• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • DAFTAR SEKARANG
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 2026
Humas
Berita Kegiatan

UII Gelar Workshop Etika Publikasi Internasional Bersama Emerald Publishing

Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Workshop Etika dan Kebijakan Publikasi Internasional sebagai upaya dalam peningkatan pemahaman sivitas akademika khususnya dosen dan mahasiswa pascasarjana terkait etika publikasi ilmiah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/04) di Gedung Mohammad Hatta Perpustakaan, Kampus Terpadu UII ini menghadirkan narasumber dari Emerald Publishing, William Loh Wui Lun yang membahas  tren publikasi, strategi menulis artikel ilmiah, serta proses menuju publikasi di jurnal bereputasi internasional.

Dalam sambutannya, Direktur Perpustakaan UII, Muhammad Jamil, S.IP mengatakan Perpustakaan UII secara konsisten menghadirkan berbagai program untuk mendukung sivitas akademika, mulai dari penyediaan akses sumber daya ilmiah, pendampingan penulisan karya ilmiah, hingga fasilitasi proses publikasi.

Salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan adalah Emerald Insight, yang menyediakan ratusan jurnal di bidang bisnis, manajemen, dan ekonomi yang dapat diakses oleh mahasiswa. “Publikasi ilmiah saat ini bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi sivitas akademika,” ujarnya.

Menurutnya, selain kualitas substansi karya ilmiah, pemahaman terhadap etika publikasi juga menjadi hal yang sangat penting, termasuk dalam penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). UII sendiri telah memiliki regulasi terkait etika ilmiah sebagai pedoman bagi seluruh sivitas akademika dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan berintegritas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh William yang menekankan pentingnya integritas dalam penelitian dan publikasi. Setiap karya ilmiah harus memenuhi prinsip orisinalitas, kejelasan kontribusi, serta tidak sedang diajukan ke penerbit lain. Selain itu, penulis juga diwajibkan mencantumkan sitasi yang tepat dan mengungkapkan potensi konflik kepentingan secara transparan.

“Penelitian harus dilakukan dengan standar integritas yang tinggi, karya yang dihasilkan harus orisinal, tidak sedang diajukan di tempat lain, serta mencantumkan referensi dan sumber secara jelas,” papar WIlliam

William juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan ilmiah. Menurutnya, AI tidak dapat diakui sebagai penulis karena tidak memiliki tanggung jawab akademik, namun dapat digunakan secara terbatas untuk penyuntingan bahasa dengan tetap menjunjung prinsip transparansi. Penulis tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh atas isi dan keabsahan karya.

Melalui kegiatan ini, UII berharap sivitas akademika semakin memahami etika publikasi ilmiah sekaligus mampu meningkatkan kualitas riset. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kredibilitas dan daya saing di tingkat internasional. (AHR/RS)

24 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Workshop-Etika-dan-Kebijakan-Publikasi-Internasional-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-24 10:15:512026-04-24 10:15:51UII Gelar Workshop Etika Publikasi Internasional Bersama Emerald Publishing
985230102
Pojok Rektor

Belajar Memimpin, Berlatih Dipimpin

Hari ini Saudara berdiri di sebuah persimpangan penting kehidupan. Wisuda sering dianggap sebagai garis akhir dari perjalanan panjang pendidikan. Namun sesungguhnya, wisuda lebih tepat disebut sebagai titik awal. Hari ini bukan tentang apa yang sudah Saudara selesaikan, tetapi tentang apa yang akan Saudara mulai.

Karena dunia setelah kampus adalah ruang ujian yang berbeda. Di kampus, Saudara diuji dengan soal. Di kehidupan nyata, Saudara diuji dengan tanggung jawab. Di kampus, Saudara dinilai dengan angka. Di kehidupan nyata, Saudara akan dinilai dengan kepercayaan.

Dalam jangka panjang, kepercayaan selalu lebih mahal daripada kepintaran.

 

Organisasi yang sehat

Saudara akan segera menyadari bahwa kehidupan profesional bukan hanya tentang kemampuan memimpin, tetapi juga tentang kesiapan untuk dipimpin. Tidak semua orang langsung menjadi pemimpin. Bahkan sebagian besar perjalanan karier justru dimulai dari menjadi pengikut. Di sinilah karakter sering kali dibentuk tanpa disadari.

Organisasi yang sehat bukan hanya membutuhkan pemimpin yang baik. Ia juga membutuhkan pengikut yang baik. Karena kepemimpinan (leadershio) yang kuat tanpa kepengikutan (followership) yang matang tidak akan menghasilkan organisasi yang kokoh.

