Temu Alumni Nasional FIAI UII: Ajang Merajut Kenangan dan Membangun Sinergi Strategis
Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) telah selesai menggelar acara Temu Alumni Nasional bertajuk “Pulang ke FIAI: Merajut Kenangan, Membangun Sinergi, Menyambung Persaudaraan” pada Sabtu (27/6) secara hybrid di Auditorium Gedung KH. Wahid Hasyim Lantai 5 FIAI UII dan zoom meeting. Acara ini dirancang sebagai wadah bagi para alumni FIAI UII untuk kembali merajut memori, bertukar wawasan serta memperkokoh tali silaturahmi antar alumni.
Kegiatan Temu Alumni Nasional FIAI ini dihadiri oleh pembicara yang hadir dan merupakan alumni FIAI UII yang kini telah berkiprah di berbagai macam bidang profesi. Para pembicara tersebut adalah Dr. Iman Syukri, S.H.I., M.Hum selaku Anggota DPR-RI), Prof. Dr. Fahrurozi, S.Ag., M.Ag selaku Dosen UIN Walisongo, Dr. Achmad Fausi, S.H.I., M.Hum selaku Ketua Pengadilan Agama Probolinggo, Dr. Komaruzzaman, S.Pd.I., M.Pd selaku Pengasuh Pesantren Al-Itqon Banten), Ridwan MY selaku Konsultan dan Soya Sobya, S.E.I., M.M, selaku dosen FIAI UII.
Acara dimulai dengan Live Music dan penayangan kompilasi foto dan video. Sesi ini dirancang untuk memantik memori para alumni, sekaligus menghadirkan kembali atmosfer hangat masa-masa perkuliahan di lingkungan FIAI UII. Setelah acara dibuka secara resmi, Sabiqul Khair, S.HI.,M.Si sebagai Ketua Panitia Temu Alumni memberikan sambutan yang terasa begitu hangat. Ia menyapa para alumni secara interaktif dengan mengabsen kehadiran peserta berdasarkan tahun angkatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa acara temu alumni dirangkai menjadi tiga acara utama, yaitu sarasehan alumni, pelantikan Pengurus IKA FIAI UII, dan Camping Ground di Teras Merapi. Tiga kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni dan almamater.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FIAI UII, Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., S.E.I., M.Sh.Ec. menyampaikan ahlan wa sahlan sebagai perwakilan dari keluarga FIAI UII kepada para alumni yang telah hadir. Dalam sambutannya, ia banyak bercerita mengenai sejarah fakultas yang dulunya memiliki nama Fakultas Syari’ah kini berubah menjadi Fakultas Ilmu Agama Islam. Dengan mencetak begitu banyak alumni yang berprestasi, FIAI UII kini telah membuka program Magister Hukum Islam dan Magister Pendidikan Agama Islam.
Berikutnya, sesi sarasehan yang dimoderatori oleh Edi Safitri, S.Ag., M.S.I berlangsung hangat. Para pembicara membawakan topik yang berbeda-beda. Pertama, terkait pentingnya sinergi dan pemetaan data, para pembicara menekankan perlunya database alumni yang komprehensif agar jejaring lulusan dapat diberdayakan secara maksimal untuk membantu adik-adik mahasiswa, baik dalam hal magang, mentoring, maupun informasi karier. Selain itu, terdapat pula usulan agar fakultas melakukan terobosan dengan membentuk laboratorium praktik atau pusat karier yang dapat menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan dunia kerja nyata, sekaligus menjaga identitas serta ruh keilmuan fakultas di tengah berbagai tantangan perubahan struktural.
Beberapa diantaranya menyampaikan saran dan masukan untuk IKA FIAI UII. Mereka mengusulkan agar ikatan alumni tidak hanya berhenti pada pembentukan struktur organisasi formal, tetapi harus memiliki program kerja nyata yang dapat dieksekusi dengan baik dan berkelanjutan. Para peserta juga menyampaikan hal yang sama, yakni harapan besar agar diskusi hari ini menjadi momentum nyata untuk memperkuat sinergi antara fakultas dan alumni.
Acara sarasehan alumni kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata kepada enam pembicara dan moderator yang diberikan langsung oleh Dr. Nurjihad, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian, dan juga Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A. Melalui jejaring yang semakin solid dan sinergi yang terjalin, FIAI UII diharapkan mampu terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki daya saing tinggi, relevan dengan kebutuhan zaman, serta tetap membawa marwah keislaman ke mana pun mereka berkiprah di tengah masyarakat. (NKA/AHR/RS)





