Saat ini fenomena film remaja bergenre roman banyak menyedot perhatian berbagai kalangan, khususnya para remaja dan anak muda. Tidak jarang, adegan atau nilai-nilai yang disuguhkan dalam film menjadi pedoman yang ditiru pada pemuda. Dalam aktivitasnya pemuda melupakan niatnya padahal niat kepada Allah sangatlah penting.

Merespon hal itu, Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Kajian on the Road berjudul “Hijrah Story Lebih So Sweet dari Dilan”. Kajian yang dipandu Ustadz Evie Effendi itu berlangsung di Pelataran Gedung Kahar Mudzakir Masjid Ulil Albab UII pada Selasa pukul 16.00 – 18.00 WIB (26/02).

“Dalam menghadapi kegiatan di kampus, pemuda datang ke UII untuk belajar maka harus luruskan niat itu tersebut, “ Ungkapnya. Niat tersebut ditegaskan dalam sebuah hadist “Innamal A’malu Binniyat” yang artinya sesungguhnya amal tergantung dengan niat.

Selanjutnya Ustadz Evie Effendi juga membahas tentang jodoh yang banyak menjadi sumber kegundahan para pemuda. “Jodoh itu kelayakan atau kepantasan” Ungkapnya bertanya. Sehingga hadirin dibuat merenung apakah sudah pantas dalam menjemput jodoh yang diinginkan.

Menurutnya, hijrah adalah hidup yang terarah dan tidak bisa disamakan dengan sebuah film. Maka ia berpesan, “Dekatkan lah diri kita kepada Allah dengan bercerita kepada-Nya pada 1/3 malam, ceritakan permasalahan baik jodoh, kuliah, atau hajat kita yang lain, “ Ungkapnya.

Ustadz gaul dari Bandung itu juga menceritakan bahwa berkat hijrah, Mekkah dan Madinah mengalami perubahan. Perubahan yang diinisiasi oleh Rasulullah Muhammad S.A.W itu menjadikan kedua kota sebagai tempat turunnya wahyu Al-Qur’an.

Terakhir, Ustadz Evie Effendi mengutip Surah Al-Anbiya’ ayat 105 yang artinya “Dan Sungguh, telah Kami Tulis di dalam Zabur Setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikir (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh”. Ayat ini menjadi kabar gembira bagi hamba yang taat.

Untuk itu, Ustadz Evie Effendi juga memberikan pesan pentingnya memegang prinsip nilai Islam seperti pada surah Al-An’am ayat 116 yang artinya “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”

Kajian ini memberi banyak perspektif kepada peserta tentang pemahaman dalam mencari jodoh, perlunya memperbaiki diri, dan juga hajat yang lain. Kajian diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan masing-masing dua penanya perempuan dan laki-laki. (ANR/ESP)