Izinkan saya menggunakan satu metafora sederhana. Kehidupan profesional itu seperti sebuah pendakian gunung. Dalam satu tim pendakian, memang ada pemimpin ekspedisi. Tetapi keberhasilan mencapai puncak tidak pernah ditentukan oleh satu orang. Ia ditentukan oleh kualitas seluruh tim. Ada yang memimpin arah. Ada yang menjaga ritme. Ada yang memastikan logistik. Ada yang membantu ketika ada yang kelelahan.

Dalam banyak situasi, justru mereka yang berjalan di belakanglah yang memastikan tidak ada yang tertinggal. Begitulah organisasi yang sehat bekerja.

Ketika Saudara dipercaya menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang mengayomi. Pemimpin yang kehadirannya membuat orang merasa lebih kuat, bukan lebih kecil. Pemimpin yang terlihat, bukan hanya terdengar. Pemimpin yang memberi contoh, bukan hanya memberi perintah.

Karena sesungguhnya, kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan melalui keteladanan. Orang mungkin mendengar instruksi, tetapi mereka mempercayai contoh.

Pemimpin yang baik juga tidak membangun kewibawaan melalui jarak, tetapi melalui integritas. Ia tidak mengelabui bawahan dengan agenda tersembunyi. Ia tidak mengatakan satu hal dan melakukan hal lain. Ia memahami bahwa transparansi bukan kelemahan, tetapi fondasi kepercayaan.

Seorang pemimpin mungkin bisa memerintah dengan jabatan. Tetapi ia hanya bisa memimpin dengan kepercayaan.

 

Kepengikutan dan pola pikir bertumbuh

Izinkan saya mengatakan sesuatu yang mungkin jarang disampaikan dalam forum wisuda: menjadi pengikut yang baik sering kali lebih sulit daripada menjadi pemimpin.

Karena menjadi pengikut yang baik membutuhkan kedewasaan karakter. Ia menuntut profesionalitas tanpa harus selalu terlihat. Ia menuntut kontribusi tanpa selalu mendapat pengakuan. Ia menuntut integritas bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Pengikut yang baik bukan mereka yang selalu setuju. Pengikut yang baik adalah mereka yang tetap berpikir. Mereka yang tetap menjaga akal sehatnya. Mereka yang berani mengingatkan pemimpinnya jika arah mulai keliru. Loyalitas sejati bukan kepada kenyamanan, tetapi kepada kebenaran.

Organisasi yang kuat bukan yang semua orangnya diam. Organisasi yang kuat adalah yang orang-orangnya berani berbicara dengan cara yang benar.

Di sinilah pentingnya growth mindset, pola pikir bertumbuh. Dunia yang Saudara masuki akan terus berubah. Apa yang Saudara pelajari hari ini mungkin perlu diperbarui beberapa tahun lagi. Jabatan yang Saudara impikan mungkin membutuhkan kemampuan yang hari ini belum Saudara miliki.

Maka keunggulan terbesar Saudara bukan pada apa yang Saudara kuasai hari ini, tetapi pada seberapa cepat Saudara mau belajar besok.

Orang yang berhenti belajar perlahan akan tertinggal. Bukan karena ia tidak pintar, tetapi karena ia merasa sudah cukup pintar. Karena masa depan bukan milik mereka yang paling tahu. Masa depan milik mereka yang paling mau bertumbuh.

 

Karakter dalam memimpin

Jika suatu saat Saudara memimpin, ingatlah: jabatan memberi Saudara kekuasaan, tetapi karakterlah yang membuat orang mengikuti Saudara.

Jika suatu saat Saudara dipimpin, ingatlah: profesionalitas membuat Saudara dihargai, tetapi integritaslah yang membuat Saudara dipercaya.

Di posisi apa pun Saudara berada, ingatlah satu hal: reputasi dibangun dari apa yang Saudara lakukan ketika tidak ada yang mengawasi.

Organisasi yang besar tidak dibangun oleh satu pemimpin hebat. Organisasi yang besar dibangun oleh banyak orang baik yang menjalankan perannya dengan benar.

Saudara dapat mengingat ringkasan ini. Pemimpin sejati adalah mereka yang membuat orang lain bertumbuh. Pengikut sejati adalah mereka yang tetap bertumbuh meski tidak terlihat. Manusia yang berhasil adalah mereka yang tetap bertumbuh dalam posisi apa pun.

