Universitas Islam Indonesia (UII) melanjutkan tahapan suksesi kepemimpinan rektor periode 2026 – 2030 melalui Rapat Senat Universitas yang digelar pada Jumat 20 Februari 2026 di Gedung Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5. Dalam agenda tersebut, anggota senat melaksanakan pemilihan terhadap enam calon rektor yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pemaparan rencana aksi.
Rapat senat dipimpin Ketua Senat Universitas, Prof. Ir. Suparwoko, MURP., Ph.D. Dari total 60 anggota senat yang memiliki hak suara, sebanyak 58 anggota hadir mengikuti pemungutan suara, sementara dua anggota lainnya izin tidak dapat hadir. Dari proses tersebut, 56 surat suara dinyatakan sah dan 2 surat suara tidak sah.
Setelah dilakukan penghitungan, perolehan suara masing-masing calon adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., mendapatkan 21 suara atau 37,50 persen; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I., mendapatkan 18 suara atau 32,14 persen; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. memperoleh 6 suara atau 10,71 persen; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc. Ph.D., SAS., ASPM meraih 5 suara atau 8,93 persen; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D memperoleh 4 suara atau 7,14 persen; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., memperoleh 2 suara atau 3,57 persen.
Berdasarkan perolehan suara di atas, pada Senin 23 Februari 2026, Panitia Pemilihan Rektor menetapkan hasil pemilihan dalam rapat Senat Universitas tersebut melalui Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030 Nomor: 06/SK-PP/XII/2026 tentang Calon Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia Periode 2026-2030. Tiga Calon Rektor Terpilih adalah (1) Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., (2) Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I., dan (3) Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.
“Penetapan ini menjadi tahapan penting dalam rangkaian suksesi kepemimpinan UII. Tiga calon dengan perolehan suara terbanyak selanjutnya akan melanjutkan proses menuju tahap akhir penetapan rektor, yakni pemaparan Rencana Strategis oleh tiga Calon Rektor Terpilih di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. Forum tersebut juga akan dihadiri Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan,” ungkap Eko Riyadi selaku Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII Periode 2026-2030.
Berdasarkan pemaparan serta pertimbangan menyeluruh, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII akan menetapkan Rektor Universitas Islam Indonesia periode 2026–2030 melalui mekanisme musyawarah mufakat. Penetapan dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026.
Tahapan Berjenjang
Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor UII. Regulasi tersebut menetapkan bahwa calon rektor harus berstatus dosen, berusia minimal 40 tahun, bergelar doktor (S-3), serta memiliki jabatan akademik Guru Besar. Selain syarat formal, calon juga dituntut memiliki jejaring akademik dan sosial yang luas, kemampuan manajerial yang kuat, serta karakter kepemimpinan yang cepat, bersih, dan solutif.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Panitia Pemilihan menjaring 36 bakal calon dari seluruh fakultas. Dari proses tersebut, terpilih 13 bakal calon rektor, yakni Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; serta Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si.
Eko Riyadi memaparkan sebanyak 13 bakal calon rektor telah menyampaikan rencana aksi (action plan) pada 27 Januari 2026 sebagai bagian dari pemaparan visi, strategi, dan program kepemimpinan apabila terpilih memimpin UII. Pemaparan tersebut dilakukan di hadapan Tim Seleksi Pemilihan Rektor yang beranggotakan unsur akademisi dan profesional dari berbagai bidang.
Adapun Tim Seleksi Pemilihan Rektor terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S., Anggota Pembina Yayasan Badan Wakaf UII; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum UII; Prof. Mohammad Mahfud MD, Guru Besar Hukum Tata Negara; Dr. Halim Alamsyah, Wakil Presiden Komisaris PT Bank Danamon Indonesia (MUFG Group, Jepang); serta Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D., pakar di bidang perbankan, keuangan, manajemen risiko, pasar modal, tata kelola, dan keuangan pembangunan.
“Tim seleksi bertugas menilai secara komprehensif visi kepemimpinan, kapasitas manajerial, serta kemampuan kandidat dalam menjawab tantangan pengelolaan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun global. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, enam nama ditetapkan sebagai Calon Rektor dan diajukan kepada Senat Universitas untuk dipilih melalui mekanisme pemungutan suara,” jelasnya.
