontemporer, dan lambat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat.

Integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai islami, bisa dianggap sebagai kesadaran mengenali kekuatan internal, mendedah harta karun khazanah islami.  Ini adalah salah satu anak tangga menuju masa depan.

Ada pertanyaan penting di sini, yang perlu mendapatkan jawaban, supaya energi umat tidak banyak mengalami kebocoran. Pertanyaanya adalah: masa depan yang mana?

Berangkat dari kesadaran ini, Sardar dan Sweeney (2016) memberikan arahan. Masa depan dari perspektif temporal dapat dibagi menjadi tiga, masa depan dekat (extended present, 1-10 tahun ke depan), masa depan menengah (familiar futures, 10-20 tahun), dan masa depan jauh (unthought futures, lebih dari 20 tahun). Setiap tahapan ini mempunyai cirinya masing-masing, termasuk tingkat ketidakpastian dan penguasan pengetahuan tentangnya yang kita punya. Karenanya, setiapnya juga membutuhkan strateginya masing-masing untuk mengimajikannya.

Di sini, saya ingin menambahkan satu aspek lagi. Selain atribut temporal masa depan yang menjadikannya jamak (tidak tunggal) dari sisi horizon waktu, masa depan yang diimaji setiap komunitas muslim atau bahkan setiap muslim sangat mungkin berbeda. Kita bisa menyebutkan sebagai atribut komunal (atau bahkan atribut personal) masa depan.

Beberapa orang mungkin membayangkan kesatuan masa depan, tapi pengalaman empiris berabad-abad nampaknya tidak memberikan ruang untuk itu. Memaksakan imaji masa depan tunggal sendiri memerlukan energi yang luar biasa, dan jika gagal membingkainya dalam semangat ko-eksistensi, justru dapat menjadi pemantik benturan yang semakin membocorkan semakin banyak energi. Tidak terlalu sulit mencari contoh kasusnya di Indonesia.

Karenanya, koridor yang agak longgar perlu dibangun untuk mewadahi keragaman imaji masa depan ini. Semua pemilik imaji masa depan harus merasa nyaman berjalan bersama dalam koridor ini. Jika semangat ini dijaga, maka imaji masa depan yang berbeda akan konvergen pada muara yang sama, tanpa saling menafikan atau menjadikan resulante gaya yang dikeluarkan saling meniadakan. Menyepakati batas-batas koridor sendiri bukanlah pekerjaan ringan.

Untuk menghindari pontensi benturan dan menjaga pagar koridor, aktivitas memperbincangkan keragaman imaji masa depan ini menjadi penting. Untuk apa? Untuk mencari irisan terbesar dan mengembangkan semangat saling memahami dan menghormati.

Wallahualam bissawab.

 

Referensi

Al-Faruqi, I. R. (1987). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. Herndon: International Institute of Islamic Thought.

Hashim, R., & Rossidy, I. (2000). Islamization of knowledge: A comparative analysis of the conceptions of AI-Attas and AI-Fārūqī. Intellectual Discourse, 8(1), 19-44.

Huntington, S. P. (1996). The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. New York: Simon and Schuster.

Nasr, S. V. R. (1991). Islamization of knowledge: A critical overview. Islamic Studies, 30(3), 387-400.

Overbye, D. (2001). How Islam won, and lost, the lead in science. The New York Times, 30 Oktober. Tersedia daring: nytimes.com/2001/10/30/science/how-islam-won-and-lost-the-lead-in-science.html

Rahman, F. (1988). Islamization of knowledge: A response. American Journal of Islamic Social Sciences, 5(1), 3-11.

Stenberg, L. (1996). The Islamization of Science: Four Muslims Positions Developing and Islamic Modernity (Vol. 6). Lund: Religionshistoriska avdelningen, Lunds universitet.

Sardar, Z. (2006). What do we mean by Islamic futures? Dalam M Abu-Rabi’. The Blackwell Companion to Contemporary Islamic Thought (hal. 562-586). Malden, MA: Blackwell Publishing.

Elaborasi ringan dari sambutan pembuka pada The 2nd International Intensive Course on Islamic Psychology (IICIP 2020) yang diselenggarakan secara daring oleh Jurusan Psikologi Universitas Islam Indonesia bekerja sama dengan The International Institute of Islamic Thought Indonesia dan International Association of Muslim Psychologists (IAMP), pada 7-21 November 2020.

[1] Penggunaan istilah nilai-nilai islami atau psikologi islami nampaknya lebih tepat dibandingkan dengan nilai-nilai Islam atau psikologi Islam. Islami di sini sebagai kata sifat atau ajektif.

9 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/jalan-masa-depan.jpg 998 1500 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022020-11-09 08:14:072020-11-09 17:07:38Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Desain Masa Depan
humas
Berita Kegiatan

Tapak Tilas 26 Tahun Perjalanan Informatika UII

Tak terhitung tahun kita lewati, banyak prestasi yang sudah digapai, sudah 26 tahun Informatika UII berkiprah, teruslah berkibar almamaterku tercinta. Pantun ini dibawakan Sri Winiarti, S.T., M.Cs., alumnus angkatan pertama Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) yang kini menjabat Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan. Ia menjadi moderator dalam acara Talkshow Milad Informatika UII bertajuk “Reflection Diversity and Unity”.

Read more

8 November 2020
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-2.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-08 12:01:072021-08-12 13:50:35Tapak Tilas 26 Tahun Perjalanan Informatika UII
Page 7 of 62«‹56789›»

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top