• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Strategi Perusahaan untuk Dapat Bertahan di Era New Normal
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Strategi Perusahaan untuk Dapat Bertahan di Era New Normal

Pemerintah mulai mencanangkan era new normal guna mensikapi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda sejak kasus pertama di Indonesia mengemuka pada awal Maret 2020. Dalam kondisi ini, tidak ada perusahaan atau organisasi yang tidak terdampak, bahkan di negara besar sekalipun. Oleh karenanya, era new normal ‘memaksa’ perusahaan maupun organisasi melakukan beberapa adaptasi khusus demi dapat mempertahankan eksistensinya.

Topik mengenai strategi adaptasi dan resiliensi organisasi menghadapi pandemi ini menjadi tema dalam acara ‘Ngopi Bareng Ana (Ngobrol Bareng Pakar Inspirasi)’ di kanal youtube Inspire Media TV, pada Rabu (29/7) petang. Arief Rahman, S.E., M.Com., Ph.D., yang merupakan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) berkesempatan menjadi bintang tamu pada kesempatan kali ini.

Arief Rahman memulai pembahasan dengan refleksi apakah saat ini Indonesia sudah dalam masa pasca pandemi (era new normal) atau masih dalam masa pandemi. Karena pada kenyataannya pertumbuhan angka kasus Covid-19 di Indonesia masih terus naik, “Sehingga sebenarnya Indonesia ini belum clear ada di tahap yang mana”, jelasnya. Dalam kondisi saat ini, Arief Rahman menilai bahwa semua bisnis sedang berada pada strategi bertahan (survive), dan bukan dalam strategi berkembang. Oleh karenanya, ada beberapa hal penting yang menjadi fokus utama dalam mencanangkan strategi bertahan.

Salah satunya adalah perlunya penyesuaian internal, misalnya dalam hal efisiensi belanja. Perusahaan atau organisasi harus menganalisis, mana hal yang mendesak untuk dibeli dan mana hal yang bisa ditunda hingga keadaan jauh membaik. Selain itu peran pemimpin menjadi penting dalam kondisi ini. “Perlu membangun kesadaran pada semua komponen perusahaan agar memiliki sense of crisis,” ungkap Arief Rahman.

Pemimpin yang saat ini dibutuhkan adalah pemimpin yang punya jiwa kreatif dan visioner. “Kreatif ditunjukkan dengan sikap mampu mengambil peluang dari setiap kesempatan. Sedangkan visioner dicerminkan dari kemampuan seseorang dalam melihat jauh ke depan, sehingga tidak terus larut dalam keterpurukan pandemi,” tambah Arief Rahman. Seperti yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi yang mulai berpikir bagaimana mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk jangka yang lebih panjang.

Data di tahun 2017 menunjukkan, 97% tenaga kerja Indonesia terserap dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tak hanya itu, 60% sumbangan kontribusi Gross Domestic Product (GDP) Indonesia juga berasal dari UMKM. Hal ini membuktikan tingkat pengaruh UMKM yang tinggi bagi keberlangsungan pemerintahan Indonesia.

Sedangkan sebagian besar UMKM memiliki komitmen yang tinggi untuk dapat mempertahankan karyawannya, meskipun diadaptasikan dengan pergantian shift dan benefit yang diterima tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Sehingga peran pemerintah sangat dibutuhkan oleh para UMKM agar tidak mati. Karena pada kenyataannya, pemerintah pun sangat membutuhkan UMKM,” ungkap Arief Rahman. Peran pemerintah di Indonesia lebih dititikberatkan pada relaksasi pajak yang cukup membantu UMKM.

Selain itu, secara umum Arief Rahman menjelaskan strategi adaptasi dan resiliensi di tengah pandemi yang menggunakan Teori BCM atau Business Continuity Management (Manajemen Kelangsungan Bisnis). Teori ini mulanya digunakan untuk membangkitkan kondisi bisnis setelah terjadinya bencana, namun seiring berjalannya waktu teori ini juga digunakan dalam kondisi krisis baik internal maupun eksternal, seperti krisis saat pandemi Covid-19 saat ini. Beberapa poin penting dalam teori ini antara lain adalah pentingnya membuat rencana dengan fleksibilitas oleh perusahaan atau organisasi yang terdampak.

“Rencana ini sebaiknya disusun sebelum krisis terjadi, sehingga ketika sudah ada pada tahap krisis suatu perusahaan atau organisasi sudah memiliki back up plan yang terstruktur, tinggal nanti disesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelas Arief Rahman.

Poin penting lainnya adalah identifikasi aset, hal ini perlu dilakukan baik dari sisi organisasi itu sendiri maupun pemerintah yang membantu. Identifikasi aset dilakukan untuk melihat aset mana yang penting dan menghasilkan, dan mana yang bisa dilikuidasi untuk menjamin cash flow perusahaan.

Dalam cash management, Arief Rahman mengungkapkan pentingnya memiliki cash untuk keperluan operasional perusahaan. “Namun jika memang tidak ada, maka yang bisa dilakukan adalah melikuidasi aset yang ada tadi atau mencari pinjaman” tambah Arief Rahman. Menurutnya, di saat seperti ini perusahaan bisa saja tetap melakukan investasi, dengan catatan investasi yang memberikan return jangka pendek.

Terakhir, Arief Rahman menjelaskan peran akademisi dalam membantu membangkitkan UMKM salah satunya dengan pemanfaatan teknologi. Seperti yang dilakukan UII dengan membangun Warung Rakyat (warungrakyat.uii.ac.id) sebagai media pertemuan konsumen dengan UMKM dalam proses pembelanjaan. (VTR/RS)

30 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-4.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-30 12:30:382020-07-30 12:37:40Strategi Perusahaan untuk Dapat Bertahan di Era New Normal

Berita Terakhir

  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pandemi Tak Halangi Kreativitas Mahasiswa Informatika UII Link to: Pandemi Tak Halangi Kreativitas Mahasiswa Informatika UII Pandemi Tak Halangi Kreativitas Mahasiswa Informatika UII Link to: Ini Panduan Penyembelihan Hewan Qurban di Masa Pandemi Link to: Ini Panduan Penyembelihan Hewan Qurban di Masa Pandemi Ini Panduan Penyembelihan Hewan Qurban di Masa Pandemi Scroll to top Scroll to top Scroll to top