• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Gejala Materialisme Semakin Kikis Nilai Sosial Masyarakat
Berita Kegiatan

Gejala Materialisme Semakin Kikis Nilai Sosial Masyarakat

Munculnya fenomena masyarakat yang begitu mudah mempercayai kemampuan seseorang yang bisa mendatangkan kekayaan secara instan meski irasional dinilai merupakan gejala semakin kuatnya nilai materialisme. Masyarakat yang terjangkit materialisme cenderung memiliki sikap hidup yang menghargai materi secara berlebihan. Materi menjadi tolok ukur utama dalam menilai kesuksesan seseorang. Sayangnya, sikap yang mengukur segala sesuatunya dengan materi ini erat kaitannya dengan merosotnya nilai-nilai sosial yang menjadi ciri khas bangsa, seperti gotong royong, sukarela, dan tanpa pamrih.

Sebagaimana disampaikan Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc ketika memberi sambutan dalam acara Sumpah Profesi Psikolog ke-32 yang digelar oleh Magister Profesi Psikologi UII di Ruang Auditorium FPSB UII, Sabtu (22/10). Acara tersebut diikuti oleh empat orang lulusan Magister Profesi Psikolog.

“Kondisi ini tidak dipungkiri semakin nyata adanya di tengah masyarakat kita. Di mana tidak hanya menjangkiti golongan masyarakat di akar rumput, namun juga kaum menengah atas, dan bahkan sebagian kaum intelektual”, ungkap Rektor.

Rektor menilai sebagai kalangan intelektual, lebih-lebih yang membawa nilai Islam, para psikolog juga memiliki kewajiban untuk kembali menyehatkan kondisi psikologis masyarakat. Keunikan psikolog UII yang tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu saintifik namun juga mengamalkan akhlak-akhlak Islami dalam berprofesi bisa menjadi celah untuk terlibat dalam hal itu.

Di sisi lain, Ketua HIMPSI Wilayah DIY, Drs. Helly P. Soetjipto, MA mengatakan salah satu tantangan menjadi psikolog adalah selama ini psikolog dianggap sebagai sosok yang dapat memulihkan kesehatan jiwa individu. “Namun apakah psikolog bisa menterapi dirinya sendiri manakala dia memiliki masalah kejiwaan?. Ini belum dapat dipastikan”, ujarnya.

Menanggapi fenomena di masyarakat yang mudah tergiur hal-hal berbau irasional, Helly P. Soetjipto berpendapat sebenarnya masyarakat cukup mempraktekkan tiga hal untuk menghindarinya. “Selalu utamakan berperilaku jujur, ikhlas, dan saling membantu sesama manusia. Insyaallah hal ini dapat menjaga kesehatan mental kita”, terangnya.

7 November 2016
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/Study-Acommodation.jpg 550 1500 Web Administrator https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Web Administrator2016-11-07 08:28:172017-02-21 23:06:12Gejala Materialisme Semakin Kikis Nilai Sosial Masyarakat

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: 4 Mahasiswa UII Presentasikan Hasil Penelitian dalam Acara CISAK Korea Link to: 4 Mahasiswa UII Presentasikan Hasil Penelitian dalam Acara CISAK Korea 4 Mahasiswa UII Presentasikan Hasil Penelitian dalam Acara CISAK Korea Link to: Daun Kangkung Berpotensi Dikembangkan Jadi Obat Herbal Anti Diabetes Link to: Daun Kangkung Berpotensi Dikembangkan Jadi Obat Herbal Anti Diabetes Daun Kangkung Berpotensi Dikembangkan Jadi Obat Herbal Anti Diabetes Scroll to top Scroll to top Scroll to top