• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa UII Teliti Penyakit Malaria
Berita Kegiatan

Mahasiswa UII Teliti Penyakit Malaria

Malaria merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia terutama di negara berkembang. Penyakit malaria disebabkan oleh parasit protozoa Plasmodium falciparum dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles melalui gigitannya. Kematian akibat penyakit malaria mencapai 1-2 juta orang per tahunnya di 100 negara lebih.

Di Indonesia penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan yang utama karena menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis menjadi pendukung terjadinya penularan penyakit malaria secara optimal. Berdasarkan data kementrian kesehatan (2016) menunjukkan bahwa angka malaria tertinggi terjadi di daerah timur Indonesia terutama pada provinsi Papua.

Hal tersebut melatarbelakangi tim mahasiswa UII melakukan penelitian dan mencari sebuah solusi akan persoalan tersebut. Tim mahasiswa UII dalam penelitian ini beranggotakan Irhami Kurnia, Irfan Arirahman dan Chely Mirda Prastica dengan dosen pembimbing Dhina Fitriastuti, M.Sc.

Disampaikan Irhami Kurnia pada Senin (4/6), secara umum penanganan penyakit malaria yang telah dilakukan yaitu berupa pengasapan dengan insektisida maupun larvasida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk Anopheles yang menjadi vektor parasit Plasmodium.

Selain itu, dilakukan pula penanganan berupa pengobatan menggunakan obat antimalaria, tetapi kondisi yang dihadapi dalam penanganan dan penanggulangan mendapat kendala berupa timbulnya vektor malaria yang resisten terhadap insektisida atau larvasida, dan parasit malaria yang resisten terhadap obat antimalaria.

Irhami Kurnia menjelaskan, munculnya parasit Plasmodium falciparum yang resisten menyebabkan obat antimalaria tidak efektif lagi dalam menyembuhkan pasien. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menemukan obat antimalaria baru adalah dengan mensintesis senyawa dengan struktur kimia yang mirip dengan senyawa yang telah diketahui aktivitas antimalarianya.

“Senyawa yang dilaporkan memiliki aktivitas antimalaria adalah senyawa xanton dan turunannya dimana xanton secara selektif dapat menghambat pertumbuhan falciparum dalam kultur,” ungkapnya.

Irfan Arirahman menambahkan, senyawa xanton merupakan senyawa metabolit sekunder yang dapat diisolasi dari tumbuhan. Akan tetapi hasil isolasi xanton dari tumbuhan akan memberikan hasil yang sedikit, sehingga perlu dilakukan sintesis. Sintesis xanton lebih mudah dilakukan dan lebih menguntungkan dari sudut pandang ilmiah dan ekonomi dibandingkan dengan proses isolasi.

“Proses pembuatan senyawa Xanton terdapat beberapa tahap, meliputi: tahap sintesis, pemurnian dan karakterisasi. Kemampuan senyawa dalam melawan pertumbuhan parasit dapat ditentukan melalui uji aktivitas antimalaria dengan metode uji hambatan polimerisasi hem,” paparnya.

4 Juni 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/Kampus-UII-1-1.jpg 275 433 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-06-04 06:52:372018-07-17 07:00:52Mahasiswa UII Teliti Penyakit Malaria

Berita Terakhir

  • Mahasiswa Baru UII Diajak Meneladani Nabi Muhammad
  • DPPM UII Gelar ICOLISAT 2026, Dorong Kolaborasi Global di Bidang Ilmu Hayat dan Teknologi Mutakhir
  • UII Sambut 5.326 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
  • Perkuat Sinergi dan Inovasi, UII Lantik Pejabat Struktural Periode 2026-2030
  • UII Buka PPDS Patologi Klinik, Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Sragen

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Rektor Baru UII Tinjau Jalannya Ujian PBT Link to: Rektor Baru UII Tinjau Jalannya Ujian PBT Rektor Baru UII Tinjau Jalannya Ujian PBT Link to: Manfaatkan Daun Bambu Untuk Pengolahan Limbah tekstil Link to: Manfaatkan Daun Bambu Untuk Pengolahan Limbah tekstil Manfaatkan Daun Bambu Untuk Pengolahan Limbah tekstil Scroll to top Scroll to top Scroll to top