Dalam tahapan Seleksi Bakal Calon Rektor Terpilih oleh Tim Seleksi pada 28-29 Januari 2026 di Gedung Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., terpilih enam calon rektor. Penetapan Calon Rektor Terpilih selanjutnya dituangkan dalam Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030 Nomor 05/SK-PP/XII/2026 tentang Calon Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030.
Adapun enam calon rektor yang ditetapkan adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc.; serta Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Selanjutnya, keenam nama tersebut mengikuti proses pemilihan oleh Senat Universitas pada 20 Februari 2026.
Adapun informasi lengkap mengenai setiap tahapan pemilihan dapat diakses melalui laman www.uii.ac.id/uiimemilih2026.
Rangkaian pemilihan ini merupakan kelanjutan dari proses penjaringan sebelumnya yang melibatkan partisipasi publik melalui penyampaian usulan pertanyaan dan penelusuran rekam jejak calon, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses suksesi kepemimpinan universitas. (ER/AHR/RS)
Dukung Program Relawan Ramadhan, LAZIS UNISIA Salurkan Sembako untuk Warga di Tiga Kecamatan
Pada bulan Ramadan, setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt, termasuk dalam hal bersedekah. Guna mendukung program pengabdian masyarakat “Relawan Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM) Universitas Islam Indonesia, LAZIS UNISIA menyalurkan bantuan sembako kepada 50 warga kategori kurang mampu. Para penerima manfaat tersebut tersebar di dusun binaan DHM yang mencakup tiga kecamatan, yakni Pakem, Cangkringan, dan Turi. Acara yang bertajuk “Distribusi Program Bingkisan Ramadhan” ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahim, Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman pada Sabtu (7/3) pagi.
Farhan, selaku perwakilan relawan, mengungkapkan bahwa penyaluran paket sembako ini merupakan amanah dari LAZIS UNISIA bagi warga membutuhkan di wilayah binaan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga dalam menyambut sukacita hari raya Idulfitri mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Takmir Masjid Baiturrahim, Danang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZIS UNISIA atas dukungan terhadap kelangsungan program Relawan Ramadhan. “Semoga menjadi berkah untuk semuanya dan Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, Aamiin,” ucapnya. Ia juga berharap program ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat pentingnya kehadiran mahasiswa dalam memperkuat pemahaman agama masyarakat di dusun binaan tersebut. (NKA/AHR/RS)
Relawan Ramadhan DHM UII Sukses Selesaikan Pengabdian di Dusun Binaan
Dakwah Hijrah Mahasiswa, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dibawah naungan Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia telah tuntas selesaikan program kerja pengabdian masyarakat bernama Relawan Ramadhan. Program ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Catur Dharma, yaitu program mengajar mengaji anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an sekaligus menjadi imam shalat tarawih dan pengisi kultum di 7 dusun binaan DHM pada bulan Ramadhan.
Kegiatan penarikan terhadap 70 mahasiswa Relawan hari ini dilakukan sebagai bentuk penutupan dari rangkaian kegiatan pengabdian selama 17 hari selama bulan Ramadhan di dusun binaan DHM, yang dilakukan pada Jum’at (6/3) di Masjid Arrahmaan di Dusun Bayan, Girikerto, Turi, Sleman. Acara penarikan Relawan Ramadhan diisi dengan acara utama yakni kajian dengan materi: “Makna Nuzulul Qur’an sebagai Landasan Keikhlasan dan Ukhuwah di Bulan Ramadhan” yang dibersamai oleh Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H., dosen Program Studi Ahwal Syakhshiyah UII.
Sebagai perwakilan sambutan dari DPPAI, Tian Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan terimakasih kepada pengurus takmir dan perangkat desa yang sudah memfasilitasi mahasiswa UII untuk belajar bermasyarakat dan berdakwah secara nyata di lapangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Relawan Ramadhan yang dengan rela mengisi waktu liburan kuliah dengan berdakwah dan bermanfaat bagi masyarakat desa di sekitar UII.
