, ,

Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 Perkuat Harmoni dan Kreativitas Sivitas Akademika

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-83 UII dengan mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/05) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir UII ini menjadi ruang bersama bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat solidaritas sivitas akademika. Festival tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UII dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai keislaman, kebudayaan, dan keberlanjutan.

Rektor UII Fathul Wahid menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam pembentukan manusia yang utuh di lingkungan kampus. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengembangkan logika dan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk merawat rasa, imajinasi, dan ekspresi kemanusiaan.

“Festival ini menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tempat mengasah logika, tetapi juga ruang merawat rasa, imajinasi, dan ekspresi kemanusiaan,” ujar Fathul Wahid dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarsivitas akademika yang tercermin dari keterlibatan unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam setiap kelompok penampil. Menurutnya, seni mampu mencairkan hubungan formal dan memperkuat relasi antarmanusia di lingkungan kampus. Selain itu, seni juga memiliki kaitan erat dengan kreativitas dan inovasi.

“Kampus yang ingin melahirkan inovasi tidak boleh menjauh dari seni,” katanya.

Ketua Panitia Milad ke-83 UII, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.SI., menyampaikan bahwa Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 menghadirkan ruang ekspresi yang mempertemukan seni dengan kesadaran sosial, spiritual, dan ekologis. Berbagai penampilan seni ditampilkan oleh unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga unit-unit di lingkungan UII dengan membawa pesan harmoni dalam keberagaman dan semangat menjaga kehidupan.

Festival ini juga menghadirkan penampilan spesial dari YKHC (YogyaKarta Hadroh Clan), Hadroh IKI UII, dan mahasiswa internasional yang semakin menambah suasana inklusif dan kolaboratif. Sebanyak 11 kelompok penampil turut berpartisipasi, di antaranya dari Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Yayasan Badan Wakaf, Rektorat, Fakultas Ilmu Sosial Budaya, Fakultas Psikologi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, serta Fakultas Hukum.

Ketua Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 Arif Wibisono, S.E., M.Sc. mengatakan bahwa tema tahun ini merupakan ajakan untuk terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar nilai dan budaya. Melalui seni, menurutnya, festival ini diharapkan mampu menghadirkan kesadaran bersama bahwa setiap langkah manusia akan meninggalkan jejak yang harus memberi manfaat dan menjaga harmoni kehidupan.

Pada akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada para penampil terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kolaborasi yang ditampilkan selama festival berlangsung.

Fakultas Hukum (FH) berhasil meraih Juara I dengan penampilan yang memukau dewan juri dan penonton. Juara II diraih Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), sementara Juara III diberikan kepada Yayasan Badan Wakaf. Penghargaan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi sivitas akademika UII untuk terus berkarya dan mengembangkan seni budaya di lingkungan kampus. (AZ/AHR/RS)