Semoga Saudara tidak hanya dikenal karena kecerdasan, tetapi karena karakter. Tidak hanya sukses sendiri, tetapi juga memberi makna bagi sekitar. Dan jika suatu saat Saudara berada di puncak, jangan lupa membuka tangga bagi yang lain untuk naik. Bukan dengan menarik orang karena kedekatan, bukan karena transaksi kepentingan, tetapi karena kualitas, keadilan, dan integritas.

Selamat menempuh perjalanan baru.

 

Sambutan upacara wisuda pada 24-25 April 2026.

Fathul Wahid

Rektor Universitas Islam Indonesia 2022-2026

24 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/pemimpin-dipimpin-scaled.jpg 1707 2560 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022026-04-24 09:44:592026-07-09 09:36:20Belajar Memimpin, Berlatih Dipimpin
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Kolaborasi Global, Pilihan

UII dan ACU Perkuat Kerja Sama Internasional

Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen dalam menguatkan jejaring kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi baik nasional ataupun internasional. Pada kesempatan kali ini, UII menerima kunjungan kerja sama dari Australian Catholic University (ACU) pada Rabu (22/04) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Read more

22 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/MoU-UII-dan-ACU-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-22 11:19:582026-07-06 16:45:57UII dan ACU Perkuat Kerja Sama Internasional
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Milad83, Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan, Pilihan

Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia

Sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Milad ke-83 dan Hari Bumi Sedunia, Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kegiatan Aksi Tanam Pohon pada Selasa (21/04) di Embung Pelang Sisi Barat UII. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon akasia yang diwakili oleh Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, Rektor UII, dan Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, serta jajaran dekan di lingkungan UII sebagai bentuk kesadaran kolektif sivitas akademika UII dalam membangun kesadaran kolektif untuk merawat dan melestarikan bumi.

Mengusung semangat “Harmoni untuk Jejak Lestari”, pohon akasia dipilih sebagai simbol utama. Pemilihan ini merepresentasikan perpaduan antara ketangguhan dan manfaat berkelanjutan, sebuah cerminan dari perjalanan panjang UII sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia.

Dekan FIAI UII menyatakan bahwa bahwa penanaman pohon akasia ini bukan sekadar aksi penghijauan seremonial, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan historis Islam yang melekat pada pohon ini sebagai material pembangun peradaban, mulai dari mimbar hingga arsitektur masjid klasik.

“Pemilihan akasia adalah simbol bahwa di usia ke-83, UII harus terus tumbuh menjadi institusi yang tangguh, kuat, dan mampu menaungi sesama dalam harmoni,” ungkapnya.

Senada, Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan dalam sambutannya bahwa penanaman pohon memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi teologis maupun institusional. Dalam ajaran Islam, menanam pohon merupakan bentuk amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Menanam pohon bukan hanya kegiatan ekologis, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, Ia menambahkan bahwa keberadaan ruang hijau juga memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan dan kesehatan mental. Interaksi dengan alam, menurut berbagai penelitian, dapat meningkatkan kenyamanan, kejernihan berpikir, serta produktivitas.

Sementara itu, Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si. menekankan bahwa ia menekankan bahwa kegiatan menanam pohon bukan sekadar simbolis, melainkan komitmen jangka panjang yang membutuhkan perawatan dan konsistensi bersama.

“Menanam itu mudah, tetapi merawatnya membutuhkan komitmen bersama agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aset yang dimiliki, termasuk lingkungan hijau, harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi beban di kemudian hari. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas satu hari, melainkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan aksi nyata seperti menanam pohon akasia, UII terus menanam harapan dan memperkuat akar kebaikan untuk masa depan bumi yang lebih lestari melalui Harmoni untuk Jejak Lestari. (MM/AHR/RS)

21 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Aksi-Tanam-Pohon-Milad-ke-83-UII-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-21 13:27:072026-07-08 11:23:12Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pendidikan

Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia

Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan Architect Universe Talk Series #1 pada Sabtu (18/4) di Auditorium Lantai 3 Gedung Mohammad Natsir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII. Bertajuk “Diskusi Pendidikan Arsitektur, Profesi, dan Sertifikasi”, acara ini menjadi momen krusial yang mempertemukan para pemangku kebijakan tertinggi di dunia arsitektur nasional. Read more

20 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Architect-Universe-Talk-Series-1-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-20 09:07:582026-07-06 10:47:50Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Riset dan Inovasi

Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek

Yogyakarta — Program Studi Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah riset nasional. Sebanyak 4 dosen Magister Informatika UII berhasil lolos seleksi pendanaan BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan total tujuh judul riset yang mendapatkan pendanaan.

Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen sivitas akademika Magister Informatika UII dalam menghadirkan riset yang tidak hanya bernilai akademis tinggi, namun juga berdampak langsung bagi masyarakat. Skema pendanaan BIMA sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong akselerasi penelitian terapan perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan nyata di berbagai sektor.

Dosen dan Riset yang Lolos Pendanaan

  1. Ir. Irving Vitra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen senior Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan tiga judul riset sekaligus dalam skema pendanaan BIMA 2026, yaitu:

  • PPS-PTM — Pengembangan Model Proses Bisnis dan Sistem Informasi Pariwisata Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta Riset ini berfokus pada pengembangan sistem informasi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam ekosistem pariwisata kesehatan di Yogyakarta, sebagai upaya mendorong digitalisasi sektor wisata yang berpijak pada budaya setempat.
  • PPS-PTM — Deteksi Dini Risiko Performa Akademik Mahasiswa Berbasis AI melalui Data Akademik, Perilaku Akademik, dan Profil Kepribadian Penelitian ini mengembangkan model kecerdasan buatan untuk mendeteksi secara dini potensi penurunan performa akademik mahasiswa, dengan memanfaatkan kombinasi data akademik, pola perilaku, dan profil kepribadian sebagai variabel prediktif.
  • PFR — Pengembangan Model Fundamental AI Multimodal untuk Deteksi Dini Kesehatan dan Produktivitas Ternak Tropis Riset lintas sektor ini mengembangkan model AI multimodal yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan dan produktivitas ternak tropis secara dini, membuka peluang besar bagi transformasi digital di sektor peternakan Indonesia.
  1. Ir. Firdaus, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil lolos dengan dua judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTM — Deteksi Penyakit Sleep Apnea Menggunakan Radar FMCW Berbasis Pengukuran Laju Pernafasan Dengan Algoritma Transformer Penelitian inovatif ini mengembangkan sistem deteksi penyakit sleep apnea secara non-invasif menggunakan teknologi radar FMCW (Frequency-Modulated Continuous Wave) yang dikombinasikan dengan algoritma Transformer untuk menganalisis pola laju pernapasan secara akurat.
  • PT-LP — Sistem Manajemen Aset, Dokumen, dan Personalia Berbasis Indoor Positioning System (IPS) di Perusahaan dan Rumah Sakit Riset ini merancang sistem manajemen terintegrasi berbasis teknologi Indoor Positioning System untuk memudahkan pelacakan dan pengelolaan aset, dokumen, serta personalia secara real-time di lingkungan perusahaan dan fasilitas kesehatan.
  1. Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.

Dosen Magister Informatika UII ini berhasil meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PT-LM — Model e-Health Kampus Sehat untuk Mendukung Transformasi Kesehatan Digital Indonesia
  1. Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dosen Magister Informatika UII ini meloloskan judul riset dalam skema BIMA 2026:

  • PPS-PTM — AcademicNLQ Framework: Domain Adaptation Model dan Query Dataset untuk Natural LanguagePenelitian ini mengembangkan kerangka kerja AcademicNLQ yang berfokus pada adaptasi model pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) untuk domain akademik, sekaligus membangun dataset query yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem tanya-jawab berbasis bahasa natural di lingkungan perguruan tinggi.

Keberhasilan 4 dosen dengan total 7 judul riset ini mencerminkan semangat inovasi yang terus tumbuh di lingkungan Magister Informatika UII. Riset-riset yang lolos mencakup spektrum yang sangat luas mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, pariwisata, peternakan, hingga pemrosesan bahasa natural, ini menunjukkan bahwa Magister Informatika UII hadir sebagai aktor aktif dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui skema BIMA 2026, para peneliti diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan riset mereka dan memperluas dampaknya ke tingkat nasional maupun internasional.

Program Studi Magister Informatika UII terus mendorong seluruh civitas akademika untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan visi institusi sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Indonesia.

Sumber: Website Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia

19 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/Universitas-Islam-Indonesia-Pernyataan-Sikap-scaled.jpg 1918 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-19 16:30:542026-07-08 11:35:48Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek
Humas
Berita Kegiatan

UII Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 11 dari Panpacific University Filipina

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menerima mahasiswa inbound dalam program SEA-Teacher Program Batch 11 Gelombang Kedua, bekerja sama dengan Panpacific University di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII pada Jumat (17/04). Program ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UII.