“Insyaallah ini akan menjadi pengalaman penting, kita ketahui bahwa pengalaman itu pembelajaran yang paling berharga,” ucap Tian dalam sambutannya. Kegiatan Relawan Ramadhan ini juga dapat menjadi ajang peningkatan aspek spiritual bagi mahasiswa, public speaking, sekaligus mengatur dan mengelola pembelajaran anak-anak di TPA. Di akhir, ia berharap UII dan dusun binaan tetap menjalin silaturahim kedepannya melalui program Relawan Ramadhan ini.
Sujatmoko, perwakilan takmir dari Masjid Arrahmaan menyampaikan hal yang sama. Ia sangat berterimakasih dan merasa gembira dengan kedatangan mahasiswa UII yang membantu meramaikan kegiatan-kegiatan di Masjid selama bulan Ramadhan. Ia juga menyoroti bahwa kegiatan Relawan Ramadhan ini dapat menjadi latihan bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat.
Acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang Nuzulul Qur’an, materi ini diambil karena bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan, yaitu malam turunnya Al-Qur’an. Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H. sebagai pengisi materi menyinggung tentang keistimewaan malam Lailatul Qadr yaitu malam yang istimewanya melebihi 1000 bulan, “artinya kalau kita beramal sholeh bertepatan dengan malam Lailatul Qadr, misalkan kita shodaqoh sekali 1000 rupiah, sama dengan kita shodaqoh 1000 rupiah selama 1000 tahun,” jelas Saiful. Ia juga memberi perumpamaan bahwa amalan sholeh yg dilakukan di malam Lailatul Qadr pahalanya bahkan melebihi usia rata-rata manusia.
Menurut penuturannya, malam Lailatul Qadr menjadi rahasia karena Allah ingin agar kita tetap melakukan amal baik setiap harinya di bulan Ramadhan bukan hanya saat malam Lailatul Qadr saja. Ada suatu riwayat bahwa Rasulullah menyebutkan, “carilah malam Lailatul Qadr di malam yg ganjil saja, dalam riwayat lainnya ada yang menyebutkan carilah malam Lailatul Qadr itu di 10 malam terakhir Ramadhan.” ungkap Saiful.
Dengan banyaknya petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah mengenai rahasia malam Lailatul Qadr, maka umat muslim beramai-ramai mengejar keistimewaan malam yang mulianya melebihi 1000 bulan. Ia juga sedikit menyinggung tentang keistimewaan membaca Al-Qur’an, dan tingkatan dari mempelajari Al-Qur’an, dari yang hanya membacanya hingga mengamalkan isi Al-Qur’an.
Acara ditutup dengan doa dan buka bersama warga dusun Bayan. Melalui program ini, Dakwah Hijrah Mahasiswa UII tidak hanya berhasil menjalankan mandat Catur Dharma perguruan tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak positif dalam pembinaan karakter generasi muda di pelosok desa. Harapannya, semangat pengabdian yang telah dipupuk selama 17 hari ini dapat terus menyala dalam diri mahasiswa, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi sinergi berkelanjutan antara Universitas Islam Indonesia dengan masyarakat dalam syiar dakwah Islam di masa depan. (NKA/AHR/RS)
UII Tetapkan Rektor Terpilih Periode 2026–2030
Tahapan prosesi Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026–2030 telah memasuki tahap akhir. Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melalui Panitia Pemilihan Rektor secara resmi menetapkan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai Rektor Terpilih UII pada Jumat (06/03).
Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia Nomor 003/KPTS/III/2026 tentang Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia Periode 2026-2030.
Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui rangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak akhir 2025. Proses ini melibatkan unsur Dosen, Senat Universitas, Tim Seleksi, serta Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII.
Sebelumnya, tiga calon rektor yang memperoleh suara terbanyak dalam rapat Senat Universitas memaparkan rencana strategis di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII pada Selasa 3 Maret 2026. Ketiga calon tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., dengan 21 suara, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I. dengan 18 suara, serta Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. dengan 6 suara.
Forum pemaparan rencana strategis tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing calon menyampaikan visi, arah kebijakan, serta strategi pengembangan UII untuk lima tahun mendatang.
