SEAMEO BIOTROP bersama Universitas Islam Indonesia (UII) dan SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics (SEAQiM) menyelenggarakan National Training & Regional Seminar on Circular Economy bertema “Circular Economy for Sustainable Agriculture, Natural Resource Management, Nature-Based Tourism, and Education for Sustainable Development through STEM Integration” pada 30 Juni–3 Juli 2026 di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik, akademisi, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi menghadapi tantangan perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Seminar regional dan pelatihan nasional ini juga menjadi wadah untuk memperluas jejaring kolaborasi, berbagi praktik baik, serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan di dunia pendidikan dan masyarakat.
Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menegaskan bahwa sebagai Regional Centre SEAMEO di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, SEAMEO BIOTROP terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Menurut Prof. Edi Santosa, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, degradasi lingkungan, meningkatnya volume limbah, hingga semakin terbatasnya sumber daya alam. Kondisi tersebut menuntut pendekatan pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi sirkular merupakan salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian global karena mendorong efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan limbah, pemanfaatan kembali material, serta penciptaan nilai tambah dari sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Prof. Edi Santosa.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan biomassa pertanian, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pengembangan nature-based tourism, serta penguatan pendidikan lingkungan.
Semangat kolaborasi tersebut juga tercermin dalam sambutan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ilya Fajar Maharika yang mengajak seluruh peserta memahami bahwa komitmen UII terhadap pembangunan bangsa telah tumbuh sejak awal berdirinya institusi tersebut. Berawal dari Sekolah Tinggi Islam sebagai perguruan tinggi Islam pertama di Indonesia, UII hingga kini terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Mewakili Pemerintah Daerah, Tukiman dari Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan yang melibatkan para guru SMA dari berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan pendidik sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan dan kebutuhan generasi masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Dewi Wulandari, Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebencanaan (PUSPIK) UII, menegaskan bahwa PUSPIK memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin untuk menghadapi perubahan iklim dan kebencanaan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai mitra merupakan kunci dalam menghasilkan solusi berkelanjutan, termasuk melalui implementasi ekonomi sirkular.
Sementara itu, Dr. Jatnika, Ph.D., Deputi Direktur Program SEAQiM, menekankan bahwa pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) memiliki keterkaitan erat dengan implementasi ekonomi sirkular. Pembelajaran berbasis STEM, menurutnya, tidak hanya membekali peserta didik dengan kompetensi sains dan teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan inovasi yang diperlukan untuk merancang solusi berkelanjutan.
Koordinator kegiatan, Risa Rosita, S.Si., M.Si., yang juga menjabat sebagai Manager of Science Innovation and Technology Department SEAMEO BIOTROP, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus forum kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, lembaga penelitian, komunitas, dan mitra internasional.
“Kami menghadirkan narasumber dari kementerian, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, serta mitra internasional agar peserta memperoleh perspektif yang komprehensif, mulai dari kebijakan, hasil riset, hingga implementasi di lapangan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru tidak hanya memahami konsep ekonomi sirkular, tetapi juga mampu mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Risa Rosita.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SEAMEO BIOTROP untuk memperkuat kapasitas pendidik sekaligus membangun jejaring kolaborasi nasional dan regional. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat implementasi ekonomi sirkular yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan terdiri atas Regional Seminar yang dihadiri oleh peserta dari Indonesia, Filipina, dan Brunei Darussalam, serta menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan pakar dari berbagai institusi untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik mengenai implementasi ekonomi sirkular di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan National Training selama tiga hari yang diikuti oleh para guru Sekolah Menengah Atas (SMA/SMAS) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai ekonomi sirkular, pemanfaatan biomassa, pengelolaan sumber daya alam, nature-based tourism, serta implementasi Education for Sustainable Development (ESD) melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), yang diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di sekolah..
Melalui penyelenggaraan seminar regional dan pelatihan nasional ini, SEAMEO BIOTROP berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13), serta Ekosistem Daratan (SDG 15).
SEAMEO BIOTROP juga berharap kegiatan ini menghasilkan jejaring kolaborasi yang lebih kuat, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis ekonomi sirkular, serta mempercepat implementasi praktik-praktik berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
SEAMEO BIOTROP menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Indonesia, SEAQiM, seluruh narasumber, panitia, mitra, serta para peserta atas kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin. Dukungan media massa juga diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekonomi sirkular sebagai salah satu strategi menuju pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. (IM/AHR/RS)



