• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Banyak Pasien Menunda Perawatan di Masa Pandemi
Berita Kegiatan

Banyak Pasien Menunda Perawatan di Masa Pandemi

Ketika pandemi Covid-19 berlangsung, masyarakat merasa khawatir untuk pergi ke rumah sakit. Tidak sedikit pasien berpenyakit kronis selama pandemi menunda perawatan. Hal ini tentunya akan berdampak buruk melihat keadaan pandemi yang belum berakhir. Dampak lainnya adalah rumah sakit mengalami penurunan performa sampai 80%, bahkan ada beberapa diantaranya yang kolaps. Hal ini yang kemudian membuat Rumah Sakit UII cepat merespon dengan melakukan adaptasi.

“Kami menyediakan layanan konsultasi dokter secara online melalui video call dan pengantaran obat gratis. Kami ingin pasien yang takut datang ke rumah sakit untuk tetap berobat. Hal tersebut agar meningkatkan sensus rawat jalan yang sempat turun sekitar 30% saat awal pandemi. Rumah sakit tetaplah menjadi tempat yang paling aman, yang berisi tenaga profesional selama pandemi Covid-19,” jelas dr. Widodo Wirawan, M.P.H. yang merupakan Direktur Rumah Sakit UII.

Hingga 10 April 2021, sebanyak 4.697.396 masyarakat sudah divaksin lengkap Covid-19. Namun, ternyata masih banyak juga masyarakat yang ragu akan kemanfaatan vaksin Covid-19. Orang yang pertama di vaksin adalah Presiden Joko Widodo dan selanjutnya dilakukan secara bertahap mulai dari tenaga kesehatan, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat lainnya. Lansia yang awalnya tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi karena tidak diikutkan uji klinis, saat ini justru menjadi prioritas dikarenakan banyaknya penyakit komorbid.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Kedokteran UII dr. Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD. mengemukakan, vaksinasi Covid-19 memiliki banyak manfaat seperti membentuk herd immunity, mengurangi transmisi virus Covid-19, menurunkan angka kematian, dan melindungi masyarakat. Target vaksinasi di Indonesia adalah 70% dari populasi atau sekitar 181.554.465. “Vaksin yang memiliki izin edar di Indonesia adalah Sinovac, Sinopharm, Biofarma-Sinovac, Eijkman, Astra Zeneca, Moderna, dan Pfizer BioNTech. Setiap vaksin memiliki kekurangan dan kelebihan, juga efek samping yang berbeda,” terangnya.

“Melakukan vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar kita selama pandemi Covid-19. Setelah divaksin kita tetap harus melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah 5M. 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pesan dr.Erlina Marfianti

Selanjutnya dr.Gesit Purnama GD, Sp.THT-KL, dosen Fakultas Kedokteran UII sekaligus penyintas Covid-19 membagikan bagaimana pengalamannya berhasil sembuh dari virus Covid-19. ”Gejala yang dirasakan oleh pasien Covid-19 bisa bervariasi mulai dari batuk, nyeri tenggorokan, hilangnya indera perasa dan penciuman. Gejala yang paling serius adalah saat pasien merasa kesulitan bernapas, nyeri dada, dan hilang kemampuan bergerak,” sebutnya.

“Awal terkena Covid-19 yang dirasakan pastinya adalah bingung, kaget, khawatir terhadap keluarga. Hal yang pertama saya lakukan adalah menanyakan ke ahli meskipun saya sendiri seorang dokter. Menjalani isolasi, menenangkan hati pikiran, berpikir positif, berserah diri, dan berdoa kepada Allah Swt,” ungkapnya. (UAH/RS)

12 April 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/04/Seminar-Online-Pengabdian-Masyarakat-Fakultas-Kedokteran-UII.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-04-12 14:04:292021-08-12 14:56:32Banyak Pasien Menunda Perawatan di Masa Pandemi

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Konsep Tauhid Yang Perlu Dipahami Link to: Konsep Tauhid Yang Perlu Dipahami Konsep Tauhid Yang Perlu Dipahami Link to: Beragam Keunggulan Ditawarkan Program Studi Kimia UII Link to: Beragam Keunggulan Ditawarkan Program Studi Kimia UII MindsetBeragam Keunggulan Ditawarkan Program Studi Kimia UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top