“Pemaparan rencana strategis menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi akhir sebelum penetapan rektor oleh Yayasan Badan Wakaf UII. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Maret 2026. Setelah melakukan wawancara, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melakukan rapat dalam rangka menentukan Rektor Terpilih pada 6 Maret 2026,” ungkap Eko Riyadi selaku Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII dalam acara Konferensi Pers Pengumuman Rektor UII Terpilih 2026-2030.
Hari Purnomo menempuh Pendidikan (a) Program Sarjana Strata 1, di Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Bidang keahlian Inventory control, pada 1983 – 1990; (b) Program Pasca Sarjana Strata 2 Teknik Industri, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Bidang keahlian Ergonomi, pada 1996 – 1998, dan (c) Program Pasca Sarjana Strata 3, Program Studi Ilmu Kedokteran, Universitas Udayana Konsentrasi Fisiologi dan Ergonomi, pada 2005 – 2007.
Sebelum ditetapkan sebagai Rektor Terpilih, Hari Purnomo adalah Dekan Fakultas Teknologi Industri selama dua periode, yaitu periode pertama pada 2018-2022 dan periode kedua pada 2022-2026. (ER/AHR/RS)
UII Gelar Bedah Rumah dan Bakti Sosial pada Milad Ke-83
Dalam rangka memperingati Milad ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Program Bedah Rumah dan Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman pada Kamis (5/3). Program ini dirancang untuk memberikan bantuan berupa rumah layak huni kepada keluarga kurang mampu di Kapanewon Ngemplak, Sleman, serta penyaluran paket sembako kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UII dalam memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program ini melibatkan kolaborasi antara Lazis UNISIA, yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Panitia Milad ke-83 UII, serta Kapanewon Ngemplak. Dalam kegiatan ini, para pihak yang terlibat bekerja sama untuk memastikan keberhasilan program yang dilaksanakan.
Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi, SP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Islam Indonesia (UII) yang selama ini tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat penting untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Ngemplak.
“Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu semangat menghadirkan solusi nyata bagi keluarga miskin dan rentan sosial,” ujarnya. Ia berharap sinergi bersama UII dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat.
Tak lupa, Rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program bedah rumah dan bakti sosial tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga. “Kami berterima kasih karena kegiatan bedah rumah dan bakti sosial ini dapat terlaksana dengan dukungan berbagai pihak. Ini menandakan kolaborasi yang semakin kuat antara kampus dan pemerintah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Senada, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si, turut menyampaikan selamat atas Milad ke-83 UII sekaligus mengapresiasi kontribusi kampus tersebut dalam pembangunan sumber daya manusia dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan bedah rumah dan bantuan sosial yang digelar tidak hanya menjadi bagian dari peringatan milad, tetapi juga bentuk kepedulian nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan milad, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat,” katanya. Ia berharap kolaborasi antara UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kapanewon Ngemplak yang diinisiasi oleh Lazis UNISIA. Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama untuk program bedah rumah bagi Andi Prastowo yang terletak di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani dengan total anggaran sebesar 60 juta rupiah disertai pemberian tali asih yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII sebesar 2,5 juta rupiah untuk keluarga penerima manfaat.
Melalui program ini, rumah Andi Prastowo akan diperbaiki sehingga menjadi hunian yang lebih layak bagi keluarganya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat sekitar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. (RAF/AHR/RS)
Pernyataan Sikap Universitas Islam Indonesia: Merespons Perkembangan Praktik Berbangsa dan Bernegara Mutakhir
Memperhatikan perkembangan mutakhir dalam praktik berbangsa dan bernegara, kami, warga Universitas Islam Indonesia (UII), menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang belum menunjukkan ketegasan yang memadai dalam menyikapi serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Republik Islam Iran.
UII Berpartisipasi dalam APAIE 2026: Perkuat Jejaring Global dan Kolaborasi Internasional
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan jejaring global dengan berpartisipasi pada APAIE 2026 Conference and Exhibition yang diselenggarakan pada 23–27 Februari 2026 di Hong Kong. Tahun ini, APAIE mencatat angka tertinggi sejak berdiri, yaitu 3.592 peserta dari 72 negara/region, lebih dari 600 organisasi, serta 120 presentasi dan 3 plenary sessions dalam tiga hari konferensi utama.
