• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi...
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pendidikan

Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia

Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan Architect Universe Talk Series #1 pada Sabtu (18/4) di Auditorium Lantai 3 Gedung Mohammad Natsir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII. Bertajuk “Diskusi Pendidikan Arsitektur, Profesi, dan Sertifikasi”, acara ini menjadi momen krusial yang mempertemukan para pemangku kebijakan tertinggi di dunia arsitektur nasional.

Diskusi ini menghadirkan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmaji, S.T., M.T., IPM, IAI., Koordinator Region 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ar. Sugiarto, IAI., Ketua Dewan Arsitek Indonesia (DAI) Ar. Ahmad Saladin, IAI. serta Direktur Utama LSP Sertifikasi Arsitek Indonesia (SARSI) Ar. Pierre Albyn Pongai, S.T., M.T., IAI. dengan dipandu oleh moderator Dr. Ar. Ahmad Saifudin Mutaqi, Ir., MT., IAI., AA, GP.

Di tengah dinamisnya regulasi pendidikan profesi, masa depan karier seorang lulusan arsitektur seringkali dilingkupi kegamangan. Topik diskusi kali ini membedah integrasi antara dunia kampus dengan tuntutan industri, urgensi kepemilikan lisensi, hingga tantangan etika dalam praktik profesional. Forum ini sekaligus menjadi saksi sejarah berkumpulnya empat organisasi besar penentu nasib arsitek Indonesia untuk menyelaraskan langkah dari hulu hingga ke hilir.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Prof. Ar. Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI yang merupakan Ketua Jurusan Arsitektur UII. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan dan kekuatan profesi arsitek di masa depan. “Ini nampaknya menjadi sejarah pertama para penentu nasib arsitek Indonesia duduk bersama di tempat kita. Harapannya, arsitek Indonesia tidak lagi merana dan profesi kita semakin kuat karena sudah ada undang-undang serta institusi yang mengelolanya secara solid,” pungkasnya. Ia juga berharap diskusi ini mampu menjawab kegelisahan mahasiswa mengenai kelayakan menempuh jalur pendidikan panjang menuju gelar arsitek profesional.

Sesi diskusi berlangsung hangat dengan menyoroti berbagai isu, mulai dari sistem magang yang dinilai memakan waktu lama hingga fenomena pinjam-meminjam sertifikat untuk kebutuhan tender. Narasumber pertama, Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmaji, menjelaskan bahwa integrasi pendidikan kini semakin matang, di mana lulusan Pendidikan Profesi Arsitek (PPAR) dibekali dengan berbagai dokumen regulasi yang lengkap. “Selain menamatkan pendidikan lima tahun, mahasiswa juga dibekali SKK Jenjang 7 sebagai asisten arsitek. Ini adalah ‘persenjataan’ yang harus diketahui calon arsitek agar siap terjun ke ekosistem profesi,” ujarnya.

Selanjutnya, Ar. Sugiarto menanggapi skeptisisme mahasiswa mengenai masa magang dua tahun yang sering dianggap menunda hak untuk berkarya mandiri. Menurutnya, magang adalah proses transfer etika yang tidak bisa digantikan hanya dengan teori di kelas. “Masa magang itu bukan masa untuk menunggu, melainkan batu uji untuk memastikan seorang arsitek benar-benar kompeten. Sebetulnya sarjana bisa langsung kerja, namun untuk disebut sebagai arsitek berlisensi, ada tanggung jawab publik yang harus dipenuhi melalui proses tersebut,” tegasnya. Ia juga memperingatkan bahwa praktik pinjam sertifikat adalah pelanggaran serius yang dapat merusak martabat profesi.

Sementara itu, Ar. Pierre Albyn Pongai dari LSP SARSI memaparkan bahwa skema sertifikasi saat ini telah dirancang untuk mengakomodasi berbagai kualifikasi kompetensi kerja secara transparan. Diskusi ini memberikan penegasan bahwa Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen perlindungan bagi arsitek maupun masyarakat pengguna jasa. Sebagai penutup, diskusi ini menekankan bahwa perjalanan panjang menjadi arsitek berlisensi adalah bentuk kurasi kualitas demi menjaga standar kerja nasional yang bermartabat. Architect Universe Talk Series #1 ini merupakan awal dari rangkaian seri diskusi yang akan berlanjut di Jakarta, Makassar, hingga Labuan Bajo. (NKA/AHR/RS)

20 April 2026
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Architect-Universe-Talk-Series-1-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-04-20 09:07:582026-07-06 10:47:50Architectuniverse Talk Series #1 Bahas Ekosistem Pendidikan dan Lisensi Arsitek Indonesia

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek Link to: Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdiktisaintek Riset Dosen Magister Informatika UII Lolos Pendanaan BIMA 2026 dari Kemdikt... Link to: Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia Link to: Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia Scroll to top Scroll to top Scroll to top