• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Blockchain Tingkatkan Keamanan Data Dari Peretasan
Berita Kegiatan

Blockchain Tingkatkan Keamanan Data Dari Peretasan

Penemuan teknologi blockchain dianggap dapat semakin meningkatkan keamanan data. Blockchain atau yang lebih dikenal dengan sebutan Distributed Ledger Technology, memungkinkan kita memindahkan data secara peer to peer. Caranya dengan mendistribusikan database ke beberapa titik sehingga tidak perlu bergantung pada satu buah server. Demikian seperti disampaikan Muhammad Devito Dunggio, Chairman of Asosiasi Blockchain Indonesia  dalam webinar Talks in Deventer yang belum lama ini diselenggarakan UII.

“Blockchain masih tergolong baru, sehingga masih sangat perlu banyak perbaikan dalam sistemnya. Namun, teknologi blockchain ini bertumbuh dengan sangat pesat terutama dalam bidang finance”, ujarnya. 

Penerapan sharing security dalam menjaga keamanan data membuat blockchain menjadi salah satu teknologi yang tingkat keamanannya cukup baik. Dengan sistem ini kemungkinan data untuk diretas semakin berkurang. Hal ini dikarenakan para hacker (pencuri data) harus menembus beberapa sistem keamanan yang berlapis terdahulu. 

Berbeda dengan sistem keamanan yang hanya terpusat pada satu server (central database). Kerawanan akan keamanan data semakin disorot manakala banyak kejadian yang mengakibatkan data para konsumen yang seharusnya dijaga oleh sebuah lembaga atau organisasi  justru dapat dengan mudah tersebar karena diretas. 

Blockchain juga bersifat transparan sehingga dapat dilacak dan diakses oleh siapapun via internet. Ia menilai teknologi ini memiliki potensi yang sangat besar, termasuk pula di Indonesia. 

Namun, keamanan data yang ditawarkan oleh blockchain ini menjadikan itu sebagai kekurangannya. Pasalnya, teknologi ini kemudian harus dibayar dengan harga yang cukup mahal untuk bisa dinikmati, khususnya bagi pengusaha UMKM. 

Sayangnya, potensi memperluas teknologi blockchain juga memiliki hambatan. Banyak rintangan yang dihadapi, seperti penolakan oleh dunia perbankan pada awal munculnya blockchain ini. 

“Blockchain awalnya ditolak oleh dunia perbankan. Namun, saat ini dunia perbankan justru menjadi salah satu pihak yang sangat mendukungnya. Hal ini karena mereka melihat potensi besar dari blockchain yang lebih memberikan rasa aman terhadap konsumennya”, lanjut Devito. 

Terbatasnya developer yang mampu menguasai blockchain juga menjadi hambatan berkembangnya teknologi ini di Indonesia. Tentunya sebaik apapun sebuah teknologi jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang baik maka teknologi itu tidak akan memiliki dampak yang besar untuk perubahan. 

Blockchain sendiri dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar setelah internet 35 tahun yang lalu. Ia diciptakan untuk pertama kali pada tahun 2009 bersamaan dengan bitcoin. Pengguna blockchain sudah mencapai jutaan orang di dunia hanya dalam kurun waktu lima tahun, termasuk perusahaan-perusahaan raksasa di negara-negara maju. (HIM/ESP)

7 Juni 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Blockchain-Tingkatkan-Keamanan-Data-Dari-Peretasan.jpg 450 891 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-06-07 09:40:182021-06-07 09:45:25Blockchain Tingkatkan Keamanan Data Dari Peretasan

Berita Terakhir

  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Problem dan Tantangan Prolegnas di Tahun 2021 Link to: Problem dan Tantangan Prolegnas di Tahun 2021 Problem dan Tantangan Prolegnas di Tahun 2021 Link to: Farmasi dan Kesehatan Publik Link to: Farmasi dan Kesehatan Publik Farmasi dan Kesehatan Publik Scroll to top Scroll to top Scroll to top