Sebagai bagian dari Jejaring Perguruan Tinggi Nusantara (Nationwide University Network in Indonesia–NUNI), UII hadir sebagai exhibitor dan presenter, bergabung bersama 15 universitas terkemuka Indonesia dalam paviliun “Study in Indonesia.” Kehadiran UII diwakili oleh Dr. Joni Aldilla Fajri, S.T., M.Eng., Kepala Divisi Kemitraan Internasional, dan Rina Desitarahmi, S.Pd., M.Hum., Manajer Culture and Learning Centre. Melalui sinergi NUNI–Study in Indonesia, UII bersama 15 universitas Indonesia memperkuat promosi pendidikan tinggi Indonesia di panggung internasional serta memperluas peluang kemitraan global yang berdampak. Delegasi dari berbagai negara menunjukkan minat besar terhadap peluang kolaborasi akademik, program mobilitas, serta kekayaan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Partisipasi UII dalam paviliun ini memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi yang semakin relevan dalam peta pendidikan internasional.
Dalam rangkaian kegiatan konferensi, UII berkolaborasi dengan Temasek Polytechnic, Singapura, menyampaikan presentasi bertajuk: “Empowering Global Learners: Sustaining Impactful Student Mobility through an Indonesia–Singapore Collaboration.” Presentasi ini dibawakan oleh Leslie Chan (Temasek Polytechnic) bersama Dr. Joni Aldilla Fajri dan Rina Desitarahmi.
Materi presentasi menunjukkan bahwa kolaborasi Indonesia–Singapura ini telah menghasilkan sejumlah capaian strategis. Kolaborasi tersebut menampilkan praktik terbaik dalam pembelajaran yang inklusif dan experiential, sekaligus menggambarkan bagaimana program mobilitas yang dirancang secara personal dapat menjawab kebutuhan beragam mahasiswa serta mendorong perkembangan holistik mereka.
Presentasi ini juga menegaskan bahwa kemitraan antara UII dan Temasek Polytechnic menjadi contoh nyata kolaborasi regional yang efektif dalam memperkuat global citizenship dan kompetensi interkultural dimana dua kemampuan ini penting bagi lulusan yang siap berkiprah di tingkat global. Selain itu, kerja sama ini turut berkontribusi pada pencapaian tujuan institusional dan nasional melalui pembukaan jalur baru untuk mobilitas mahasiswa dan pertukaran akademik yang semakin luas dan berdampak.
Keikutsertaan UII dalam APAIE 2026 mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk memperluas jaringan global, memperdalam kerja sama lintas negara, dan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berskala internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi, presentasi, dan diskusi strategis yang dilakukan sepanjang konferensi, UII terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Indonesia yang aktif berkontribusi dalam lanskap pendidikan global. (RD/AHR/RS)
International Ramadan Fest 2026 UII Libatkan Mahasiswa Internasional dalam Dialog Islam dan Sains
Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan International Ramadhan Fest 2026 di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito pada Jumat (27/02). Acara ini mempertemukan mahasiswa dan akademisi dalam serangkaian kegiatan spiritual dan intelektual yang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi global.
Acara dibuka dengan lantunan suci ayat Al-Quran , dilanjutkan dengan sesi sambutan hangat dari Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., yang hadir memberikan sambutan yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai agama dalam ekosistem akademik modern.
”Kegiatan ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan jembatan untuk memperkuat tali silaturahmi antarmahasiswa internasional dan lokal yang berlandaskan nilai Islam. Melalui International Ramadhan Fest, kita diingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan keteguhan iman agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat global,” ujar Ir. Wiryono dalam sambutannya.