Sebanyak tiga mahasiswa dari Panpacific University, yaitu Dana Vinuya Caronongan, Janelle Magpali Fabros, dan Ashley Nicole Cabornay, akan mengikuti program praktik mengajar di Afkaaruna Islamic School selama kurang lebih satu bulan.

Kegiatan penyambutan (welcoming program) dilaksanakan pada hari ini dengan dihadiri oleh Direktur DK/KUI, Dian Sari Utami, Kepala Divisi Mobilitas Internasional, Nihlah Ilhami, beserta tim. Dari Prodi PBI UII turut hadir Ketua Prodi, Puji Rahayu, serta dosen pembimbing yang akan mendampingi mahasiswa selama program berlangsung yaitu Ista Maharsi dan Adam Anshori.

Rangkaian kegiatan penyambutan meliputi sesi pengenalan lingkungan UII dan kehidupan di Yogyakarta, komunikasi lintas budaya dan konteks budaya Jawa, pembelajaran dasar Bahasa Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari dan pengajaran, sesi informasi settlement, serta tur kampus.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperoleh pengalaman internasional dalam dunia pendidikan. Bagi UII, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat jejaring global dan mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. (NI/DS/AHR/RS)

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/SEA-Teacher-Panpacific-University.jpg 660 938 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 12:20:382026-04-18 12:20:38UII Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 11 dari Panpacific University Filipina
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Kewirausahaan dan Hilirisasi

Dari Ide ke Publikasi: Strategi Riset Sistematis ala Prof. Nurhaya Muchtar

Riset dimulai dari ide sederhana, namun tak semua ide berhasil dan layak untuk dipublikasikan. Prof. Nurhaya Muchtar, akademisi dari Department of Communications Media, Indiana University of Pennsylvania, USA, menyebut bahwa banyak peneliti terjebak pada topik yang luas. Read more

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Strategi-Riset-Sistematis-ala-Prof.-Nurhaya-Muchtar.jpg 450 750 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 10:17:362026-07-08 10:41:14Dari Ide ke Publikasi: Strategi Riset Sistematis ala Prof. Nurhaya Muchtar
985230102
Pojok Rektor

Kebebasan dan Empati Arsitek

Kita sering membayangkan arsitek sebagai sosok kreatif yang bebas. Imajinatif. Visioner. Bebas mengekspresikan gagasan. Dan memang, dunia arsitektur membutuhkan kebebasan. Tanpa kebebasan, tidak akan lahir bangunan yang melampaui zamannya. Tidak akan hadir ruang yang menginspirasi kehidupan.

 

Kebebasan tidak pernah sendirian

Tetapi, dalam praktiknya, kebebasan arsitek tidak pernah hidup sendirian.

Arsitek selalu hadir di tengah ekosistem yang ramai. Ada insinyur sipil yang memikirkan kekuatan struktur. Ada insinyur kelistrikan yang memastikan energi mengalir aman. Ada ahli proteksi kebakaran yang memikirkan keselamatan ketika bencana datang. Ada kontraktor yang harus menerjemahkan gambar menjadi kenyataan di lapangan. Ada pekerja konstruksi yang berdiri di bawah panas matahari untuk merealisasikan gagasan yang lahir di meja desain.

Karena itu, kebebasan dalam arsitektur sesungguhnya bukan monolog. Ia adalah dialog dan bahkan polilog, karena melibatkan banyak pihak. Di titik itulah empati menjadi sangat penting.

Empati dalam arsitektur sering dipahami hanya sebagai kemampuan memahami pengguna akhir: penghuni rumah, pengguna gedung, atau masyarakat kota. Padahal empati jauh lebih luas dari itu. Empati juga berarti memahami aktor lain dalam rantai panjang proses konstruksi. Memahami kesulitan kontraktor ketika detail terlalu rumit dibangun. Memahami risiko keselamatan ketika keputusan desain mengabaikan realitas lapangan. Memahami beban biaya, waktu, energi, dan bahkan tekanan psikologis yang mungkin muncul akibat keputusan yang dibuat dari balik meja komputer yang nyaman.

Empati mengubah desain dari sekadar ekspresi menjadi tanggung jawab.

 

BIM dan infrastruktur empati

Saudara mungkin menyadari, dalam beberapa dekade terakhir, dunia arsitektur juga berubah karena teknologi. Salah satu yang paling penting adalah Building Information Modeling atau BIM. Banyak orang melihat BIM hanya sebagai perangkat lunak atau model tiga dimensi yang lebih canggih. Tetapi sesungguhnya BIM membawa perubahan budaya kerja yang jauh lebih mendalam.

