• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kapang Endofit Tanaman Buah Tin Berpotensi Sebagai Antimikroba
Berita Kegiatan

Kapang Endofit Tanaman Buah Tin Berpotensi Sebagai Antimikroba

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai resep dokter telah memicu peningkatan resistensi terhadap antibakteri dan antifungal di tingkat global. Dunia medis memerlukan pembaharuan pengobatan antibakteri dan antifungal, salah satu caranya adalah melalui tumbuhan. Penemuan senyawa antimikroba yang diperoleh dari kapang endofit merupakan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ketersediaan antimikroba dalam dunia kesehatan. Senyawa antimikroba yang terkandung dalam tanaman buah tin (Ficus carica L.) dapat diproduksi dengan memanfaatkan kapang endofit yang hidup di dalam jaringan daun, batang, buah dan akar.

Inovasi inilah yang tengah dikerjakan oleh Hanida Destriana Fatmawati, Astri Nur Azizah, dan Ferry Rimbawan, mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahan Alam, Universitas Islam Indonesia. Mereka dibimbing oleh dosen UII, Annisa Fitria, S. Farm., M.Sc., Apt. Penelitian ini juga dibawa dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31.

Disampaikan Hanida Destriana Fatmawati, resistensi antimikroba (AMR) telah muncul sebagai salah satu tantangan kesehatan terbesar di berbagai bagian dunia. “Persoalan resistensi antimikroba mulai menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin menyita perhatian para pemangku kepentingan kesehatan di seluruh dunia”, ujarnya.

Resistensi antimikroba terjadi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit mengalami perubahan sehingga obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi tersebut menjadi tidak efektif lagi. Salah satu contoh dari resistensi antimikroba adalah dalam penggunan antibiotika. Hal ini dapat dilihat dari indikator penggunaan antibiotik yang digunakan masyarakat.

“Kami ingin mengembangkan keilmuan yang sudah kami dapat lewat penelitian ini. Peningkatan resistensi terhadap antibakteri dan antifungal, perlu diatasi dengan pembaharuan pengobatan yang salah satunya adalah dari tanaman. Namun tanaman sekarang ini baru giat-giatnyanya untuk dilestarikan. Maka dari itu kita memanfaatkan kapang endofit, suatu mikroorganisme yang hidup di jaringan tanaman seperti di bagian buah, batang, akar dan daun,” ujar Hanida.

Penelitian ini berusaha mengkaji isolat kapang endofit yang berhasil diisolasi dari tanaman tin yang dibudidayakan di Indonesia serta aktivitas antimikrobanya. Isolat kapang endofit tersebut kemudian menjalani karakterisasi secara makroskopis dan mikroskopis serta dikaji secara filogenetik dengan menggunakan primer ITS 1 dan 4. Ekstrak miselia kapang endofit dan media kulturnya diuji aktivitas antimikrobanya menggunakan metode MTT assay untuk mendapatkan nilai KHM dan persen kematian dari sel bakteri dan jamur.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kapang endofit tanaman tin (Ficus carica L.) yang diisolai dari bagian akar, batang, daun, dan buah memiliki aktivitas sebagai antimikroba. (MWA/ESP)

16 Juli 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/Kampus-UII-1-1.jpg 275 433 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-07-16 10:52:202018-07-18 11:24:25Kapang Endofit Tanaman Buah Tin Berpotensi Sebagai Antimikroba

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Limbah Kulit Kakao Dimanfaatkan Sebagai Nano Spray Inhaler Link to: Limbah Kulit Kakao Dimanfaatkan Sebagai Nano Spray Inhaler Limbah Kulit Kakao Dimanfaatkan Sebagai Nano Spray Inhaler Link to: Mempersiapkan Generasi Pemimpin Melalui Seminar Islamic Leadership Link to: Mempersiapkan Generasi Pemimpin Melalui Seminar Islamic Leadership Mempersiapkan Generasi Pemimpin Melalui Seminar Islamic Leadership Scroll to top Scroll to top Scroll to top