Festival ini menghadirkan beragam agenda menarik yang memadukan kompetisi, seni, dan diskusi ilmiah: Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ): Kompetisi seni baca Al-Quran yang menampilkan bakat-bakat pembaca Al-Quran, tidak hanya dari lingkungan internal UII, melainkan juga dari beberapa universitas sahabat dari UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri, Purwokerto dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan. Acara dilanjutkan dengan Academic Dialogue Session: Menghadirkan pembicara Farhan Abdul Majiid, S.Sos., M.A. (Dosen Hubungan Internasional) dengan topik menarik “Islam and Science: Harmony or Conflict?”. Diskusi ini membedah perspektif global mengenai keselarasan antara keyakinan agama dan temuan sains modern. Serta Eid Greeting Card Contest: Sesi kreatif di mana peserta mengekspresikan ucapan hari raya melalui desain kartu yang artistik.
Dalam sesi dialog akademik tersebut, pembahasan difokuskan pada relasi antara Islam dan sains dalam konteks peradaban modern. Diskusi menyoroti bagaimana tradisi keilmuan dalam Islam sejak awal telah menempatkan pencarian ilmu sebagai fondasi kemajuan, sekaligus menegaskan bahwa perkembangan sains tidak dapat dilepaskan dari kerangka etika dan nilai-nilai keagamaan.
Farhan Abdul Majid menjelaskan bahwa peradaban yang maju adalah peradaban yang menempatkan diri sebagai pencari pengetahuan dan mampu mengelola ilmu menjadi inovasi yang berdampak pada kemajuan ekonomi dan sosial. Ia menuturkan bahwa dalam perspektif Islam, wahyu pertama yang memerintahkan “Iqra’” merupakan legitimasi teologis atas pentingnya literasi dan riset. “Islam sejak awal tidak memposisikan ilmu dan agama sebagai dua kutub yang bertentangan, melainkan sebagai dua entitas yang saling melengkapi dalam membangun peradaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farhan menguraikan bahwa sains berfungsi sebagai instrumen metodologis untuk memahami realitas empiris, sementara agama memberikan arah moral dan tujuan akhir dari pemanfaatan ilmu tersebut. Menurutnya, dikotomi antara sains dan agama sering kali lahir dari pembacaan sejarah Barat yang tidak sepenuhnya relevan dengan pengalaman intelektual Islam. “Science provides the tools, while religion provides the compass. Tanpa kompas moral, kemajuan teknologi berisiko kehilangan orientasi kemanusiaannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa umat Islam dan bangsa Indonesia perlu membangun budaya akademik yang kuat dengan menjadikan pengetahuan sebagai basis kebijakan, inovasi, dan pembangunan ekonomi. Integrasi antara nilai keislaman dan penguasaan sains, lanjutnya, merupakan prasyarat untuk melahirkan generasi yang kompetitif secara global namun tetap berakar pada identitas spiritual. “Kemajuan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi dari sejauh mana ilmu digunakan untuk kemaslahatan bersama,” tambahnya.
Selain Academic Dialogue Session, International Ramadan Fest 2025 turut diisi dengan tilawah Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an Competition, lomba kartu ucapan Ramadan, serta ditutup dengan persiapan iftar bersama dan salat Magrib berjamaah. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan mahasiswa internasional sekaligus memperkuat integrasi nilai akademik dan spiritual di lingkungan UII menjelang bulan suci Ramadan. (IMK/NI/DS/AHR/RS)
UII Sambut 9 Mahasiswa Egyptian University of Islamic Culture Nur Mubarak Kazakhstan dalam Program Exchange Semester
Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Welcoming Program bagi sembilan mahasiswa dari Egyptian University of Islamic Culture Nur Mubarak, Kazakhstan, yang akan mengikuti program pertukaran mahasiswa (exchange) selama satu semester di UII pada Jumat (27/02).
Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan studi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Sosial Budaya serta Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyah, Fakultas Ilmu Agama Islam UII. Kegiatan penyambutan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan awal terkait sistem akademik, budaya kampus, serta pengenalan lingkungan Universitas Islam Indonesia guna mendukung kelancaran proses adaptasi mahasiswa selama menjalani studi.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan Kepala Divisi Mobilitas Internasional – Nihlah Ilhami, yang menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama antara UII dan Egyptian University of Islamic Culture Nur Mubarak. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan kolaboratif selama program berlangsung.
Agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi Pengenalan UII dan Bahasa Indonesia yang disampaikan oleh Ima Dyah Savitri dari Culture and Learning Center (CLC), serta pemaparan mengenai Budaya Akademik di UII oleh Ade Meirizal selaku Koordinator UIIGlobal. Kedua sesi tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai fasilitas kampus, pengenalan Bahasa Indonesia dasar, serta gambaran dinamika kehidupan akademik sebagai mahasiswa di UII.
Kegiatan juga mencakup sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, finalisasi mata kuliah, serta perkenalan dengan mahasiswa pendamping akademik yang akan mendampingi mahasiswa selama masa studi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan orientasi akademik di program studi masing-masing.
Melalui program ini, UII terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama internasional serta menghadirkan pengalaman akademik dan budaya yang bermakna bagi mahasiswa global. (NI/DS/AHR/RS)
Universitas Islam Indonesia Perkuat Strategi Menuju Akreditasi Unggul 2027 melalui Refreshment IAPT 4.1 dan IAPS 5.1
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan Refreshment Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1 sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyongsong kembali akreditasi ‘Unggul’ pada tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (26/02) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si beserta jajaran pimpinan fakultas, badan, direktorat, hingga program studi. Adapun narasumber utama adalah Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T selaku Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Dalam sambutannya, Prof. Jaka menegaskan bahwa proses akreditasi merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu di lingkungan UII. Proses ini memastikan bahwa penyelenggaraan Pendidikan telah memenuhi standar internal yang ditetapkan dan selaras dengan dengan standar akreditasi nasional maupun internasional. “Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan mutu pendidikan tinggi tetap terjaga dan relevan,” ungkap Guru Besar Statistika UII ini.
Selanjutnya, Prof. Slamet menekankan bahwa akreditasi berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu eksternal yang secara objektif menilai kelayakan perguruan tinggi dan program studi. “Akreditasi merupakan sistem penjaminan mutu eksternal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi,” ujar Guru Besar Teknik Mesin Universitas Brawijaya ini. Ia juga menambahkan bahwa proses akreditasi bertujuan melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat melalui jaminan mutu yang terpenuhi baik dari aspek akademik maupun nonakademik. Dengan demikian, proses akreditasi menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Menurut Prof. Slamet, capaian akreditasi Unggul tidak boleh dipandang sebagai tujaun akhir, tetapi harus menjadi bagian dari budaya mutu yang dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui pemahaman ini, seluruh sivitas akademika diharapkan mampu memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu, baik internal maupun eksternal secara berkelanjutan sebagai fondasi untuk mencapai dan mempertahankan akreditasi Unggul pada tahun 2027.
Kegiatan refreshment ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman seluruh unit kerja di UII mengenai instrument akreditasi terbaru serta memperkuat kolaborasi lintas fakultas, badan, dan direktorat dalam upaya peningkatan kualitas institusi. (RM/AHR/RS)
Tiga Calon Rektor UII Melaju ke Tahap Akhir
Universitas Islam Indonesia (UII) melanjutkan tahapan suksesi kepemimpinan rektor periode 2026 – 2030 melalui Rapat Senat Universitas yang digelar pada Jumat 20 Februari 2026 di Gedung Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5. Dalam agenda tersebut, anggota senat melaksanakan pemilihan terhadap enam calon rektor yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pemaparan rencana aksi.
Rapat senat dipimpin Ketua Senat Universitas, Prof. Ir. Suparwoko, MURP., Ph.D. Dari total 60 anggota senat yang memiliki hak suara, sebanyak 58 anggota hadir mengikuti pemungutan suara, sementara dua anggota lainnya izin tidak dapat hadir. Dari proses tersebut, 56 surat suara dinyatakan sah dan 2 surat suara tidak sah.
Setelah dilakukan penghitungan, perolehan suara masing-masing calon adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., mendapatkan 21 suara atau 37,50 persen; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I., mendapatkan 18 suara atau 32,14 persen; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. memperoleh 6 suara atau 10,71 persen; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc. Ph.D., SAS., ASPM meraih 5 suara atau 8,93 persen; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D memperoleh 4 suara atau 7,14 persen; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., memperoleh 2 suara atau 3,57 persen.