BIM membuat gagasan menjadi transparan. Semua disiplin dapat melihat implikasi keputusan desain sejak awal. Ketika satu elemen diubah, dampaknya terhadap struktur, biaya, energi, keselamatan, dan jadwal dapat langsung terlihat. Deteksi tumbukan (clash detection) dan simulasi kinerja, misalnya, bukan sekadar fitur teknis. Ia adalah mekanisme untuk memaksa kita lebih sadar bahwa keputusan kita memengaruhi orang lain.

Dalam bahasa yang lebih sederhana: BIM sedang mengajarkan empati secara operasional.

BIM mengurangi jarak antara desain dan konstruksi. Mengurangi kejutan di lapangan. Mengurangi konflik yang sebenarnya lahir bukan karena niat buruk, tetapi karena masing-masing disiplin bekerja dalam dunianya sendiri-sendiri.

Karena itu, saya melihat BIM bukan hanya infrastruktur digital, tetapi juga infrastruktur empati.

BIM membantu kolaborasi terjadi, tetapi tidak kehilangan kreativitas. Dalam BIM, kebebasan tidak dihilangkan. Justru diperkaya oleh masukan lintas disiplin. Seorang arsitek tetap bebas bermimpi, tetapi mimpinya diuji oleh realitas bersama. Di sini kedewasaan profesi diuji.

 

Merancang ruang, memuliakan manusia

Sebab kebebasan tanpa empati sering melahirkan karya yang elitis dan rapuh. Indah di gambar, tetapi menyulitkan di lapangan. Sebaliknya, empati tanpa kebebasan bisa membuat profesi kehilangan daya cipta dan keberanian.

Saudara harus menjaga keduanya sekaligus: kebebasan untuk membayangkan masa depan, dan empati untuk memastikan masa depan itu tetap manusiawi.

Di zaman hari ini, tantangan arsitek tidak semakin sederhana. Saudara akan hidup di tengah krisis lingkungan, kepadatan kota, ketimpangan sosial, perubahan iklim, dan percepatan teknologi. Dunia membutuhkan arsitek yang bukan hanya pandai mendesain bangunan, tetapi juga mampu membangun percakapan antardisiplin, menjaga sensitivitas sosial, dan merawat kemanusiaan di tengah dominasi teknologi.

Karena itu, jangan hanya menjadi arsitek yang piawai membuat bentuk. Jadilah arsitek yang juga mampu memahami akibat.

Jangan hanya membangun ruang yang mengagumkan mata. Bangun juga ruang yang memuliakan manusia.

 

Sambutan pada acara Sumpah Arsitek pada 18 April 2026.

Fathul Wahid

Rektor Universitas Islam Indonesia 2022-2026

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/arsitek-scaled.jpg 1707 2560 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022026-04-18 09:47:162026-05-06 09:48:29Kebebasan dan Empati Arsitek
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pilihan, Riset dan Inovasi

UII Lantik 30 Arsitek Baru dalam Wisuda Profesi Arsitek Angkatan ke-17

Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan  Wisuda Pendidikan Profesi Arsitek Angkatan ke-17. Sebanyak 30 arsitek baru berhasil menuntaskan proses pembelajaran selama 1 tahun dengan 21 arsitek berpredikat Cumlaude dan 9 arsitek berpredikat sangat memuaskan secara resmi diambil sumpah pada Sabtu (18/04) di Auditorium Gedung KH. Mohammad Natsir FTSP UII. Read more

18 April 2026
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Wisuda-PPAr-UII-ke-17-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-18 08:56:302026-07-06 14:18:18UII Lantik 30 Arsitek Baru dalam Wisuda Profesi Arsitek Angkatan ke-17
Page 14 of 20«‹1213141516›»

Berita Terakhir

  • UII Gelar Pelatihan Pengelolaan Konten Berbasis SEO dan AI
  • UII, MUTU International, dan CSU Taiwan Resmi Perluas Kolaborasi Jagad Lestari Center
  • UII Resmi Buka PMB Tahun Ajaran 2027/2028, Gandeng MGBK DIY dan Jawa Tengah
  • UII Sambut Mahasiswa Internasional melalui Program Orientasi Kampus Tahun Akademik 2026/2027
  • Mahasiswa Temasek Polytechnic Ikuti Program Cultural Immersion di UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top