Sebanyak 76 dokter muda Universitas Islam Indonesia (UII) siap menjalani pendidikan klinis di dua rumah sakit mitra UII. Kesiapan untuk terjun langsung di masyarakat tampak pada acara janji dokter muda UII yang digelar di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir, Kampus UII Terpadu, Selasa (9/7).

Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita M.Kes. menyampaikan selama dua tahun ke depan para dokter muda akan menjalani tahapan Pendidikan klinis. Menurutnya, karakter dari proses pendidikan ini akan sangat berbeda dengan karakter pendidikan yang dijalani sebelumnya saat di kampus.

Dijelaskan dr. Linda Rosita, jika pada proses pembelajaran sebelumnya hampir 90% di laboratorium, ruang kuliah, dan penelitian, pada tahapan pendidikan klinis akan dilakukan secara nyata di rumah sakit. “Para dokter muda yang akan menjalani proses pendidikan klinis ini akan ditempatkan di dua rumah sakit daerah, yaitu di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr. Soeroto Ngawi,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo M.Eng.Sc. dalam sambutannya menuturkan bahwa pendidikan klinis sejatinya bukanlah sekadar bagian untuk mengenalkan bagaimana memeriksa pasien, belajar mengawasi pasien, atau aktivitas medis lainnya. “Di dalamnya juga terdapat tujuan menciptakan para dokter yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai, sebelum nantinya benar-benar terjun di tengah masyarakat,” paparnya.

Imam Djati menyebutkan, data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Indonesia kehilangan devisa sebesar Rp 100 triliun setiap tahunnya yang disebabkan oleh sebagian masyarakat yang lebih memilih untuk berobat ke luar negeri ketimbang dalam negeri.

“Tidak meratanya teknologi serta kualitas sumber daya kesehatan di Indonesia menjadi faktor utamanya,” jelasnya pada acara yang juga dihadiri Direktur RSUD dr. Soetoro Ngawi, Dr. Muhamad Wahyu Riyanto, Sp.KK. tersebut. (AR/RS)