Berdasarkan perolehan suara di atas, pada Senin 23 Februari 2026, Panitia Pemilihan Rektor menetapkan hasil pemilihan dalam rapat Senat Universitas tersebut melalui Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030 Nomor: 06/SK-PP/XII/2026 tentang Calon Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia Periode 2026-2030. Tiga Calon Rektor Terpilih adalah (1) Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., (2) Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I., dan (3) Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.
“Penetapan ini menjadi tahapan penting dalam rangkaian suksesi kepemimpinan UII. Tiga calon dengan perolehan suara terbanyak selanjutnya akan melanjutkan proses menuju tahap akhir penetapan rektor, yakni pemaparan Rencana Strategis oleh tiga Calon Rektor Terpilih di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. Forum tersebut juga akan dihadiri Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan,” ungkap Eko Riyadi selaku Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII Periode 2026-2030.
Berdasarkan pemaparan serta pertimbangan menyeluruh, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII akan menetapkan Rektor Universitas Islam Indonesia periode 2026–2030 melalui mekanisme musyawarah mufakat. Penetapan dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026.
Tahapan Berjenjang
Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor UII. Regulasi tersebut menetapkan bahwa calon rektor harus berstatus dosen, berusia minimal 40 tahun, bergelar doktor (S-3), serta memiliki jabatan akademik Guru Besar. Selain syarat formal, calon juga dituntut memiliki jejaring akademik dan sosial yang luas, kemampuan manajerial yang kuat, serta karakter kepemimpinan yang cepat, bersih, dan solutif.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Panitia Pemilihan menjaring 36 bakal calon dari seluruh fakultas. Dari proses tersebut, terpilih 13 bakal calon rektor, yakni Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; serta Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si.
Eko Riyadi memaparkan sebanyak 13 bakal calon rektor telah menyampaikan rencana aksi (action plan) pada 27 Januari 2026 sebagai bagian dari pemaparan visi, strategi, dan program kepemimpinan apabila terpilih memimpin UII. Pemaparan tersebut dilakukan di hadapan Tim Seleksi Pemilihan Rektor yang beranggotakan unsur akademisi dan profesional dari berbagai bidang.
Adapun Tim Seleksi Pemilihan Rektor terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S., Anggota Pembina Yayasan Badan Wakaf UII; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum UII; Prof. Mohammad Mahfud MD, Guru Besar Hukum Tata Negara; Dr. Halim Alamsyah, Wakil Presiden Komisaris PT Bank Danamon Indonesia (MUFG Group, Jepang); serta Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D., pakar di bidang perbankan, keuangan, manajemen risiko, pasar modal, tata kelola, dan keuangan pembangunan.
“Tim seleksi bertugas menilai secara komprehensif visi kepemimpinan, kapasitas manajerial, serta kemampuan kandidat dalam menjawab tantangan pengelolaan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun global. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, enam nama ditetapkan sebagai Calon Rektor dan diajukan kepada Senat Universitas untuk dipilih melalui mekanisme pemungutan suara,” jelasnya.
Dalam tahapan Seleksi Bakal Calon Rektor Terpilih oleh Tim Seleksi pada 28-29 Januari 2026 di Gedung Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., terpilih enam calon rektor. Penetapan Calon Rektor Terpilih selanjutnya dituangkan dalam Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030 Nomor 05/SK-PP/XII/2026 tentang Calon Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2026–2030.
Adapun enam calon rektor yang ditetapkan adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc.; serta Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Selanjutnya, keenam nama tersebut mengikuti proses pemilihan oleh Senat Universitas pada 20 Februari 2026.
Adapun informasi lengkap mengenai setiap tahapan pemilihan dapat diakses melalui laman www.uii.ac.id/uiimemilih2026.
Rangkaian pemilihan ini merupakan kelanjutan dari proses penjaringan sebelumnya yang melibatkan partisipasi publik melalui penyampaian usulan pertanyaan dan penelusuran rekam jejak calon, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses suksesi kepemimpinan universitas. (ER/AHR/RS)