CILACS UII Jadi Rujukan, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kembangkan Unit Bahasa
Upaya penguatan layanan kebahasaan terus dilakukan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan studi banding Unit Pengembangan Bahasa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Aceh ke CILACS UII Yogyakarta pada Senin (13/4).
Kunjungan yang berlangsung di kantor CILACS UII, Unit Demangan, Yogyakarta ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan pusat bahasa, khususnya dalam pengembangan program pelatihan serta penyelenggaraan tes TOEFL ITP resmi yang kredibel dan terstandar untuk kebutuhan kelulusan maupun beasiswa mahasiswa.
Rombongan Unit Pengembangan Bahasa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dipimpin oleh Rizka Rivensky selaku Ketua, didampingi Elfiadi dari Fakultas Tarbiyah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala CILACS UII, Rr. Ratna Roostika, SE., MAC., Ph.D., yang diwakili oleh jajaran manajemen antara lain Aditya Suci (Kepala Departemen Pemasaran), Suprihatin (Kepala Departemen Akademik), serta Sudharmanto (Kepala Departemen Layanan Tes).
Dalam pertemuan tersebut, tim CILACS UII memaparkan secara komprehensif perjalanan institusi, mulai dari pengembangan program, inovasi layanan, hingga sistem pengelolaan tes bahasa yang telah terstandarisasi. Paparan ini menjadi referensi penting bagi UIN Sultanah Nahrasiyah yang saat ini tengah mengembangkan unit layanan bahasa secara lebih optimal.
Rizka Rivensky menyampaikan bahwa saat ini Unit Pengembangan Bahasa di institusinya masih menghadapi sejumlah tantangan, baik dalam hal optimalisasi layanan maupun penyediaan tes TOEFL ITP resmi. Oleh karena itu, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran konkret serta solusi aplikatif yang dapat diadaptasi.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun produktif, ditandai dengan sesi tanya jawab interaktif terkait berbagai kendala yang dihadapi serta strategi penyelesaiannya. Selain itu, kedua belah pihak juga membuka peluang kerja sama ke depan, khususnya dalam penguatan layanan tes dan pengembangan program kebahasaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendorong peningkatan kualitas layanan bahasa di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, sekaligus memperkuat jejaring antar lembaga pengembangan bahasa di Indonesia. (ANK/AHR/RS)





